Janda Pilihan Mama

Janda Pilihan Mama
Istri sah vs ulat bulu


__ADS_3

Ausky yang merasa lelah dan mengantuk segera membersihkan tubuhnya setelahnya ia membaringkan badan di atas ranjang dan terlelap begitu saja,


Sementara Moreno sedang menasehati menantunya Adrian di ruang tengah bersama asistennya Bastian,


" Mulai sekarang kamu harus mengurus putriku, dia sudah jadi tanggung jawabmu, dekati dia perlahan, dia gadis penurut hanya sikapnya memang keras kepala"


" Maaf tuan kalau saya lancang, bukankah pernikahan ini hanya untuk status saja, saya tidak yakin dia akan mendengarkan saya,dia pasti sangat membenci saya"


" Ubah pola pikir kamu, aku akan berikan apapun padamu jika itu bisa, tapi terimalah dia tulus sebagai istrimu, terlebih anak dalam rahimnya meskipun dia bukan anak kandungmu*


" Pernikahan ini terlalu cepat bagi saya, sebelumnya saya belum pernah mengenal dan berhubungan dengan wanita, saya tidak tau harus bagaimana, tapi saya sudah mengucap janji suci atas nama tuhan,itu artinya siap tidak siap saya harus bertanggung jawab sebagai suami"


" Sikapmu itu yang membuat aku percaya dan memilihmu, aku berharap kamu bisa menerima kekurangan istrimu, namun aku juga tidak akan memaksa jika sampai bayi itu lahir kalian memang tidak bisa aku juga bisa apa mungkin bukan jodoh"


" Satu hal lagi, mulai besok kamu harus belajar banyak hal untuk bisa bergabung di perusahaan,Bastian akan mengajarimu, kau juga harus melanjutkan pendidikanmu untuk bisa lebih maju hingga saat aku tidak mampu berdiri lagi kamu yang akan bertanggung jawab"


" Tapi, tu- tuan, saya hanya,, itu tidak mungkin"


" Aku bukan tuanmu lagi, panggil aku daddy aku mertuamu, aku tidak butuh bantahan, jika suatu saat nanti kalian memang tidak berjodoh kamu tetap menantuku kamu tetap harus berkontribusi di perusahaan aku"


" Sekarang masuklah ke kamar putriku, kamarmu sudah aku kunci dan aku tidak akan memberikan kuncinya" lakukan tugas dan tanggung jawabmu mulai sekarang, "


" Ta,, pi,,


Belum sempat Adrian mengucapkan kalimatnya Reno pun sudah berlalu meninggalkannya,mau tak mau ia pun melangkah naik ke lantai dua dan berjalan mendekati pintu kamar istrinya, ia membuka perlahan dan sangat terkejut melihat posisi tidur sang istri yang masih menggunakan handuk kimono saja, bahkan handuk kecil juga masih membalut kepalanya,


Dengan perasaan ragu ia pun mengambil selimut dari almari dan menyelimutinya perlahan lahan takut istrinya terbangun, ia juga membuka handuk kecil yang menutupi kepalanya agar rambutnya bisa kering,


Ia cukup sadar diri tidak mungkin tidur satu ranjang dengan putri bosnya meskipun statusnya dia istrinya, ia pun tidur di sofa meskipun postur tubuhnya lebih panjang dari sofa itu,


*****

__ADS_1


Di rumah sakit Aini masih setia menunggu sang suami, ia tak pernah mengeluh sedikitpun ia juga tak lupa selalu berdoa untuk kesembuhannya,


" Sampai kapan kamu akan tetap berjaga di ruangan ini, ingat kondisimu, ruangan dan lingkungan ini tidak baik untuk kesehatanmu, pulanglah,"


Fahmi yang baru pulang dari kantor menyempatkan diri mampir ke rumah sakit untuk membujuk Aini,


" Aku akan pulang saat ia sudah tersadar, jangan khawatirkan aku kak, jika aku butuh bantuanmu aku pasti menghubungimu, pulanglah kak Fahmi pasti lelah"


" Jangan membuatku merasa semakin bersalah, kamu tanggung jawabku meskipun aku tidak menikahi kamu"


" Itu hanya masa lalu, aku sudah melupakan kesedihanku kehilangan orang yang aku sayangi, bahkan suatu saat nanti pun nyawaku akan diambilnya bukan"?


Fahmi pun mengalah dengan berat hati ia meninggalkan ruangan itu namun ia terlebih dahulu meminta bantuan suster untuk memberikan vitamin dan susu hamil untuk Aini sebelum pergi,


Seperti saran dari dokter Aini terus mengajak Abi berinteraksi untuk kesembuhannya,


" Kak Abi bangunlah,tidakkah lau ingin bersama kekasihmu itu, aku ikut bahagia atas kehamilannya, aku berjanji saat kau bangun nanti aku rela melepas mu agar kau bahagia bersamanya, aku dan anakmu akan baik baik saja, aku tidak akan melihatmu terbelenggu lagi, kak Abi akan bahagia bersamanya dan juga buah hati kalian berdua,"


Aini terus menggenggam tangan sang suami mengajaknya berbicara hingga ia lelah dan tertidur dengan kepala telungkup disisi ranjang,


Setelah mendapat pemeriksaan dan penjelasan panjang lebar dari dokter bahwa Abi sudah mengalami banyak kemajuan untuk kesembuhannya, Aini pun merasa hatinya mulai menghangat, ia terus berdoa dan berharap Abi akan sadar dan melihat anaknya lahir nanti,


Setelah selesai shalat subuh Aini pun masih menyempatkan diri melantunkan bacaan ayat ayat suci di dekat kepala sang suami, ia terus mendekatkan diri pada sang Ilahi dan terus berharap keajaiban datang,


Setelah itu pun ia mulai membersihkan tubuh sang suami dengan was lap dan air hangat, sambil terus berbicara meskipun sang empu yang diajaknya bicara hanya diam saja,


" Kak, andai waktu bisa terulang kembali aku akan mengulang kenangan manis yang kakak ciptakan sesaat setelah kita menikah,saat kak Abi mencium keningku, dan malam pertama kita kak Abi menyelimuti tubuhku dengan hangat,kak Abi berkata belum akan menyentuhku karena akan menungguku saat aku sudah siap,kak Abi mandi keringat saat mengayuh becak untukku saat kita di Yogyakarta,hanya itupun aku masih merasakan kebahagiaan yang tak kan hilang hingga kini, dan sekarang aku merasa kehilangan kak, aku akan ikhlas aku akan rela asal kak Abi segera sadar, aku akan selalu bahagia asalkan tetap melihatmu meskipun dari jauh,"


CUP


Kecupan manis dan lembut mendarat di kening Abizard, dan saat yang sama pintu terbuka dan sosok wanita cantik masuk kedalam dengan tatapan sinis ke arah Aini,

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan di sini gadis kampung"?


" Aku menjaga suamiku nona"


" Hah sejak kapan Abi menganggap kamu istri, bahkan menyentuhmu saja ia jijik"


" Dianggap atau tidak kenyataanya aku istrinya,pernikahan kami sah di mata hukum maupun agama"


" Tapi Abi hanya mencintaiku" bahkan di rahimku tumbuh buah cinta kami berdua" apa lagi yang kau inginkan, pergilah ia tidak butuh kamu disini"


" Aku akan pergi tapi setelah melihatnya tersadar, aku akan tetap menjaganya sampai ia tersadar"


" Saat ia tersadar orang pertama yang ia butuhkan dan ingin dilihatnya adalah aku bukan kau" kau tak lebih hanya seorang ja*** ng"


" Jaga ucapanmu nona, suamiku orang pertama yang menyentuhku dan itu bisa kau tanyakan langsung padanya saat ia tersadar"


" Itu hanya omong kosong, Abi tak pernah menyentuhmu, ia sendiri yang berkata padaku"


" Oh ya" sepertinya anda tertipu nona, bahkan malam pertama kami sangat indah, ia meminta hak nya sampai berkali kali, hingga jam tiga pagi'


" Kau hanya ingin membuatku panas bukan"?


" Tentu saja tidak nona, karena kini pun aku tengah mengandung anak dari suamiku itu, sekarang pergilah pintunya terbuka silahkan"


" Berani kau mengusirku, "


Sorot mata tajam penuh amarah dari Ausky pun tertuju pada Aini, dan dengan geram ia mendorong tubuh mungil Aini hingga terhuyung dan hampir terjatuh ke lantai namun dengan sigap sesosok tubuh tegap menangkapnya hingga ia bisa menopang tubuh Aini yang hampir menyentuh lantai,


" Kau tidak apa apa dek"


******

__ADS_1


Happy reading😍πŸ₯°


TBC


__ADS_2