Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Kecupan pertama


__ADS_3

Dalam kebingungan pikirannya Abi tidak bisa berpikir jernih, ia merasa kesal sekaligus bersalah pada Aini, ia merasa menjadi sosok suami yang buruk, bahkan pernikahannya baru berumur lima hari tapi ia sudah mengabaikan sang istri,


Abi melihat ponsel sudah terisi lima persen, ia pun berusaha menghidupkan daya, perlahan layar ponsel menyala dan beberapa pesan masuk segera ia baca satu persatu.


Pesan dari nomor tak dikenal pun ia baca dan ia sangat terkejut setelah mengetahui isi pesan tersebut, tanpa pikir panjang ia segera menyambar jaket juga tas selempangnya dan bergegas pergi setelah memesan taxi online,


" Maafkan pria bodoh ini Nini, huh soga kamu baik baik saja"


Di dalam taxi Abi merutuki kebodohannya, ia juga sudah memesan tiket pesawat untuk kembali ke kota Yogyakarta, meski penerbangan tercepat tepat pukul 23,30, namun apa boleh buat ia harus menemui Aini yang sedang dirawat di rumah sakit di kota itu,


******


" Dasar sampah tidak berguna, aku mengeluarkan uang banyak namun tidak juga berhasil menyingkirkan wanita kampung itu"


Di apartemen miliknya Ausky menumpahkan kekesalannya karena misi memisahkan Aini dengan Abi gagal total, bahkan beberapa pesan untuk Abi belum dibaca, ia melempar barang barang yang ada di ruangan itu hingga semua hancur berantakan,


Setelah itu ia pun memutuskan untuk pergi ke bar terdekat mencari hiburan untuk melupakan rasa kecewanya,


Baru saja menginjakan kaki di mini bar yang lumayan rame, ia sudah di sambut tatapan menantang dari mata elang para pria di tempat itu, mereka meneguk Saliva dengan susah payah melihat gadis cantik berjalan memasuki bar sendirian, kulitnya yang putih bag porselen, bola matanya yang kecoklatan,bibirnya mungil dan ranum, hidung mancung,rambutnya ikal bergelombang dibiarkannya terurai bebas,


Sepatu boot warna hitam mendominasi rok pendek diatas lutut dan kaos tanpa lengan berwarna senada, jaket denim warna biru laut makin menambah kesan eksotik untuk Ausky


ia segera melambaikan tangan dan pelayan segera datang menghampiri mejanya,


" Selamat malam nona, mau pesan apa"


" Beri aku anggur terbaik di tempat ini"

__ADS_1


" Baiklah nona tunggu sebentar"pelayan pun pergi meninggalkan Ausky


" Bolehkah saya bergabung nona,kenalkan namaku Rico, apa nona sendirian saja"


" heem"


" Ausky enggan menjawab, ia sadar sepenuhnya yang ia inginkan saat ini hanya Abi, ia ingin Abi yang menemaninya, ia menatap malas pada pria yang ada di hadapannya saat ini,


Tak lama kemudian pelayan membawa anggur terbaik di bar itu, dan biasanya hanya konglomerat saja yang mampu membelinya,Sherry wine dari Spanyol itu memiliki kadar alkohol yang cukup keras bahkan kadarnya mencapai 21 persen,


" Seleramu tinggi juga nona, tapi tentu tidak enak minum sendiri, biar aku yang melayani"


Dari jauh sepasang mata sedang mengamati Ausky juga Rico,saat itu Ausky tidak mampu menolak, Rico terus menuang minuman itu kedalam gelasnya,


" Gadis itu sepertinya aku pernah melihat tapi dimana dan siapa" seorang pria berumur yang tak lain adalah Hans Ardiansyah terus saja mengamati ausky dari jauh,


*****


Ponsel Fahmi bergetar beberapa kali dan ia membuka pesan dengan rasa malas waktu masih menunjukan pukul 01,15.00,


Namun karena terus bergetar mau tak mau ia membuka pesan pesan itu, ia membacanya satu persatu dan mendengus kesal, ia juga menatap wajah Aini yang tertidur sangat pulas, karena efek obat, menarik selimutnya hingga keatas dada dan membetulkan anak rambut yang berantakan diatas kening Aini,


" Jika kamu tak bahagia datanglah padaku, aku selalu menantimu"


CUP


Fahmi memberanikan diri memberi satu kecupan pertama yang hangat di dahi dan kening Aini, sementara Monica tidur di atas sofa ruang rawat inap Aini,

__ADS_1


Fahmi kembali pada ponselnya dan membaca pesan pesan dari Abi,


(𝙉𝙞, 𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙠𝙚𝙖𝙙𝙖𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪, 𝙖𝙠𝙪 𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙥𝙚𝙧𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙟𝙪 𝙧𝙪𝙢𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙠𝙞𝙩")


" (𝙈𝙖𝙖𝙛𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙗𝙤𝙙𝙤𝙝 𝙞𝙣𝙞 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞𝙠𝙪"𝙖𝙠𝙪 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙗𝙖𝙞𝙠𝙖𝙣𝙢𝙪 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙝𝙖𝙢𝙥𝙞𝙧 𝙘𝙚𝙡𝙖𝙠𝙖 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙖𝙠 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙜𝙖𝙢𝙪")


"Orangnya tidur, jangan ganggu dia butuh istirahat, dasar pria tak berguna,"


Fahmi membalas pesan Abi dan mengumpat kesal, dan membaringkan tubuhnya di atas karpet plastik di lantai kamar itu,


Mereka bertiga pun tertidur lelap dan berada di alam mimpi masing masing, tidak ada yang menyadari kedatangan Abi di kamar itu dan ia sengaja diam duduk di kursi di depan bed hospital yang ditiduri Aini, ia menatap wajah sang istri yang ada beberapa perban di sana, tangan dan kakinya juga penuh luka meski tidak parah namun membuat Abi merasa iba dan bersalah,


Perdebatan kecil dengan staf penjaga bangsal VIP dan ia juga harus meninggalkan kartu indentitas di ruangan kantor rumah sakit tersebut akhirnya Abi bisa masuk ruangan rawat inap Aini,


*******


Assalamu'alaikum


👋kakak


👋emak


👋mbak, salam sehat, semangat baca, sampai tamat yah,


Janda pilihan mama, merupakan ide cerita saya sendiri, di tengah cerita juga ada pertarungan antar gangster dan siapa siapa pemimpinnya, ikuti terus, see you again, and thank you so much,


mohon dukungannya, dan sekecil apapun itu sangat berati buat penulis,salam

__ADS_1


TBC


__ADS_2