Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Sebuah rasa


__ADS_3

"kalau kau datang hanya untuk menyakitinya, serahkan dia padaku"


Monica berbicara ketus saat melihat Abi memeluk Aini.


"Sudahlah Monica ini urusan rumah tanggaku, biarkan kami yang menyelesaikan nya"


"Tapi aku tidak rela melihat Aini disakiti pria brengsek ini"


"Cukup Monica sebaiknya kita pergi!!"Fahmi menimpali,


Fahmi yang melihat ketegangan antara Monica dan Abi pun angkat bicara dan mengajak Monica pergi dari rumah Adrian


"Sebaiknya kita duduk dan bicara baik baik tuan"maaf, saya hanya bisa memberikan teh"


Adrian pun menjadi canggung dan mencoba melerai ketegangan di antara tamu tamu nya.


" Kak Fahmi dan Monica sebaiknya kita duduk dulu, kita sedang ada di rumah orang tidak pantas bertengkar disini. Aku akan tetap pulang bersama suamiku, terimakasih untuk perjuangannya dalam mencari ku, aku tidak akan melupakannya, "


" Maafkan aku kak, aku menyayangimu sebagai kakak sungguhan jadi aku tidak rela kak Aini terus di sakitnya"


" Minum dulu tehnya,tuan dan nona,"


Lagi lagi Adrian menyela ketegangan di antara tamu tamunya, sesaat Monica melirik Adrian yang sungguh terlihat bijaksana dalam berbicara, bahkan sesaat pandangan matanya beradu dan membuat keduanya langsung membuang arah pandangan, karena merasa aneh dan malu sendiri,


" Maafkan aku, aku suami yang buruk untuk istriku dan Monica tentu benar jika ia khawatir dengan sahabatnya" tapi aku akan tetap membawa Aini pulang bersamaku karena dia istriku"


" Tuan Adrian dan nona Adriana terimakasih sudah menolong istri saya, dan ini sedikit rejeki untuk kalian mohon jangan di tolak"


Abi mengeluarkan amplop coklat yang cukup tebal dan meletakkannya di di atas meja"


" Sebagai manusia kita wajib tolong menolong tuan, ini bukan apa apa" saya tidak meminta imbalan,"


Aini pun meyakinkan Adrian untuk menerima sedikit rejeki itu, dan akhirnya Adrian pun mengalah, ia menerimanya meski dengan rasa malu,


" Bisakah aku menumpang ke kamar mandi sebentar Ni"Abi bicara dan menoleh pada sang istri,


" Aku akan mengantarmu kak"


Aini membawa Abi masuk untuk menuju kamar mandi yang ada di belakang rumah Adrian, namun saat melewati ruang tengah Abi tidak sengaja melihat foto seorang pria yang ia kenal, dan dalam foto itu pria yang ia kenal bersama seorang wanita,


" Tuan Moreno Sungkar"


Abi bicara sedikit menggumam dan Aini pun segera bertanya.


" Ada apa kak, ayolah katanya ingin ke kamar mandi"

__ADS_1


Abi pun hanya bertanya tanya dalam hati ada hubungan apa Adrian dan Moreno ayahnya Ausky


Setelah di rasa cukup Fahmi pun mengakhiri perbincangan di antara mereka,


Mereka pun berpamitan pada tuan rumah,Adriana memeluk Aini dengan perasaan haru dan sedih, dan entah apa yang mereka rasakan sesaat ada butiran air mata terjatuh di pipi mereka masing masing, sebelum masuk kedalam mobil masing masing Fahmi sengaja mendekati Abi sebentar dan berdiri tanpa jarak,


Setengah berbisik Fahmi pun mengatakan sesuatu pada Abi,


" Sekali lagi aku tau kau menyakiti Aini, aku pastikan kau akan kehilangan dia untuk selamanya"


" Memangnya kau siapanya Aini sehingga berani mengancam ku"


" Suatu saat nanti kau akan tau"


Fahmi pun maju dan melangkah maju untuk memasuki mobilnya, Monica pun berjalan melewati Abi dan menyeringai tajam ke arahnya, sebelum masuk ke dalam mobilnya


Kedua mobil pun bergerak meninggalkan rumah Adrian, dalam perjalanan Abi terus menggenggam tangan Aini dan sesekali melirik ke arah wajah sang istri sambil melempar senyuman manis,


" Ada apa kak, kok senyum senyum begitu, aneh"


" Senyum kan sedekah, memangnya ga boleh senyum sama istri" aku berharap istriku memiliki stok maaf yang banyak untuk ku yang masih selalu menyakitimu"


" Aku, sebenarnya,, bingung, tapi entahlah,, aku tidak tau perasaan kak Abi,


Aini hanya berkata dengan canggung dan menundukkan wajah, bagaimana mungkin dia melupakan bahwasannya sang suami lebih sering pergi dengan mantan kekasihnya dari pada menemaninya,


Aini hanya terdiam menunduk,ia sangat sakit mendengar pernyataan suaminya,


" Paling tidak apa kak Abi bermaksud mempertahankan pernikahan ini dan belajar menerimaku"


" Tentu saja, jangan pernah bicara perpisahan,"kita hanya butuh waktu"


" Kenapa berhenti kak, "


" " Lihat pakaianmu, bahkan kamu tidak,memakai alas kaki, kita beli baju dan sepatu untukmu dulu,,dan kita akan berhenti untuk makan siang"


" Terserah kak Abi, aku bersyukur ada yang menolongku, Adrian dan Adriana sangat baik padaku meskipun mereka bukan orang berada"


" Iya" mulai sekarang jangan pergi di malam hari lagi" apalagi tanpa aku"


Aini tidak menjawab dan saat yang sama Abi menepikan mobilnya di depan sebuah butik, ia mendekati sang istri untuk membukakan seatbelt namun wajah yang begitu dekat membuat keduanya saling menatap dan Abi pun menempelkan bibirnya pada bibir sang istri yang ranum tanpa lipstik,


Keduanya terbawa suasana karena ada kerinduan yang tak terkatakan dalam hati masing masing, Abi terus ******* bibir itu dan satu tangan mulai menahan tengkuk Aini agar ciuman tidak terlepas dan semakin dalam, Aini pun mulai membuka diri dan membalas ciuman panas sang suami yang mendadak itu, namun suara klakson mobil yang melewatinya membuyarkan kegiatan panas mereka, Abi pun melepaskan ciumannya perlahan dan tersenyum,


" Diam di tempat aku akan menggendong istriku, kakimu masih sakit dan tidak memakai sepatu"

__ADS_1


Abi keluar lebih dulu membukakan pintu mobil untuk sang istri dan mengangkat tubuhnya ala bridal style dan membawa masuk ke dalam butik, sebenarnya Aini sangat malu namun keinginan suaminya bagai sebuah perintah, dan sesaat hatinya menghangat dengan perlakuan sang suami,


Setelah kegiatan di butik selesai, Abi kembali melajukan mobilnya mencari restoran untuk makan siang, kembali Abi memperlakukan sang istri dengan sangat manis, bahkan Abi sesekali menyuap makanan ke dalam mulut sang istri, sangat sangat romantis, hampir semua mata pengunjung tertuju pada kedua sejoli itu,


Namun lagi lagi ponsel Abi berdering dan di layar sudah tertera sebuah nama yang tak asing,membuat suasana kembali tidak nyaman,


" Angkat saja kak, siapa tahu itu penting"


" Biarkan dulu, kita selesaikan makan siang kita"


Abi mengabaikan panggilan itu meski ponselnya tetap berdering,


Aini hanya mengangguk dan suasana kembali canggung tidak ada pembicaraan lagi hingga makanan habis dan kembali melanjutkan perjalanan,


( ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ


๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ


๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ช


๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข


๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ


๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข


๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข


๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ด๐˜ต๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ช๐˜ฑ๐˜ต๐˜ข


๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข


๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ถ


๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข


๐˜ฃ๐˜ช๐˜ข๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉiri


*****


Assalamu'alaikum


๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ™‹๐Ÿ™‹,hai readers tersayang,


salam sehat, salam hangat, semangat baca, dan mohon hadiahnya, terima kasih ๐Ÿ˜˜๐Ÿ’•๐Ÿ’•

__ADS_1


Tbc


__ADS_2