
Aini memasuki lift dan Abi pun berlari kecil saat pintu lift hampir tertutup, ia segera masuk dan meraih jemari sang istri dan menyematkan jarinya sendiri kedalam genggamannya,
Ting
Brankar besi itu pun berhenti di lantai dasar, Abi belum melepaskan genggaman tangannya dari jemari sang istri,
" Ni kamu mau makan apa hem"?
" Apa saja bagiku semua sama asal perut lapar semuanya terasa nikmat"
" Bagaimana kalau kita makan nasi liwet dan sayur gudeg, katanya enak karena itu makanan khas Jogja"
" Di dekat sini mana ada yang jualan makanan itu, jam makan siang kita sudah telat perutku hampir sakit"
" Baiklah, kita makan seadanya saja di cafe depan"
" Makan nasi padang saja kak enak, makanan cafe kurang pas di lidahku,"
Abi pun mengalah, namun warung masakan padang yang dituju sangat rame, hingga duduk berdesakan, ternyata warung itu bukan hanya menyediakan makanan, yang membuat pengunjung menyukainya karena selain bisa menikmati masakannya yang lezat, warung itu menyediakan sound sistem untuk ber karaoke ria, ide di kepala Aini tiba tiba muncul,
" Kak, menunggu pesanan aku boleh menyanyi ya"
" Emang bisa, aku belum pernah dengar"
" Yah, coba coba aja kak, siapa tau ada produser lewat"
" Hah, kau ini ada ada saja, mana ada produser lewat warung padang"
Abi memandang gemas tingkah sang istri yang lucu dan polos, ia pun mengiyakan Aini menyanyi,
Operator menyapa dengan ramah, dan dia juga masih sangat muda,
" Mau uji coba suara kak, silahkan mau nyanyi lagu apa"?
" Iya, adakah musik akustik saja, lagunya Ariel, Yang Terdalam, "
" Wah, boleh kak, itu juga lagu favoritku, aku iringi pakai gitar aja boleh ga kak"
" Oke, kita mulai, karena perutku sudah lapar juga mau makan"
Semua pengunjung mulai fokus menatap Aini yang cantik sederhana itu mulai menyanyi,
( 𝙠𝙪𝙡𝙚𝙥𝙖𝙨 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙪𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣
𝙏𝙖𝙠 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙪𝙪𝙡𝙖𝙣𝙜𝙞
𝙈𝙖𝙖𝙛𝙠𝙖𝙣 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙠𝙖𝙪 𝙠𝙪𝙨𝙖𝙮𝙖𝙣𝙜𝙞
𝘿𝙖𝙣 𝙗𝙞𝙡𝙖 𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞
𝙋𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝𝙠𝙖𝙝 𝙚𝙣𝙜𝙠𝙖𝙪 𝙘𝙤𝙗𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙚𝙧𝙩𝙞
__ADS_1
𝙇𝙞𝙝𝙖𝙩𝙡𝙖𝙝 𝙠𝙪 𝙙𝙞𝙨𝙞𝙣𝙞
𝙈𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣𝙠𝙖𝙝 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙢𝙞𝙢𝙥𝙞
𝘿𝙖𝙣 𝙗𝙞𝙡𝙖 𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞
𝙏𝙖𝙠 𝙠𝙖𝙣 𝙡𝙚𝙡𝙖𝙝
𝘼𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞
𝙏𝙖𝙠 𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖𝙠𝙪 𝙞𝙣𝙞
𝙃𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙪 𝙩𝙖𝙠 𝙠𝙚𝙢𝙗𝙖𝙡𝙞
𝙆𝙖𝙣 𝙠𝙪 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙨𝙖𝙟𝙖
𝙆𝙖𝙪 𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙩𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖𝙡𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢
𝙃𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙩𝙞𝙖𝙙𝙖 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙨𝙞𝙨𝙖 𝙙𝙞 𝙟𝙞𝙬𝙖)
Prok prok prok
Entah suara Aini yang mengalun merdu, entah lagunya yang sendu dan mendalam, tiba tiba saja semua pengunjung memberikan tepuk tangan meriah untuk Aini,
" Wah,, suara kakak merdu sekali saya jadi baper denger lagu ini"
" Ah terimakasih biasa saja, saya makan dulu"
" Aini Rahmawati"
" Terimakasih kak, ini kartu namaku, semoga kita bisa bertemu lagi"
Aini kembali ke tempat duduk dan lumayan beberapa pengunjung telah keluar dan ia pun bisa duduk berdua dengan sang suami.
" Kak, gimana suaraku,"?
" Bagus,aku rasa aku sudah menikahi seorang penyanyi"lagu itu kamu tujukan pada siapa"
" Untuk seseorang, semoga dia mengerti isi hatiku meskipun lewat lagu"
DEG
Hati Abi seketika berdenyut, namun ia cepat menyembunyikan kegelisahan hatinya, ia tau Aini terluka bahkan Aini juga belum mendapatkan hak nya sebagai seorang istri,
" Makanlah yang banyak, aku tak mau melihatmu kurus begitu nanti mama marah dikira aku pelit"
" Kalau aku gemuk kakak akan semakin jauh, bukan dan itu mungkin alasan tepat untuk sering meninggalkan aku"?
JlEP
Lagi lagi Abi hanya bisa di buat diam oleh perkataan istrinya, mereka melanjutkan makan dengan diam seperti mengheningkan cipta,
__ADS_1
Namu belum juga selesai ponsel Abi berdering memecah kesunyian hati mereka berdua,
Abi sengaja tidak menggubris panggilan itu karena saat meliriknya Abi sudah tau si pemanggil itu siapa,
" Di angkat saja kak, mungkin penting"
" Ni, kamu harus ikut ke rumah sakit, dan kita terpaksa kembali ke Jakarta bertiga "
" Aku tidak yakin dengan diriku kak, maaf, aku tidak bisa, kita akan bertemu di rumah mama dan selesaikan urusan kak Abi"
" Kamu ingin aku mendapatkan masalah dari mama"?
" Aku tidak akan mengatakan apapun tentang suamiku jika hal itu di anggap rahasia olehnya"
" Nini, maafkan suamimu ini, semoga kamu terus diberi kesempatan yang panjang untuk selalu memaafkan aku"
" Aku akan kembali ke hotel, tapi sebelumnya aku akan cari oleh oleh dulu untuk mama" kabari aku jam penerbangan pesawatnya, nanti aku berangkat dengan taxi"
" Tidak, kamu istriku, dan tetap tujukan pada semua orang kalau kamu istriku"
" Aku istri kak Abi, aku tau itu, tapi sementara kak Abi masih ingin mengurus teman kak Abi itu, anggaplah aku teman yang tidak pantas ikut campur urusan kak Abi"
Aini terus berdamai dengan keadaan, bulan madunya terganggu karena wanita lain ada di tengah tengah dia dan suaminya, meskipun Abi tidak menjelaskan siapa wanita itu, namun naluri alamiah seorang istri tak bisa di hindari, Abi dan Ausky bukan sekedar teman.
Aini hanya bisa pasrah pada sang pencipta sang pengatur kehidupannya,tentang pernikahan keduanya yang baru saja dimulai dan sudah terombang ambing,
Aini memutuskan pergi sendiri ke toko pusat oleh oleh, dan Abi pun pergi ke rumah sakit untuk menjemput Ausky yang sudah diijinkan pulang oleh dokter,
" Sayang, kamu sudah datang, aku hampir gila menunggumu,mengapa tak menjawab panggilanku"
Ausky mendekati Abi dan mengalungkan kedua tangannya di leher Abi dan menatapnya dengan intens,
Abi pun tak kuasa menahan gejolaknya bahwa benih cinta itu masih ada tersimpan untuk gadis cantik di depannya itu. ia pun reflek mengecup dahi dan kening Ausky dengan lembut dan sangat dalam.
" Sayang, aku merindukanmu" kita kembali ke hotel dan aku ingin kita,,,, "
TING TING TING,,
Ponsel Abi berdering dan menghentikan aktifitas dan kata kata Ausky.. Abi pun melihat layar ponsel dan ternyata dari mamanya. Abi mengurai tubuhnya yang sudah sangat dekat dengan Ausky dan menerima panggilan itu.
" Ya hallo, ma"
******
Assalamu'alaikum.
👋👋👋 readers, apalah arti penulis tanpa pembaca, , lanjut ceritanya dan mohon dukungannya,
Salam hangat salam sehat,, wasalam,
Rahma,
__ADS_1
TBC