
Suara azan subuh berkumandang dari masjid yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan mansion Moreno, Adrian menguap dang sedikit bergerak karena merasa badannya agak kaku bahkan pahanya merasa kebas karena semalaman menahan kepala dan sebagian tubuh istrinya,
Ia memberanikan diri membangunkan Ausky namun bertameng seolah membangunkan baby di dalam perut istrinya,
" Sayang,ini sudah subuh, bangunlah baby,,papa harus shalat berjamaah hem,,
Adrian bicara pelan dan mengelus perut istrinya hingga sontak membangunkan sang empunya karena pergerakan baby dari dalam perutnya yang tiba tiba dirasakannya,
" Mengapa kau tidak membangunkan aku agar tidur di kamar hah"
Ausky mengerjapkan matanya dengan malas karena rasa kantuk yang masih mendera,namun ia masih diam tak bergerak,
" Aku takut nona terbangun dan susah tidur lagi" mau bangun apa mau baringan di pangkuanku terus hem"
" Ya ampun"
Seketika wajah Ausky seperti panas terbakar, ia sangat malu dan mungkin saat ini pipinya sudah kemerahan karena saking malunya menyadari kalau kepalanya masih di atas paha Adrian, ia pun segera bangun dan di bantu Adrian, ia pun pergi begitu saja dari depan Adrian dan masuk ke dalam kamar menyembunyikan wajahnya di dalam selimut,
Adrian hanya mengulum senyuman melihat tingkah istrinya yang menggemaskan,
*****
Sementara itu Aini dan Adriana sedang menikmati sarapan pagi berdua seperti biasa, mereka seperti kakak beradik yang saling menyayangi,
" Wah semalam kakak cantik banget, apalagi bajunya couple dengan om Fahmi,seperti pasangan romantis di novel novel hem"
" Ah kamu bisa saja dek, kakak mana bisa jadi pasangan romantis dengan om Fahmi,dia masih single, kakak hanya....
" Om Fahmi itu sepertinya tulus sama kakak, aku bisa melihat itu"
" Ck, sudah habiskan sarapanmu, dan kakak juga gak nyangka kamu bisa datang juga ke acara pesta itu dengan om Raymon" ada apakah dengan kalian ha yo,, "???
" A- aku ga ada apa apa kok, cuma jalan saja, om Ray mengantarku melihat kampus tempat kuliahku nanti, dan diajak ke pesta karena kebetulan saja"
" Om Ray pengacara handal terkenal banyak kasus yang sukses di tangannya, namun ia juga terkenal dingin dengan wanita, bahkan pernah ada rumor,, kalau om Ray penyuka sesama pria"
" Hahhhh uhuk uhuk"""
Adriana tersedak dan tercekat hingga susah menelan makanannya mendengar penuturan Aini,
" Ini minum, pelan pelan makannya, dan ingat jangan menanyakannya pada om Ray"
" Tentu saja kak, mana mungkin aku bertanya hal itu"
" Semoga rumor itu tidak benar, dan aku berharap om Ray sudah menemukan wanita yang bisa melelehkan sikap dinginnya"
" Siapa wanita itu kak, apa ia akan kuat menghadapi pria seperti itu"!!!
" Wanita itu ada di hadapanku saat ini, hem"
Aini terkekeh dan pergi meninggalkan Adriana yang masih membeku di tempat duduknya,
Setelah sarapan Adriana masuk ke dalam kamarnya bersiap menuju tempat kerjanya, gamis warna navy dan hijab warna putih berkibar di terpa angin saat melintasi halaman luas yayasan sosial milik almarhum Agastya,
__ADS_1
Sepasang mata menatap dari dalam mobil dan tersenyum lebar,
" Gadis kecil itu ah, membuatku jadi bodoh begini, harusnya aku sudah sampai kantor, tapi gara gara dia huh, aku bisa gila"
Raymon memutar arah mobilnya setelah punggung gadis itu tak terlihat lagi, dan membelah jalanan kota menuju kantornya,
π§ππ’π΄ π£π’π€π¬ on
" Wah kampusnya besar dan megah, pasti biayanya mahal om, aku kasihan mas Adrian yang cari uang,"
" Kamu fokus sama pendidikan kamu saja soal biaya pasti ada jalan, kakak kamu pasti bangga jika kamu berprestasi nantinya"
" Aku ingin sekali bertemu sama mas Adrian tapi dia sibuk terus, apa sebaiknya aku yang ke tempatnya saja tapi dimana tempat ia bekerja"
" Kamu hubungi dan tanyakan alamatnya, kalau ada waktu akan aku antar kamu menemuinya"
" Aku akan belajar mandiri tidak merepotkan orang terus om"
" Ini Jakarta Ana, bukan kampung, kamu yakin bisa pergi sendiri"?
" Untuk itu aku akan belajar mengenal kota ini dan seluk beluknya"
" Ya terserah kamu asal hati hati jangan gampang percaya dengan orang yang belum kamu kenal, dan malam nanti aku akan mengajak kamu ke pesta ultah teman SMA dulu, aku harap kamu tidak menolak"
" Tapi aku harus pulang dan minta ijin dulu dengan kak Aini"
" Aku akan mengirim pesan jangan khawatir"!!!
" Aku juga harus berganti baju, masak ke pesta,,,
" Kita mau kemana lagi om, ini hampir magrib"
" Apa kamu mau,,
" Apa om tidak sholat,, maaf maksud aku apa"?
" Aku juga muslim tapi jujur aku bukan orang yang taat beribadah hehe,,
" Seorang pria kelak jika sudah berkeluarga akan menjadi seorang khalifah,harus bisa kasih contoh yang baik dong"!!!
" Hem,, maukah kamu mengajari aku"
" Mengajari apa maksudnya, om kan lebih tua dari pada aku"
" Apa aku terlihat sangat tua di hadapanmu"
" Eh- bu- bukan begitu, maksudku om kan lebih berpengalaman dari pada aku"
" Pengalamanku membela kasus seseorang bukan tentang agama apalagi baca al ' qur'an, aku hanya hafal al fatikhah, al ikhlas, sama an nass saja,
Adriana terkekeh mendengar kejujuran pria dewasa di hadapannya itu, sedangkan Raymon membuang pandangannya ke arah lain karena malu,
"'Stop, stop, stop itu masjid om berhenti"
__ADS_1
" Iya, nona cantik maaf"
Raymon menghentikan mobilnya di bahu jalan turun lebih dulu dan berjalan memutar membukakan pintu untuk Adriana,
Setelah selesai menunaikan ibadah sholat magrib Raymon membawa Adriana masuk kedalam butik yang luas dan mewah, pegawai segera menunduk hormat dan menyapa mereka berdua,
" Selamat malam tuan dan nona, ada uang bisa saya bantu "
" Pilihkan dia dress yang bagus untuk pesta,"
" Om, apaan sih ini,, ini butik berkelas elit, harganya pasti mahal, apa om yakin"
" Pilih baju yang kamu sukai, jangan khawatir aku yang bayar"
" Mari nona ikut saya, saya yakin anda mencari busana muslim, di sana tempatnya,"
Adriana memandang Raymon dan di angguki saja olehnya hingga ia pun mengikuti pegawai tersebut, hingga setiap saat matanya membola melihat label harga yang menurutnya sangat mahal,
" Ya allah mbak ini benar harga 4,5 juta sudah harga paling murah"??
" Benar nona, yang di atas itu harganya lima juta ke atas, apa nona mau mencobanya"!!
" Ah tidak mbak, saya tidak jadi membeli,"
Adriana yang kembali ke tempat Raymon menunggunya dan mendapat tatapan heran karena dia keluar tanpa membawa apapun.
" Apa yang terjadi, kenapa tidak membeli apapun, apa tidak ada yang cocok"
" Em, bu,, bukan begitu om, tapi"
" Ck, ayo ikut, "
Raymon segera menggandeng tangan Adriana dan membawanya kembali masuk ke ruangan khusus gaun gaun muslim.
" Mbak ambilkan itu yang warna pink"
" Baik tuan, ini warna dusty ini lebih kalem daripada pink, mari nona saya bantu mencobanya"
Adriana tidak bisa menolak takut mempermalukan pria dewasa yang kini ada dihadapannya,
Beberapa saat kemudian Adriana sudah keluar dari ruang ganti, dan Raymon langsung memandang takjub, gamis warna dusty itu memang sudah mencuri perhatiannya dan berpikir sendiri jika Adriana memakainya pasti pas dan indah dengan bentuk tubuhnya yang mungil,
" Bagaimana tuan, ini sangat bagus dan pas di tubuh nona muda, kulitnya yang bersih dan putih menambah warnanya menjadi serasi"
" Baiklah, saya beli yang ini,"
Setelah membayar gaun itu dengan kartu berwarna gold, Adriana diajak masuk lagi ke dalam mobil dan berhenti lagi di toko sepatu,
" Om ini berlebihan, gaun itu sudah sangat mahal, kenapa harus beli sepatu, apa maksud om"
" Jangan menolak rejeki, tidak baik, maksudku hanya ingin membelikan kamu karena kita mau ke pesta dan jika pulang lagi akan memakan waktu lama, jadi aku yang bertanggung jawab, "
Adriana hanya melongo saat di toko sepatu Raymon berjongkok dan memasangkan sepasang sepatu di kakinya, jantungnya berdegup semakin kencang, seumur hidupnya ia belum pernah di perlakukan seperti itu apalagi dari seorang pria,
__ADS_1
******
Happy Readingπ₯°π₯°π₯°