
Di rumah mewah keluarga Hermawan,Yunita sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi tentu saja untuk putra kesayangannya, namun saat sang putra turun ia cukup terkejut melihat penampilannya yang hari itu sepertinya lain dari biasanya,
" Pagi Nando, mau kemana sepagi ini kamu udah rapi bukankah ini hari minggu"
" Mau kemanapun ini privasi aku,jangan kepo ma!!
" Mama ada acara sebenarnya mau ngajak kamu"
" Hah, yang bener saja aku ikut acara ibu ibu, aneh sekali, aku gak sarapan di rumah, nikmati makanan itu sama papa, dan urus dia"
" Nando, mama belum selesai ngomong, main pergi saja"
" Apa lagi aku udah telat, "
" Apa mama boleh ikut kamu, mama tinggal ambil tas saja"!
" Aduh ma, mana bisa ngajak mama, aku ada urusan penting udah layani papaku, hargai dia, kita memang ada hubungan tapi hanya sebatas hubungan fisik, tidak ada hati, mama tetap mamaku, istri papaku"
Armando pun melangkah pergi meninggalkan Yunita yang merasa tertampar dengan kata kata anak tirinya,
" Nyonya maaf, nyonya Yunita dipanggil ke ruang kerja tuan Hermawan"
Art, menghampiri Yunita dan berkata sambil menundukkan wajah,
"Ada apaan sih, aku harus menyelidiki kemana Armando pergi, hah pak tua itu menghancurkan rencanaku saja, "
Yunita duduk bersebelahan dengan sang suami yang berada di kursi roda, ia menatap lurus tanpa melihat ke arahnya,
" Selamat pagi nyonya saya datang atas permintaan tuan Wira Hermawan, perkenalkan saya pengacara tuan Wira,nama saya Eliyah Pratiwi, saya datang untuk menyampaikan dan mempermudah jalannya proses persidangan perihal nyonya Yunita yang akan segera di ceraikan oleh tuan Hermawan, bukankah begitu tuan Wira Hermawan?
DEG
" Apa apaan ini pah, pagi pagi bikin drama, gak lucu, apa papa sedang buat kejutan untukku, tapi mama lagi gak ulang tahun"
" Ini bukan kejutan, maaf nyonya, saya bicara yang sebenarnya" bahwa klien saya tuan Wira Hermawan ingin menceraikan anda, karena sikap anda yang sudah melewati batas"
" Apa maksudnya pa, kenapa denganmu pa, aku ga terima di hina seperti ini, jangan ngaco kamu pengacara gila, suamiku tidak mungkin menceraikan aku, siapa yang akan mengurusnya juga putranya,"
__ADS_1
" Aku sudah memikirkan semuanya Yunita, aku ingin kamu menanda tangani surat surat itu dan pergi dengan kompensasi besar dariku tanpa masalah"
" Tapi apa salahku pah, ini tidak mimpi kan, kamu masih waras kan pah"?
" Tanya pada dirimu apa kesalahanmu padaku, kamu tak lebih dari hanya seorang pelayan di rumah ini, kamu aku angkat menjadi nyonya besar dan bergelimang harta, tapi kamu menyalah gunakannya, kamu bermain di belakangku dengan pria lain, dan ironisnya pria itu putraku sendiri, kamu menghancurkan masa depannya bersama Alana Janeta kekasihnya, jika aku tidak bertindak, kamu akan semakin berbahaya untuk putraku,"
" Pah, itu tidak benar, itu fitnah mana mungkin itu terjadi, aku menyayangi Armando"
" Menyayangi, mencintai tubuhnya yang gagah dan perkasa, ,diawal kau buat tubuh putraku pelampiasan nafsumu karena ketidak berdayaanku,tapi lama lama kau punya rencana jahat, kau ingin membelenggunya, kau juga akan menghancurkan siapapun wanita pilihannya kelak,dan aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi, jadi pergilah, bawa semua barang barang mewah yang telah kau beli dengan uangku, aku tidak akan melarang,"
" Dan hari ini aku talak kamu Yunita bin Marwan mulai sekarang dan seterusnya kamu bukan istriku lagi"
Yunita hanya mematung ia sangat syok mendengar suaminya mengucapkan talak, bahkan ia tidak di beri kesempatan untuk bicara karena setelah itu Wira Hermawan segera meninggalkan ruang kerja dan hanya tinggal sang pengacaranya saja yang harus melanjutkan proses perceraiannya secara hukum negara,
******
Adrian menggerakkan bola matanya perlahan lahan dan mulai menelisik ruangan itu, sesaat ia tertegun melihat dua wanita yang ada di dalam ruangan tersebut,
Ausky istrinya tertidur di sofa bed, sedangkan satu wanita tertidur di kasur lantai dengan posisi telungkup,
" ๐๐ญ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ ๐บ๐ข ๐๐ข๐ฃ๐ฃ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ๐ช"
Adrian bicara sendiri di dalam hati, ia sangat sedih mengingat sang adik juga sangat sedih mengingat perkataan Ausky waktu itu,
" ๐๐ฑ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ด๐ข๐ซ๐ข, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ด๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ญ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐จ๐ข ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐ญ๐ข๐ฌ๐ช ๐ญ๐ข๐ฌ๐ช, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ช๐ต๐ถ๐ฅ๐ถ๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ต๐ข, ๐บ๐ข ๐ณ๐ข๐ฃ๐ฃ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ต๐ถ๐ฏ๐ซ๐ถ๐ฌ, ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฅ๐ข๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฅ๐ช๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฏ๐บ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ, ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ"
Sekilas Adrian bisa melihat pergerakan tubuh Ausky, ia nampak tertidur namun tidak nyenyak,mungkin karena perutnya yang makin membesar dan sofa bed tentu tidak sebaik ranjang king size seperti di kamarnya, ia sedikit merasa bersalah karena istrinya harus berjaga dan tidur di rumah sakit,
Adrian mencoba duduk dan bersandar, kepalanya masih pusing luka tusukan senjata tajam masih terasa nyeri, namun hatinya lebih nyeri lagi mengingat istrinya selalu menuduhnya yang bukan bukan,
Adrian tengah memejamkan mata saat Ausky terbangun dan mendekatinya,
" Adrian, kamu sudah tersadar, ah syukurlah, apa yang kamu rasakan, apa luka di dada kamu masih sangat sakit"? kenapa kamu nekat dan diam diam pergi ke perusahaan padahal kamu baru saja pingsan, kamu senang jika aku dan daddy khawatir"
"๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฏ๐ฐ๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ฉ๐ข๐ธ๐ข๐ต๐ช๐ณ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ถ? ๐ข๐ฅ๐ข ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฏ๐บ๐ข"
" Sudah tidak apa apa, untuk apa nona repot repot tidur di rumah sakit, dan siapa gadis yang tidur di lantai itu"
__ADS_1
" Adrian, saat aku sakit kamu menjaga dan merawat aku, jadi apa salahnya jika aku menjagamu, dan gadis itu adalah kejutan untuk kamu, sekarang istirahatlah biar kamu cepat pulih kamu akan tau siapa dia esok pagi"
" Nona sedang hamil, kasihan dedek bayi jika nona kelelahan, pulanglah dan istirahat di rumah"
" ๐๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐๐ฅ๐ณ๐ช๐ข๐ฏ, ๐ฎ๐ข๐ข๐ง๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฉ๐ข๐ต๐ช๐ฎ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ถ๐ฌ๐ข, "
" Apa nona mendengar aku bicara apa"
" Aku mendengarnya, aku juga sebenarnya ingin pulang, tapi bayiku sepertinya merindukanmu, ia terus bergerak hingga aku tidak bisa tidur nyenyak, dia terus berolahraga di dalam perutku, ayolah lakukan sesuatu untuknya"
" ๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฏ๐ฐ๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ค๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ธ๐ฆ๐ต ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ค๐ข๐ณ๐ข, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ถ๐ฎ ๐ท๐ช๐ต๐ข๐ฎ๐ช๐ฏ" ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ฅ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ต ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ฏ๐ช ๐ซ๐ข๐ฏ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฏ๐ฐ๐ณ๐ฎ๐ข๐ญ, ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐ค๐ข๐ฏ๐ต๐ช๐ฌ ๐ต๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐ธ๐ข๐ฏ๐จ๐ช, ๐ฌ๐ถ๐ญ๐ช๐ต๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ช๐ฉ ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ถ๐ด ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐จ๐ข๐ณ, ๐ฐ๐ฉ ๐ต๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ช๐ฌ๐ด๐ข๐ฌ๐ถ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐ฏ๐ฐ๐ณ๐ฎ๐ข๐ญ,"
" Adrian, kamu membuatku khawatir, bagaimana nasib bayiku jika kamu tidak selamat, dia tidak akan melihat dan merasakan kasih sayang seorang ayah saat lahir nanti""
" ๐ ๐ข ๐ณ๐ข๐ฃ๐ฃ, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฏ๐ฐ๐ฏ๐ข, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฎ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฃ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ถ๐ข๐ญ ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข, ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐บ๐ช ๐ช๐ต๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ฃ๐ข๐ฉ"
" Naiklah keatas ranjang, aku akan mengajaknya bicara agar nona bisa tertidur nyenyak jika ia merasa nyaman dengan aku"
" Ranjang ini tentu sempit untuk kita berdua, aku takut mengganggu lukamu itu"
Adrian berusaha menggeser tubuhnya kesamping dan menepuk tempat kosong di sampingnya, hingga Ausky pun naik dan duduk di sisihnya,
" Sayang ini papa Adrian, emang tidak capek bermain di dalam perut mama hem, bobo dong, kasihan mama baby, ,, ia lelah membawa kamu kemanapun ia pergi, biarkan mama beristirahat hem" bobok dan ditemani papa Adrian oke"
Adrian meraba perut buncit istrinya dengan gerakan perlahan dan lembut,dan seperti terhipnotis, Ausky pun diserang rasa kantuk hingga tertidur pulas di samping Adrian, bahkan Adrian pun merasa kantuknya makin menyerang mungkin efek obat hingga ia pun tertidur dengan posisi berhadapan dengan tangan masih di atas perut sang istri,
Waktu berjalan malam hampir berganti pagi suara adzan subuh berkumandang sayup terdengar di kejauhan,
Adriana menggerakkan tubuhnya dan mencoba membuka mata, ia menoleh kesamping kanan, namun sofa bed ternyata kosong, ia pun segera menoleh kesamping kiri ia hampir tak percaya melihat pemandangan indah di depan matanya,
" Kak Adrian,,, hiks,, hiks, kakak su-- sudah tersadar, ini pemandangan yang indah, namun kakak jahat sekali tidak pernah bercerita, tentang istri kakak, hiks,, hiks,, syukurlah kakak selamat" bahkan kakak sudah membuatkan keponakan untukku, aku bahagia sekali kak"
Adriana menangis terisak namun dengan tangan menutup mulutnya, ia terharu melihat kakaknya akhirnya tersadar, bahkan ia juga terharu melihatnya tidur dengan memeluk perut kakak iparnya yang sudah membesar,
*****
Happy reading๐๐
__ADS_1
Salam sehat, semangat buat pembaca jangan lupa tinggalkan jejak oke๐ฅฐ๐lope youuuuu,
TBC