Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Hubungan terlarang


__ADS_3

" Kak, kasihan itu kak Abi di luar sendiri,bodyguard yang tadi ikut sudah pergi "


" Biarkan saja, aku tak perduli"


" Ingat kak, kakak sedang hamil, nanti dedek bayinya jadi ikutan jadi jutek kaya mamanya"


" Mana ada dia begitu'


" Adalah, mamanya saja jutek gitu di rahim kakak ia sudah merekam sifat sifat mamanya"


" Sudahlah, jangan berdebat, pria itu memang harus mendapat hukuman"


" Iya sih, tapi di dunia ini kita harus jadi pemaaf, tidak boleh jadi pendendam, kesalahan, keburukan itu terjadi atas ijin dan kehendak Tuhan semata"


PLOK PLOK PLOK


" Wah, wah ada ustadh kecil disini boleh dong denger tauziahnya"


" Hah, apaan sih om Ray, masuk bukannya salam malah tepuk tangan"


" Iya, iya aku salah, aku ulang dari luar rumah lagi"


Raymon berjalan menuju pintu dan berbalik lagi sambil mengucapkan salam sesuai perintah Adriana,


" Asalamualaikum,


"Alaikumsalam,


" Nah gitu dong,,


Dan mereka bertiga pun tertawa bersama dengan kekonyolan Ray dan Adriana"


"" Aku lihat tuan Abi ada di bawah pohon di halaman rumah, ingin aku sapa tapi ia tertidur di atas kursi rodanya,ini hampir hujan, apa dia tinggal disini sekarang"


" Lebih tepatnya hanya berkunjung"


" Apa dia dan nona Aini akan bersama lagi"


" Tidak, maaf aku akan kedalam badanku rasanya lelah,Dek kakak minta tolong layani tamu tamu kita untuk makan siang"


" Baik kak, istirahatlah aku akan siapkan makan siang,dan apa tuan Abi boleh makan siang juga"


" Dia juga tamu, jamu dia dengan baik juga"


Aini melangkah pergi ke kamarnya, ia pun masuk menutup pintu dan mendekati jendela, dan dari balik tirai jendela kamarnya yang tembus pandang ia menatap nanar pada sosok Abi sang suami yang masih pulas tertidur di bawah pohon,


" 𝘒𝘢𝘶 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘢𝘯𝘨𝘪𝘯

__ADS_1


𝘒𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘱𝘢 𝘫𝘪𝘸𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘮𝘱𝘢


𝘒𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘩𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘣𝘶


𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘬𝘢𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘮𝘶


𝘋𝘪𝘶𝘫𝘶𝘯𝘨 𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘬𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪


𝘛𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘥𝘶𝘭𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘶𝘴𝘶𝘳𝘪 𝘭𝘰𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘭𝘰𝘳𝘰𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘱𝘪


𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘬𝘶𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘵𝘪


𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘭𝘪𝘭𝘪𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘱𝘪


𝘎𝘰𝘳𝘦𝘴𝘢𝘯 𝘭𝘶𝘬𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘨𝘢


𝘒𝘢𝘶 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘪𝘳𝘢𝘮 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘢𝘪𝘳 𝘤𝘶𝘬𝘢


𝘛𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘣𝘦𝘵𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘢𝘬𝘪𝘵𝘯𝘺𝘢


Rintik hujan mulai turun, Aini masih berdiri dan melamun, ia juga melihat Fahmi mendorong kursi roda membawa masuk Abi kedalam rumah,


Angin mendadak berubah kencang dan membawa hembusan rasa dingin yang hampir menusuk tulang, Aini berbaring dan bergelung dalam selimut tebalnya hingga tertidur,


Diruang tengah Fahmi dan Raymon masih berbincang dan menunggu makan siang selesai disiapkan, sementara Abi dibawa masuk ke kamar tamu dan Adriana yang membawa makan siang juga makanan ala kadarnya ke kamarnya, Adriana tidak tega membiarkan Abi di abaikan oleh kakaknya, baginya kesalahan seseorang pantas dan harus dimaafkan, selagi dia mau berubah dan belajar memperbaiki diri,


Di sebuah rumah megah di tempat lain, seorang wanita yang masih cantik di usianya yang sudah berumur 43 tahun,sedang sibuk juga menyiapkan makan siang untuk putranya, meskipun ada pelayan namun ia senang melakukannya,


" Sayang ayo makan yang banyak aku sudah memasak mskanan kesukaan kamu"


" Tidak usah berlebihan, daripada kau sibuk mengurus aku, lebih baik kau urus suamimu yang tak berdaya itu"


" Armando, dia papa kamu uga, bukan hanya aku saja yang harus mengurusnya, kau juga punya andil untuk merawatnya,"


" Harusnya begitu, tapi ia juga tidak perduli padaku, jadi impas"


" Terserah kau saja,aku akan melakukan apapun asal kamu tidak lupa tugas kamu seperti biasanya, malam ini aku menunggumu"


Armando menyeringai nakal, ia tau apa yang diinginkan ibu tirinya,


Yunita, wanita itulah ibu tiri Armando, ia menikah dengan ayahnya,Wira Hermawan, sejak ia baru berumur 10 tahun, ibu kandungnya Defia Wijaya, meninggal karena kanker otak,


Yunita sangat menyayangi Armando sebagai obat rindunya pada putra putrinya yang ia titipkan pada kakak sepupunya karena ia harus bekerja di luar negeri, namun tidak di sangka sang majikan Wira Hermawan menyukainya dan ingin menikahinya,


Namun bertambah usia Wira pun mengalami gangguan kesehatan, ia lemah dan sakit sakitan,sebelumnya ia juga mengancam Yunita kalau ia akan menceraikannya jika Yunita masih mengirim uang untuk anak anaknya di kampung, dengan berat hati ia pun menyetujui syarat itu dan tidak pernah lagi mengirim uang,


Meskipun hati kecilnya menangis ia tetap memilih hidup mewah bersama Wira, dari pada harus kembali ke kampung,

__ADS_1


𝘧𝘭𝘢𝘴 𝘣𝘢𝘤𝘬 𝘰𝘯


𝘚𝘶𝘢𝘳𝘢 𝘨𝘦𝘭𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘸𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘵𝘶𝘮𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘴𝘪𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘯𝘶𝘩𝘪 𝘵𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘭𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘭𝘢𝘬𝘢𝘯𝘨 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘸𝘢𝘩 𝘞𝘪𝘳𝘢, 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘪𝘵𝘶 𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘈𝘳𝘮𝘢𝘯𝘥𝘰 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦 18 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯,𝘠𝘶𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘱𝘢𝘳𝘵𝘺 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘺𝘢𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢, 𝘮𝘦𝘴𝘬𝘪𝘱𝘶𝘯 𝘞𝘪𝘳𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘱𝘢 𝘫𝘶𝘴𝘵𝘳𝘶 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘭𝘮 𝘱𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘴𝘯𝘪𝘴 𝘥𝘪 𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘯𝘦𝘨𝘦𝘳𝘪,


𝘗𝘦𝘴𝘵𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘪𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘶𝘯 𝘩𝘢𝘮𝘱𝘪𝘳 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘭𝘢 𝘈𝘳𝘮𝘢𝘯𝘥𝘰 𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪 𝘱𝘶𝘴𝘪𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘥𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘢𝘯𝘦𝘩, 𝘴𝘶𝘩𝘶 𝘵𝘶𝘣𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘣𝘢𝘩 𝘱𝘢𝘯𝘢𝘴 𝘣𝘦𝘳𝘨𝘦𝘭𝘰𝘳𝘢, 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘶 𝘢𝘱𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘢𝘳𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢,


𝘠𝘶𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘦𝘳𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘦𝘩 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘱𝘶𝘵𝘳𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘣𝘶𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵,


" 𝘈𝘥𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨, 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘢𝘯𝘦𝘩, 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘱𝘶𝘴𝘪𝘯𝘨 𝘢𝘺𝘰 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘮𝘪𝘯𝘶𝘮 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬, 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘪𝘢𝘴𝘢"


" 𝘔𝘢, 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘱𝘢𝘯𝘢𝘴 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪,


𝘠𝘶𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘴𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘴𝘪𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘶𝘣𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘮𝘢𝘶 𝘵𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘱𝘢𝘩 𝘱𝘶𝘵𝘳𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘶 𝘮𝘪𝘯𝘶𝘮𝘢𝘯,


𝘐𝘢 𝘮𝘳𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘈𝘳𝘮𝘢𝘯𝘥𝘰 𝘬𝘦 𝘳𝘢𝘯𝘫𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘪𝘯𝘨 𝘻𝘪𝘴𝘦 𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘯𝘺𝘢, 𝘯𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘩𝘢𝘭 𝘵𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘥𝘶𝘨𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪, 𝘈𝘳𝘮𝘢𝘯𝘥𝘰 𝘫𝘶𝘴𝘵𝘳𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘳𝘪𝘬 𝘵𝘶𝘣𝘶𝘩 𝘠𝘶𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘪𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘵𝘶𝘩 𝘥𝘪 𝘢𝘵𝘢𝘴 𝘵𝘶𝘣𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢,


" 𝘔𝘢, 𝘵𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘶, 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘢𝘬𝘪𝘵 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘮𝘢, 𝘢𝘺𝘰𝘭𝘢𝘩, 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘩𝘢𝘯,


" 𝘈, 𝘢𝘱𝘢 𝘮𝘢𝘬𝘴𝘶𝘥 𝘬𝘢𝘮𝘶, 𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘯𝘶𝘮 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘯𝘺𝘢,


𝘛𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘦𝘵𝘶𝘫𝘶𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘠𝘶𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘱𝘳𝘪𝘢 𝘮𝘶𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘨𝘦𝘯𝘢𝘱 18 𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘶𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘮𝘢𝘩 𝘵𝘪𝘢𝘱 𝘪𝘯𝘤𝘩 𝘵𝘶𝘣𝘶𝘩 𝘪𝘣𝘶 𝘵𝘪𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢, 𝘠𝘶𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘬𝘶𝘢𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘰𝘭𝘢𝘬, 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘞𝘪𝘳𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘴𝘪𝘣𝘶𝘬 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘴𝘯𝘪𝘴𝘯𝘺𝘢, 𝘪𝘢 𝘫𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘶𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢, 𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘯𝘵𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘈𝘳𝘮𝘢𝘯𝘥𝘰, 𝘵𝘶𝘣𝘶𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘪𝘬𝘶𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘬𝘢𝘳 𝘨𝘢𝘪𝘳𝘢𝘩, 𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘣𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘶𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘥𝘪𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢,


𝘈𝘳𝘮𝘢𝘯𝘥𝘰 𝘱𝘶𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘯𝘵𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘴𝘳𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘵𝘢𝘱𝘢 𝘯𝘪𝘬𝘮𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘦𝘣𝘢𝘩 𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬 𝘮𝘢𝘮𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘣𝘶𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢, 𝘢𝘱𝘢𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘠𝘶𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘳𝘶𝘵𝘪𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘳𝘢𝘨𝘢 𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘬𝘶𝘭𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘬𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘨𝘢𝘳,𝘮𝘦𝘴𝘬𝘪𝘱𝘶𝘯 𝘶𝘮𝘶𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘶𝘥𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘯𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘪𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘮𝘢𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘣𝘳𝘶𝘵𝘢𝘭 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘵𝘪𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘵𝘢𝘬 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘦𝘭𝘢𝘩,


𝘚𝘦𝘫𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘫𝘢𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘈𝘳𝘮𝘢𝘯𝘥𝘰 𝘥𝘢𝘯 𝘠𝘶𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘬𝘦𝘵𝘢𝘨𝘪𝘩𝘢𝘯, 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘶𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘥𝘪𝘢𝘮 𝘥𝘪𝘢𝘮 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘭 𝘪𝘵𝘶 𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳 𝘮𝘢𝘯𝘥𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳 𝘈𝘳𝘮𝘢𝘯𝘥𝘰, 𝘩𝘶𝘣𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘶𝘯 𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘬𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘪𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶𝘭𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘣 𝘈𝘭𝘢𝘯𝘢 𝘑𝘢𝘯𝘦𝘵𝘵𝘢 𝘬𝘦𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘈𝘳𝘮𝘢𝘯𝘥𝘰 𝘴𝘺𝘩𝘰𝘬 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘵𝘢𝘯𝘱𝘢 𝘴𝘦𝘯𝘨𝘢𝘫𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘥𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘢𝘳, 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘥𝘪𝘩 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘬𝘦𝘯𝘥𝘢𝘳𝘢𝘪 𝘈𝘭𝘢𝘯𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘣𝘳𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘢𝘵𝘢𝘴 𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘩𝘢𝘴, 𝘯𝘺𝘢𝘸𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘵𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨


𝘧𝘭𝘢𝘴 𝘣𝘢𝘤𝘬 𝘰𝘧


" Mam, aku lelah, sudah ya,


" Benarkah, kita lihat ya,,


Sesuatu yang sudah hmpir lemas itu pun seketika berdiri tegak lagi saat lidah Yunita bergerak dan bermain lincah di bawah sana,


" Agrh,, ma,, kau memang luar biasa,,


Akhirnya pergumulan panas itu terjadi lagi untuk kesekian kalinya, hingga keduanya lemas,


" Aku tidak rela jika kamu dimiliki wanita lain sayang, maafkan mama,, kamu tempat mama menumpahkan segalanya,, kamu akan jadi milik mama selamanya"


Yunita tersenyum puas dan menciumi dada kekar milik Armando yang sedang tertidur, dan ia pun bergegas membersihkan diri karena harus mengurus Wira yang terbaring lemah di rumah sakit,


𝙝𝙖𝙥𝙥𝙮 𝙧𝙚𝙖𝙙𝙞𝙣𝙜, 🥰🥰🥰


𝙨𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙝𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩,, 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩☺😃


jangan lupa tinggalkan jejak,

__ADS_1


Tbc


__ADS_2