
Di cafe milik Bima hari itu Hans bersiap untuk pergi ke Jogja melihat restoran Padang milik almarhum Irene,
Namun belum sampai keluar dari kamar, pintu sudah di ketuk,
" Ada apa Bima"
" Ada orang suruhanku mau melapor"
" Cepat sekali, apa ada hasilnya Bim"?
" Ck, om temui dulu"
Dengan hati berdebar penuh harap Hans berjalan cepat ke ruang tamu menemui orang suruhan Bima,
" Selamat malam tuan Hans"
" Iya bagaimana pekerjaanmu, aku harap kabar baik yang kamu bawa"
" Ya semoga begitu tuan,
Ari orang yang di percaya Bima mencari Irawati pun mengeluarkan beberapa lembar foto dari dalam tas nya dan menyodorkanya pada Hans
" Apa wanita di foto itu yang anda maksud tuan Hans"?
Hans meneliti dan melihat lembar demi lembar foto yang ada di tanganya, dan hatinya bergetar memandang foto wanita yang tak lain adalah Irawati istri sirinya 20 tahun silam,
" Ya dia Irawati istriku, dimana sekarang ia tinggal"?
" Dia tinggal di pinggiran kota, di rumah kontrakan kecil, dan bekerja di restoran yang tak jauh dari rumahnya itu tuan"
" Tapi menurut penyelidikan saya dia tinggal sendiri tidak ada anak seperti yang tuan sebutkan"
" Baiklah terimakasih aku akan kesana malam ini,berapa kamu minta tulis saja disini,"
Hans mengeluarkan cek kosong untuk Ari sebagai ucapan terimakaaih karena pekerjaanya berhasil,
" Om ini masih malam hari apa tidak besok saja takutnya tante Ira kaget"
" Gak bisa aku harus kesana malam ini, dan bertanya dimana anaku"
" Dasar bucin, susah di bilangi"Ari mengomel namun orang yang di gunjing sudah pergi,
" Hah, lo juga Ar, andai lo udah punya bini lo juga bakal kaya gitu"
" Sayangnya wanita incaran gue jago Taekwondo takut gue ntar salah dikit gue di amuk malah remuk"
" Yah, itu bagus lah lo pasti takut selingkuh bisa bisa bukan badan lo aja yang remuk tapi perkutut lo ikut bonyok "
" Heh sialan lo Bim, emang ngapa lo juga gak nikah lagi cari bini lagi"
__ADS_1
" Belum ada jodoh, kalau gue ga nikah lagi siapa penerus gue, ntar kalau gue sekarat siapa yang doa in dan talqin mayat gue"gue masih ngarep dapet bini lagi"
Obrolan dua pria yang terbilang tidak muda lagi itu pun makin seru,
Sementara itu taksi yang di kendarai Hans sudah memasuki jalanan sempit di sebuah kampung yang penuh dengan gang gang kecil,
" Mana rumahnya tuan"tanya sopir taksi kepada Hans,
Hans pun menyodorkan alamat pada sopir taksi itu dan ternyata jalan mawar masih lumayan masuk kedalam kampung dan tidak bisa dilewati mobil, hingga Hans pun masuk mencari kontrakan yang di maksut dengan jalan kaki,
Deg Deg Deg
Jantungnya mulai berdegup kencang tanpa terkendali,
Tiba di depan kontrakan kecil itu ia segera mengetok pintu namun tiada jawaban, ia pun mengetok lagi dan lagi,
" Siapa malam malam bertamu, berisik tau gak lo"!!
Dari arah samping kontrakan itu muncul seorang ibu bertubuh gendut dan hanya berpakaian daster komprang saja,
" Asalamualaikum bu, selamat malam"
" Salam, cari siapa, ini kontrakan wanita lo gak lihat tuh di depan tidak menerima tamu pria"
" Saya Hans, saya mencari Irawati apa benar dia mengontrak disini"
" Sumpah bu saya berniat baik, saya bukan pria seperti itu dan lihat bahkan saya sudah tua"
" Aku ga nanya lo tua apa muda jaman sekarang yang penting ada uang tua pun di embat juga"
" Jadi benar Ira tinggal disini"
" Ya tapi hanya sampai besok, kalau malam ini dia ga bayar tunggakan, besok terpaksa dia harus angkat kaki dari sini"
" Berapa yang harus saya bayar"
" Tiga bulan per bulan 1,300,000,-apa tuan mau bayar pakai nanya nanya"
" Saya akan bayar lunas, mana no rekening anda akan saya tranfer saat ini juga"dan besok dia akan tinggal di istana saya tempatnya bukan disini"
" Sombong sekali kau, memang benar dugaan saya kalau Ira bukan hanya pelayan warung tapi pelayan pria pria brengsek"
" Asalamualaikum bu, ada apa ini"
Saat ibu pemilik kontrakan mengomel tiba tiba sosok wanita datang dan langsung heran karena di depan kontrakanya terjadi kegaduhan,
"Oh bagus k au sudah pulang pe****r, mulai malam ini kontrakan saya tidak untuk wanita kotor sepertimu, sekarang juga kemasi barang barang kamu dan pergi dari sini sebelum aku mengumumkan pada warga sekitar sini untuk mengusir paksa wanita kotor sepertimu"
" Apa maksud bu Watik, saya wanita kotor, saya bukan seperti itu"
__ADS_1
" Lihat pria yang mencari dan menunggumu, ia bahkan rela membayar lunas tunggakan kontrakan kamu, lalu pria seperti apa dia dan wanita seperti apa dia"
DEG DEG DEG
Jantung Ira berdegup kencang menatap punggung pria yang masih membelakanginya,
" Bu saya mohon, ijinkan saya tetap tinggal disini, selain tempat ini saya tidak punya tempat lain bu, saya bersumpah saya bukan wanita seperti dugaan ibu, saya selalu pulang malam karena saya harus lembur mencuci perabot di resto tempat saya bekerja"
"๐๐ฆ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ ๐ช๐ต๐ถ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ถ ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ, ๐ฎ๐ข๐ข๐ง๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ด, ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ช ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฎ๐ข๐ด ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ด ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐จ๐ช๐ข๐ข๐ฏ"
" Irawati, kamu akan pulang kerumah kita dan tempat ini bukan tempatmu"
" Si- siapa tuan, dan apa maksud tuan bicara begitu"
" Halah masih ngeles kamu, sudah jelas dia pria yang akan memboking tubuh kamu malam ini, sok pura pura gak kenal lagi"
" Bu Watik keterlaluan, ibu memfitnah saya"
" Maaf bu Watik, periksa hp ibu saya sudah tranfer uang Lima juta, sisa pembayaran kontrakan istri saya buat jajan ibu, dan sebagai upah untuk membereskan dan membuang barang barang istri saya yang ada di dalam"
" Tu- tuan"
" Aku suamimu Irawati bin Suherman, akhirnya aku menemukanmu sayang, ayo kita pulang,"
Hans membalikan badanya dan menatap tubuh ramping Irawati istrinya, ia segera mendekat dan mengecup kening Irawati di depan bu Watik, hingga wanita gendut itu melongo,
" Hah, drama apalagi dasar tidak tau malu mesum di tempat terbuka" ja*** g tetap ja*** g"
" Jaga ucapan anda bu, jika itu tidak terbukti dan fitnah malam ini sebelum jam 00,00 saya bisa menggiring anda ke penjara"
" Dan satu lagi, jangan menghina istri saya" seujung rambut pun saya tidak terima, buka mata anda dan lihat foto pernikahan kami buka lebar lebar jika anda sudah mulai rabun"
Dan saat yang sama dua orang pria yang tak lain Bima dan Ari datang ke tempat itu,
" Kebetulan kalian datang, urus wanita yang sudah berani menghina dan merendahkan tantemu Bima, kasihan tantemu lelah baru pulang kerja, aku akan bawa dia kembali dulu"
" Mas,- mas Hans mau bawa aku kemana,?
" Ke istana kita, kemana lagi"
" Aku ambil surat surat penting dulu di dalam, permisi bu Watik, terimakasih hinaanya"
(๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ถ๐ด๐ช๐ข, ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ช ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ต๐ถ๐ซ๐ถ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ช ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฉ๐ข๐ญ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ช๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ , ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ถ๐ฏ ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ญ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ข๐ฉ๐ข ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ช ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐๐ช๐ข ๐ด๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐๐ ๐ ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ต๐ช ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐๐ ๐)
Happy Reading ๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ
Apa kabar pembaca tersayang๐๐๐, salam sehat selalu,
Tbc
__ADS_1