
Di sebuah clup malam di kota B,
" ๐๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ข๐ด ๐ฑ๐ฆ๐ด๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ" ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ธ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ"
Armando sangat kesal karena ibu sambungnya Yunita belum juga merespon pesanya, hubungan terlarang yang di jalaninya selama delapan tahun denganya bukan hal yang sepele dan bukan waktu yang pendek,
Bagaimana Armando tidak kecanduan dengan tubuh molek ibu tirinya, karena pesona ibu tirinya memang luar biasa menurutnya, ia selalu bisa menghadirkan fantasi yang dia inginkan saat penyatuan di atas ranjang,
Dert Dert DerDert
(" ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฃ๐ถ๐ฎ๐ถ ๐ญ๐ข๐จ๐ช"
" Kau lupa kalau aku bisa melakukan apapun, jika kau menolaku"
("๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข๐ด ๐ฏ๐ข๐ง๐ด๐ถ๐ฎ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ถ๐ฅ๐ข๐ฌ๐ฎ๐ถ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ข๐บ๐ข๐ฉ๐ฎ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ด๐ช๐ณ๐ฌ๐ถ)
" Oya, lalu bagaimana jika vidio panas kita di mobil waktu itu aku sebarkan di medsos"
(" ๐ข๐ฑ๐ข,, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐จ๐ช๐ญ๐ข, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐๐ข๐ฏ๐ฅ๐ฐ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ธ๐ข๐ต๐ฎ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ถ๐ฎ๐ถ๐ณ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ 12 ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ฏ, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ฏ๐ช ๐ค๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐บ๐ข,)
" Bukankah ini juga pelajaran dari kamu, andai setelah malam itu kau tidak memintanya lagi dan lagi, aku pasti tidak akan begini dan Alana Janeta ku tidak akan pergi untuk selamanya hah, cepat datang ke hotel xxx kamar no 106, atau dalam hitungan 60 menit dari sekarang vidio hot itu aku sebarkan biar namamu viral di dunia maya"
Armando berbalas pesan dengan Yunita dan seringai tajam nampak di di wajah tampanya, namun siapa sangka di balik ketampananya ia punya dendam kepada ibu tirinya, ia ingin menjadikan ibu tirinya sebagai budak nafsunya,karena dendam,
Di kamarnya Yunita nampak frustasi butir butir air mata tak tertahan lagi, ia sangat hancur dan kacau, kemana akan mencari pertolongan,namun bagaimanapun ia tidak akan membiarkan Armando menindasnya lagi, malam ini ia bertekat akan melawan Armando apapun resikonya,
Ia pun malas berdandan bahkan ia hanya memakai celana katun dan kaos oblong tak lupa jaket,
Waktu sudah menunjukan pukul 20,15, ia pun berpamitan pada bosnya Kayla yang masih menonton tv dengan alasan ingin mengambil barang yang tertinggal di rumah temanya,
Pukul 20,45 akhirnya ia tiba di hotel mewah itu dan langsung bergegas mencari kamar no 106,
Tok Tok Tok
Ceklek
__ADS_1
Suara pintu terbuka dan nampak wajah pria arogant itu tersenyum miring pada Yunita
" Kau datang juga, tapi lihat penampilan kamu kenapa begini, apa kau sangat miskin setelah bercerai dari papaku"?
" Ya"
Yunita hanya menjawab malas,
" Sekarang mandikan aku, aku gerah, dan aku akan menyuruh orang menyiapkan pakaian dinas untukmu"
Bagai kerbau yang di cocok hidungnya Yunita hanya menurut hati kecilnya terus menjerit menyebut nama tuhan agar segera terbebas dari bencana itu,
" Lepaskan bajuku ma,"!!
Dalam diam Yunita menuruti perintah anak tirinya itu, dan saat bath up sudah penuh air hangat tanpa basa basi Armando menarik tubuh Yunita hingga masuk ke dalam air,
Dengan terpaksa Yunita melayani nafsu bejad anak tirinya, namun karena ia tidak menikmatinya, ia pun terus meringis dan menjerit kesakitan atas permainan kasar Armando,
" Ayolah ja*** g, mengapa kau diam saja, apa kau ingin lebih dari ini hah"
Yunita pun hanya bisa memohon dengan suara lemahnya, tubuhnya bagai remuk redam oleh kebrutalan anak tirinya, air matanya tak kunjung berhenti menetes merasakan sakit yang luar biasa terlebih pada intinya,
" Kau sengaja memancing kemarahanku, oke kita lihat siapa yang mempermainkan siapa maka akan menyesal"
Armando membawa tubuh lemas Yunita masuk ke dalam kamar dan membaringkan tubuh polosnya di ranjang,
Namun Yunita tersentak melihat alat yang di bawa anak tirinya itu, alat getar untuk wanita,
" Hentikan Nando, jangan lakukan itu, aku ibumu, ingat aku yang membesarkanmu"
Armando seolah tuli dan segera menangkap kaki Yunita namun ia justru mendapat tendangan pada wajahnya,
" Bugh,,
" Aww,,
__ADS_1
" Kau berani menendangku, baiklah, jika ini maumu, kau sudah membuatku marah,
Dengan cekatan Armando mengikat kedua tangan Yunita dengan ikat pinggangnya, dan ia pun segera melebarkan kedua kaki Yunita,
" Lepaskan aku, baiklah aku akan melayanimu seperti biasanya, buang jauh jauh alat itu, nando lepaskan aku, akan kuturuti keinginanmu"
" Huh, kau menyerah juga,akan kulepaskan dan ingat kau harus melayaniku seperti biasanya,kau boleh tidur dulu, satu jam lagi aku akan kembali, dan kau tidak bisa kabur"
" Kau mau kemana, aku lapar,
" Aku pesankan makanan, ingat dan camkan jangan coba coba kabur, vidio ini ada bersamaku"
Armando bergegas pergi dan Yunita bernafas lega saat hp Armando tertinggal di atas nakas, ia berniat mencari vidio tersebut dan menghapusnya, namun ternyata layar ponsel itu harus di buka dengan memasukan beberapa nomor,
Yunita yang kesal pun berniat menghancurkan benda tersebut, namun ia takut Armando semakin marah dan justru ia akan di hukum dengan alat itu,
Tok Tok Tok
Ceklek,
" Ini pesanan nyonya,
" Masuklah dan letakan di meja,
Setelah meletakan makanan juga paper bag diatas meja pelayan hotel pun keluar dan pintu pun terkunci tanpa ia tau kode aksesnya,
" ๐๐ถ๐ต๐ณ๐ข๐ฌ๐ถ, ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ช ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฃ๐ถ๐ฎ๐ถ, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฌ๐ถ๐ช ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ช๐ฃ๐ถ๐ฎ๐ถ ๐ฏ๐ข๐ฌ, ๐ช๐ฃ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ฌ๐ฐ๐ต๐ฐ๐ณ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ช๐ฏ๐ข, ๐ฉ๐ช๐ฌ๐ด, ๐ฉ๐ช๐ฌ๐ด, ๐ฅ๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฏ๐ข๐ฌ, ๐ต๐ฐ๐ญ๐ฐ๐ฏ๐จ ๐ช๐ฃ๐ถ"
Yunita justru berhenti mengunyah makananya itu, ia justru teringat putranya,
Ia pun membuka paper bag dan ia sudah mengira isinya, ia pun memakai dengan malas, dan beranjak tidur ia yakin akan lebih kelelahan nanti saat Armando kembali ke kamar, ia pun menelan dua butir pil, satu pil penunda kehamilan, satu pil agar tubuhnya tetap vit walau harus bekerja keras,
*****
Happy Reading๐ฅฐ๐๐ฅฐ๐๐ฅฐ๐
__ADS_1
TBC