
Setelah urusan di kantor polisi selesai dan terbukti siapa dalang di balik kerusuhan yang memancing emosi warga,rupanya ia sakit hati dengan Aini yang sulit di dekati beberapa hari yang lalu, dan ia memanfaatkan foto Fahmi yang sedang memeluk Aini saat ia baru saja datang ke rumah Adriana, Fahmi dan Ramon pun kembali ke rumah Adriana,
Siang menjelang sore itupun Aini menyampaikan maksudnya ingin membeli tanah kosong yang ada di samping sekolahan di desa itu untuk di jadikan panti asuhan dan madrasah, tentu saja niat baiknya di sambut semua orang dengan gembira dan terharu, ia tidak menggunakan harta peninggalan almarhum Agastya,
" Maafkan aku, karena aku kak Fahmi dan om Ramon jadi mendapatkan masalah, "
" Aku akan selalu melindungi mu, jangan bicara aneh aneh, kamu tanggung jawabku, sampai kapan pun"
" Aku ingin segera melihat kak Abi,"!!
" Kita berangkat sore ini, biar tuan Ramon yang mengurus tanah yang ingin kamu beli itu"
" Nona Adriana, kamu juga harus bersiap"
" Aku bahkan belum mendapatkan ijasahku kak, bagaimana aku bisa pergi"
" Biar nona Adriana pergi bersamaku nanti, biar aku yang mengurus ijasahnya, apa nona bersedia"??
" Aku akan merepotkan tuan"?
" Aku senang melakukannya jika tenagaku berguna"
Dan saat itu tatapan mata Ramon tertuju dan terkunci kepada gadis belia di hadapannya, ,dalam hati ia berkata sendiri,
("๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ช๐ด ๐ข๐ฏ๐ต๐ช๐ฌ ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ๐ช, ๐ต๐ข๐ฏ๐ฑ๐ข ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ฆ ๐ถ๐ฑ, ๐ข๐ฉ ๐ด๐ช๐ข๐ญ, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐บ๐ข,๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐จ๐ถ๐ฎ๐ช๐ฏ๐บ๐ข, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฉ, ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ฉ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฐ๐ฅ๐ฐ ๐ข๐ฎ๐ข๐ต")
Adriana yang merasa di perhatikan pun menjadi canggung,dan membuang pandanganya ke arah lain,
Dan tak lama kemudian, Aini sudah keluar dari dalam kamarnya dan menenteng tas kecil di tangannya, bersiap untuk keberangkatan pulang ke kota,
" Lo kak, apa pakaian kakak tidak di bawa"?
" Tidak dek, buat kamu saja itu masih pantas kok, aku masih banyak baju di kota, jangan nakal dan baik baik sama om Ramon"
" Iya kak" masak aku dibilang jangan nakal, memangnya aku anak kecil"
" Nona Aini jangan khawatir, jika dia nakal akan aku hukum nanti, jika dia nangis akan aku belikan es cream atau balon, "
Tawa renyah pun keluar dari Fahmi,Aini dan Ramon, dan Adriana yang kesal reflek mencubit pinggang Ramon hingga ia meringis menahan sakit,
" Aduh galak banget ya teryata, ga jadi lamar jadiin istri lah, bisa kurus kering badanku nanti punya istri galak hemm"
Adriana melotot, tidak menyangka jika seorang pengacara hebat dan di segani semua orang karena wajahnya yang selalu datar dan dingin bisa juga bersikap hangat dan manis hari itu hanya karena seorang Adriana gadis desa,
__ADS_1
"Wah, ada rembulan jatuh hari ini, dan sepertinya om Ramon cocok juga sama Adriana,hem"
" Saya juga akan mendukung tuan Ramon, dan bersedia jadi pendamping pengantin prianya nanti"
Mereka pun terkekeh lagi menggoda Adriana, hingga gadis itu terlihat malu dan wajahnya memerah seperti tomat๐ ,
Fahmi dan Aini akhirnya berpamitan dan mendadak Fahmi berjongkok membetulkan tali sepatu Aini yang terlihat berantakan,
Aini menunduk malu dan canggung mendapat perlakuan manis dari Fahmi,
" Kak Fahmi seharusnya tak melakukan itu"
" Tidak apa, ayo kita berangkat,"
Setelah itu mobil mewah milik Fahmi membelah jalanan di desa itu dengan lamban, Fahmi juga membayar jasa seorang sopir untuk perjalanannya, karena ia ingin menikmati momen bersama Aini, meskipun Aini hanya menatap jalanan melewati jendela,
" Apa yang kamu pikirkan, jangan terlalu banyak pikiran ingat kondisi kehamilan kamu"
" Iya kak, aku sudah tidak sabar ingin melihat ayah bayi ini seperti apa keadaanya,"
" Hem,, aku tau perasaanmu, tapi ingat apapun yang terjadi nanti kamu harus sabar, ada kehidupan lain di kandungan kamu, jangan sampai ia merasa tidak nyaman"
" Aku mengerti tapi bagiamana aku bisa membesarkan anak ini tanpa ayahnya, "
" Jangan begitu, berdoalah untuk kesembuhannya, aku juga bertanggung jawab dengan kehidupan kamu setelah ibumu tiada, "
" Kenapa kita kesini kak, ini bukan jalan menuju apartemenku kan"?
" Istirahatlah di mansion ku dulu sebelum kita ke rumah sakit, bersihkan tubuhmu juga biar segar"
" Ada banyak maid yang akan melayani kamu tinggal bilang saja pada mereka, apa keperluanmu"
" Kak, aku ingin pulang ke apartemenku, aku akan memesan taksi, kak Fahmi istirahatlah"!!
" Aini,, maafkan aku, jika ini terkesan memaksamu, aku tidak punya niat lain" aku akan mengantarmu, ayo kita berangkat"
Fahmi tau mood ibu hamil memang berubah ubah setiap saat, ia hanya mengiyakan saja kemauan Aini meskipun ia sebenarnya lelah,
" Kak, kita langsung ke rumah sakit saja, aku sudah tidak sabar ingin melihat kondisi kak Abi, ini sudah dua bulan berlalu"
" Baiklah, asal kamu tidak kecapekan aku akan menemanimu kemanapun kamu mau"
Akhirnya mereka berangkat menuju rumah sakit diantar sopir lagi, dan tiga puluh menit kemudian mobil mewah milik Fahmi pun tiba di rumah sakit tempat Abi dirawat,
__ADS_1
Namun begitu sudah berada di depan pintu ruangan Abizard dirawat Aini dan Fahmi berhenti karena mendengar isak tangis seorang wanita,
" Sayang,, kamu tega sekali, hiks,, hiks,, ini hari terakhir aku menunggu kamu tersadar, setelah hari ini esok aku harus menikahi pria lain demi menutup aib ini, hiks,, hiks,, apa kamu tidak ingin membuka mata dan melihat anakmu, hiks,, hiks,, buah cinta kita tumbuh di rahimku,, bangunlah sayang,, aku tak ingin menikah dengan pria lain, bangunlah, hiks,, hiks, "
Wanita yang duduk dan terisak di pinggiran brankar rumah sakit itu terus membawa telapak tangan Abizard untuk meraba raba perutnya yang masih datar,
" Ini bukan saat yang tepat kamu melihat keadaan suamimu"
" Sekarang atau besok sama saja bagiku kak, mungkin besok juga wanita itu juga ada disini, dia juga mengandung benih kak Abi"
" Apa kamu yakin, ingin berhadapan dengan selingkuhan suami kamu"?
TOK
TOK
TOK
Ausky pun menoleh ke belang dan melihat kedatangan Aini di seberang pintu kaca, ia pun berdiri dan membuka pintu,
Mereka saling menatap sebentar dan Ausky memilih berjalan ingin meninggalkan ruangan itu, Aini tiba tiba menarik tangannya dan menghentikan langkahnya,
" Jadi kau benar mengandung anaknya kak Abi, dan berapa bulan usia kandungan kamu"??
" Aku mengandung buah cintaku dan Abi, saat ia sadar ku pastikan ia bertanggung jawab dan menikahi akui, aku tidak peduli kamu setuju atau tidak, aku ingin anakku punya ayah dan memiliki ayah kandung" dan terlebih dia mencintaiku, dia menikahi kamu hanya karena keinginan mamanya dan kasihan padamu"
Ausky pun berlalu setelah menyelesaikan kalimat terakhirnya, Aini pun hanya diam dan menatap sosok tubuh kurus suaminya yang tak berdaya dengan peralatan medis yang banyak terpasang,
Fahmi memapah Aini dan mendudukkannya di kursi kecil di depan bad hospital, air mata kesedihan tak terbendung lagi, ia menggenggam erat tangan suaminya dan menempelkannya di atas perutnya,
" Kuasai dirimu, jangan terlarut dalam kesedihan, ingat kesehatan bayi kamu ada di tangan kamu sendiri"
Aini mengangguk dan menatap Fahmi sebentar, hingga Fahmi pamit untuk duduk di luar ruangan,
" Sayang, ini ayah kamu nak,,kita akan berdoa sama sama agar ayah kamu segera tersadar,"
Aini mengajak bayi dalam perutnya untuk berinteraksi dan terus meletakkan telapak tangannya pada perutnya,
" Kak Abi bangunlah, anak anak merindukanmu kak, cukup aku saja yang kau sakiti, jangan menyakiti anak anak yang tak berdosa, bangunlah dan sayangi mereka"!!
*******
assalamu'alaikum cayang๐,
__ADS_1
Salam sehat semangat baca dan hadiahnya jangan lupa, MASIH LANJUTTT,,
TBC