Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Karena kamu istriku


__ADS_3

Waktu bergulir begitu cepat malam itu tidak ada perdebatan antara Adrian dan Ausky, ia begitu tersiksa, tubuhnya terasa sangat lemas, sesekali ia mengigau,


Adrian yang tidur di sofa terbangun dan mengompres Ausky,


" ( Kamu sebenarnya cantik, tapi hati kamu terlalu keras, aku tidak tau sampai kapan akan bisa bersabar menghadapi sifatmu ini, dan jika pria itu tersadar artinya pernikahan kita akan usai,huh,, jika saja" aku rasa kita hanya mempermainkan pernikahan saja")


" Dingin,, aku kedinginan"


Ausky menggigil kedinginan meskipun tubuhnya sudah terbalut selimut tebal, Adrian yang tidak tega pun mengambil selimut lagi dari dalam lemari, dan menyelimuti lagi tubuh Ausky yang menggigil,


" Bi jangan pergi, jangan pergi,"


Ausky mengigau dan tiba tiba menggenggam tangan Adrian dan menariknya hingga rubuh Adrian pun terjatuh di atas ranjang, bukan ingin memanfaatkan keadaan ia pun memeluk tubuh sang istri, dan tak lama kemudian Ausky pun tertidur dengan nyenyak,


Adrian sudah tidak bisa berpikir panjang ia pun tidak bisa mungkir jika hatinya berniat bahwa dalam hidupnya ia hanya akan menikah sekali saja,ia memberanikan diri memeluk dan memberi kenyamanan pada Ausky karena ia berpikir ia adalah pasangan halal,


Rasa cinta memang belum ada di hatinya untuk sang istri yang arogan itu, namun ia sungguh takut dengan murka Allah,ia sudah mengucapkan janji suci atas namaNYA, kini ia seorang suami yang tidak bisa lalai dengan tanggung jawabnya,


Hingga pagi saat subuh tiba Adrian belum bisa tertidur akhirnya ia bangun perlahan untuk menunaikan ibadah shalat subuh, setelah itu ia bergegas keluar kamar menuju dapur untuk memasak bubur,


" Pagi den, kok masak sendiri, kenapa tidak menunggu saya"


" Tidak apa bu, ini hari minggu, saya buat bubur untuk nona, semalam dia demam,jika pagi ini belum membaik aku akan membawanya ke rumah sakit"


" Apa? sebaiknya tuan Reno segera di beritahu, kalau nona sakit"!!


" Aku sudah menghubungi nomornya tapi tidak aktif"ya sudah aku bawa makanan ini ke kamar dulu, dan nanti aku akan minta tolong sama ibu jika tidak keberatan"


" Apa itu den, jika bisa saya akan lakukan, "


" Semalam aku tidak tidur menjaga nona, hari ini saya sedikit mual dan pusing mungkin masuk angin, jika bisa saya minta dikerok sama ibu"


" O alah kalau itu tentu bisa den jangan sungkan"


Adrian masuk ke kamar dan melihat istrinya sudah terbangun dan kepalnya bersandar pada sandaran ranjang,


" Kamu sudah bangun,aku buatkan bubur untukmu makanlah selagi hangat"!!


" Aku belum lapar, untuk apa repot mengurusku"


" Karena selama kamu masih istriku, kamu tanggung jawabku"


" Tidak usah berpura pura polos, aku akan minta daddy segera membayar pekerjaanmu menikah denganku, dan pergilah"

__ADS_1


" Ck, nona kamu ini sedang sakit, kalaupun mau marah marah kamu butuh tenaga, dan ingat bayi itu juga kelaparan, apa kau ingin membunuhnya perlahan, dia butuh nutrisi"


" Apa peduli mu terhadap bayiku, dia bukan anakmu"


" Keperdulian aku padanya karena dia juga berhak hidup nyaman, bahkan saat ini dia mungkin baru sebesar kepalan tangan, tapi dia butuh kasih sayang"


" Makanlah, atau aku suapi, setelah itu kalau mau melanjutkan marah marah kau sudah bertenaga kembali, aku sudah menghubungi dokter Khumaira, dia akan datang sebentar lagi"


Dengan malas Ausky menerima suapan demi suapan bubur yang dari tangan Adrian, dalam hati ia memang berharap yang memberikan perhatian saat kehamilannya adalah Abi, pria yang di cintainya, namun takdir berkata lain,


Ausky mendorong tangan Adrian yang masih ingin menyuapkan bubur itu lagi,


" Aku sudah kenyang"


Adrian merasa kecewa namun ia sudah lega ada makanan yang masuk ke dalam perutnya, tak lama kemudian pintu kamar di ketuk dan Adrian membuka nya, dokter cantik berhijab putih mengucap salam sebelum masuk,


*Assalamu'alaikum"


" Alaikum salam, silahkan masuk dok, istri saya sakit, semalam demamnya tinggi"


" Eh,, i,, i,, ya,, tuan,, maaf"


Dokter Khuma sesaat gugup saat menatap Adrian,sebentar ada rasa kagum melihat sosok Adrian, namun ia segera menundukkan wajah karena itu hal yang tidak pantas,


" Tuan boleh tetap disini"


Namun Adrian lebih dulu mendapat tatapan tajam dari istrinya seolah mengusir Adrian dari kamarnya, ia pun keluar,


Lima belas menit berlalu,


" Sakitnya apa parah dok, apa harus dibawa ke rumah sakit"


Adrian nampak cemas setelah dokter Khuma melakukan tugasnya, dan keluar dari kamar istrinya,


" Istri tuan harus istirahat total, ia harus bed rest,sampai janinnya benar benar kuat, dan jangan sampai ia mengalami stres, buat ibu hamil nyaman dan bahagia,saya akan memberikan resep obat dan vitamin untuk nyonya, tidak harus makan nasi jika ia tidak bisa, susu dan buah buahan bisa jadi pengganti"


" Baik dok terimakasih"


Dan lagi lagi dokter Khuma tidak sengaja menatap Adrian dengan gugup saat memberikan resep obat untuk istrinya, ia merasa canggung melihat tingkah dokter muda yang menurutnya sangat aneh,


" Saya pamit pulang semoga nyonya lekas sembuh, Assalamu'alaikum"


" Alaikum salam"

__ADS_1


" " Wah dokternya ayu tenan ya den, pasti beruntung pria yang dapatin dia, shalihah banget orangnya"


" Bu, ayu dan cantik itu relatif, bagi yang sudah beristri sepertiku, yang paling cantik tetap saja istriku"


" Betul den, kamu memang pria yang baik, bibi yakin nona lama lama akan luluh sama den Adrian, tapi ngomong ngomong apa aden tidak keberatan dengan bayi itu"


" Untuk apa ibu bertanya soal itu, jalan hidupku memang begini aku tetap bersyukur walau dia bukan darah dagingku bu, tapi aku tidak yakin dengan pernikahanku, nona selalu menuduhku melakukan pernikahan ini demi uang"


" Sabar den, berdoa dan berjuang demi kebenaran, pasti tuhan akan menolong, DIA tidak pernah tidur, yang baik dan yang buruk sama sama akan dapat balasannya masing masing, "


" Terima Kasih dukungannya bu, aku ke apotik dulu jaga istriku dulu"


Adrian pun bergegas keluar untuk menebus obat istrinya ke apotik,


Tanpa mereka sadari perbincangan mereka di dengar oleh Ausky yang sebenarnya ingin memanggil bi Rati agar membantunya ke kamar mandi,


" Apa nona butuh bantuan bibi"?


" Iya bi, aku ingin membersihkan tubuhku" tapi jawab jujur dulu pertanyaanku"?!


"Soal apa non"?


" Adrian,bagaimana menurutmu bi, apa dia jujur kalau dibilang tidak menerima uang dari daddy karena bersedia menikahi aku"


" Ya ampun non, den Adrian itu orang baik, dia tidak mau menerima semua tawaran dari tuan Reno, uang, juga mobil mewah dia tidak mau" ia ikhlas menikahi nona, dia orang yang taat agama, semua yang terjadi sudah jadi takdirnya, ia tidak pernah mengeluh"


" Tapi aku tidak menyukainya bi, aku mencintai ayah bayiku"


" Saya tau non, ini memang berat, tapi tolong non hargai sedikit saja pengorbanan den Adrian" dan lagi tuan Abi kini entah di pindah ke rumah sakit mana kita belum tau kan keadaanya"


Ausky mengelus perutnya, ia sedih dan stres hingga sakit karena tidak menemukan Abi di rumah sakit ia di rawat, pihak rumah sakit hanya memberi informasi kalau Abi di bawa keluarganya untuk berobat ke luar negri karena mengalami kelumpuhan pada kakinya saat ia sudah tersadar dari koma,


" Malang sekali nasibmu nak, kamu harusnya mendapat kasih sayang dari papi kamu, hiks,, hiks,,


" Sudah non, jangan nangis terus kasihan tu jabang bayi, ikutan sedih lihat maminya sedih, dia tak akan kekurangan kasih sayang seorang papi, jika nona menerima den Adrian, dia pasti menyayanginya saat sudah lahir nanti"


"Aku tidak tau bi, aku lelah memikirkan semua ini,bahkan daddy tidak menyayangi aku lagi, dia memilih tinggal di tempat lain"


" Tuan sangat menyayangi putrinya, tapi saat ini putrinya sudah bersuami, ia memang harus menyerahkan tanggung jawabnya pada suami nona, semalaman den Adrian tidak tidur, ia menjaga dan mengompres nona yang demam"


Ausly memang tidak ingat apapun ia hany merasa tubuhnya merasa lebih nyaman saat sudah bisa tertidur pulas,


Happy readingπŸ₯°πŸ˜

__ADS_1


TBC


__ADS_2