Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Alat Getar


__ADS_3

Di sebuah clup malam di kota B,


" ๐˜ž๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ด ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ" ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ"


Armando sangat kesal karena ibu sambungnya Yunita belum juga merespon pesanya, hubungan terlarang yang di jalaninya selama delapan tahun denganya bukan hal yang sepele dan bukan waktu yang pendek,


Bagaimana Armando tidak kecanduan dengan tubuh molek ibu tirinya, karena pesona ibu tirinya memang luar biasa menurutnya, ia selalu bisa menghadirkan fantasi yang dia inginkan saat penyatuan di atas ranjang,


Dert Dert DerDert


(" ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช"


" Kau lupa kalau aku bisa melakukan apapun, jika kau menolaku"


("๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข๐˜ด ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ง๐˜ด๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ถ)


" Oya, lalu bagaimana jika vidio panas kita di mobil waktu itu aku sebarkan di medsos"


(" ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข,, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜จ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜•๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฐ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ต๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ 12 ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฏ, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข,)


" Bukankah ini juga pelajaran dari kamu, andai setelah malam itu kau tidak memintanya lagi dan lagi, aku pasti tidak akan begini dan Alana Janeta ku tidak akan pergi untuk selamanya hah, cepat datang ke hotel xxx kamar no 106, atau dalam hitungan 60 menit dari sekarang vidio hot itu aku sebarkan biar namamu viral di dunia maya"


Armando berbalas pesan dengan Yunita dan seringai tajam nampak di di wajah tampanya, namun siapa sangka di balik ketampananya ia punya dendam kepada ibu tirinya, ia ingin menjadikan ibu tirinya sebagai budak nafsunya,karena dendam,


Di kamarnya Yunita nampak frustasi butir butir air mata tak tertahan lagi, ia sangat hancur dan kacau, kemana akan mencari pertolongan,namun bagaimanapun ia tidak akan membiarkan Armando menindasnya lagi, malam ini ia bertekat akan melawan Armando apapun resikonya,


Ia pun malas berdandan bahkan ia hanya memakai celana katun dan kaos oblong tak lupa jaket,


Waktu sudah menunjukan pukul 20,15, ia pun berpamitan pada bosnya Kayla yang masih menonton tv dengan alasan ingin mengambil barang yang tertinggal di rumah temanya,


Pukul 20,45 akhirnya ia tiba di hotel mewah itu dan langsung bergegas mencari kamar no 106,


Tok Tok Tok


Ceklek

__ADS_1


Suara pintu terbuka dan nampak wajah pria arogant itu tersenyum miring pada Yunita


" Kau datang juga, tapi lihat penampilan kamu kenapa begini, apa kau sangat miskin setelah bercerai dari papaku"?


" Ya"


Yunita hanya menjawab malas,


" Sekarang mandikan aku, aku gerah, dan aku akan menyuruh orang menyiapkan pakaian dinas untukmu"


Bagai kerbau yang di cocok hidungnya Yunita hanya menurut hati kecilnya terus menjerit menyebut nama tuhan agar segera terbebas dari bencana itu,


" Lepaskan bajuku ma,"!!


Dalam diam Yunita menuruti perintah anak tirinya itu, dan saat bath up sudah penuh air hangat tanpa basa basi Armando menarik tubuh Yunita hingga masuk ke dalam air,


Dengan terpaksa Yunita melayani nafsu bejad anak tirinya, namun karena ia tidak menikmatinya, ia pun terus meringis dan menjerit kesakitan atas permainan kasar Armando,


" Ayolah ja*** g, mengapa kau diam saja, apa kau ingin lebih dari ini hah"


Yunita pun hanya bisa memohon dengan suara lemahnya, tubuhnya bagai remuk redam oleh kebrutalan anak tirinya, air matanya tak kunjung berhenti menetes merasakan sakit yang luar biasa terlebih pada intinya,


" Kau sengaja memancing kemarahanku, oke kita lihat siapa yang mempermainkan siapa maka akan menyesal"


Armando membawa tubuh lemas Yunita masuk ke dalam kamar dan membaringkan tubuh polosnya di ranjang,


Namun Yunita tersentak melihat alat yang di bawa anak tirinya itu, alat getar untuk wanita,


" Hentikan Nando, jangan lakukan itu, aku ibumu, ingat aku yang membesarkanmu"


Armando seolah tuli dan segera menangkap kaki Yunita namun ia justru mendapat tendangan pada wajahnya,


" Bugh,,


" Aww,,

__ADS_1


" Kau berani menendangku, baiklah, jika ini maumu, kau sudah membuatku marah,


Dengan cekatan Armando mengikat kedua tangan Yunita dengan ikat pinggangnya, dan ia pun segera melebarkan kedua kaki Yunita,


" Lepaskan aku, baiklah aku akan melayanimu seperti biasanya, buang jauh jauh alat itu, nando lepaskan aku, akan kuturuti keinginanmu"


" Huh, kau menyerah juga,akan kulepaskan dan ingat kau harus melayaniku seperti biasanya,kau boleh tidur dulu, satu jam lagi aku akan kembali, dan kau tidak bisa kabur"


" Kau mau kemana, aku lapar,


" Aku pesankan makanan, ingat dan camkan jangan coba coba kabur, vidio ini ada bersamaku"


Armando bergegas pergi dan Yunita bernafas lega saat hp Armando tertinggal di atas nakas, ia berniat mencari vidio tersebut dan menghapusnya, namun ternyata layar ponsel itu harus di buka dengan memasukan beberapa nomor,


Yunita yang kesal pun berniat menghancurkan benda tersebut, namun ia takut Armando semakin marah dan justru ia akan di hukum dengan alat itu,


Tok Tok Tok


Ceklek,


" Ini pesanan nyonya,


" Masuklah dan letakan di meja,


Setelah meletakan makanan juga paper bag diatas meja pelayan hotel pun keluar dan pintu pun terkunci tanpa ia tau kode aksesnya,


" ๐˜—๐˜ถ๐˜ต๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ, ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข, ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ด, ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ด, ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ, ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ"


Yunita justru berhenti mengunyah makananya itu, ia justru teringat putranya,


Ia pun membuka paper bag dan ia sudah mengira isinya, ia pun memakai dengan malas, dan beranjak tidur ia yakin akan lebih kelelahan nanti saat Armando kembali ke kamar, ia pun menelan dua butir pil, satu pil penunda kehamilan, satu pil agar tubuhnya tetap vit walau harus bekerja keras,


*****


Happy Reading๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜

__ADS_1


TBC


__ADS_2