
Monica membawa Aini berjalan memasuki lift untuk sampai ke lantai sepuluh tempatnya menginap,Monic pun ingin menemani sampai suaminya kembali,
" Ayo kak, kakak harus istirahat, jangan takut biar aku yang akan hadapi pelakor itu"
" Sudah dek, aku gak papa, mungkin dia teman suamiku, aku baik baik saja, o ya, terimakasih untuk semua kebaikanmu, berikan no rekeningmu kakak akan transfer besok semua uang yang dipakai biaya dokter tadi"
" Anggap aku adikmu kak, jangan begitu, aku tidak punya kakak maupun adik, mommy sudah tiada, daddy ada di luar negeri ngurus bisnis di sana.kita bisa berteman kan, aku juga tinggal di Jakarta, disini aku berlibur menengok paman dan bibi dari mendiang ibuku"
" Ya, kita akan bersaudara kita akan sering berkomunikasi dan bertemu nantinya" aku sedih karena ingin berziarah ke makam orang tuaku, tapi nisan makam itu sudah hilang, mungkin selama empat tahun tidak terurus jadi terdesak pemakaman yang lain"
" Masak sih kak, paling kakak yang gak lihat, kalau besok sudah membaik aku antar dan bantu cari makam orang tua kakak"
" Apa tidak merepotkan,? bahkan mungkin besok aku harus kembali ke Jakarta, paket hotel ini cuma tiga hari"
" Nambah sehari juga bisa kan kak, apa menginap saja di apartemenku lagi, kita bisa puas mengobrol"
" Ga bisa begitu, aku ada suami kan kita pergi bersama jika kita tak pulang bersama mama akan kecewa, dan aku harus terlihat baik baik saja"
" Aduh kakak jangan polos gitu, suami macam dia di harap, lihat dia pilih pergi dengan pelakor,padahal matanya masih utuh dan bulat melihat istrinya sakit, coba gak ditempat umum, dah aku bikin babak belur itu dua manusia brengsek"
" Ehem,,,
Tanpa mereka sadari Abi sudah berdiri di depan pintu dan berdehem, tangannya mengepal kuat mendengar ocehan gadis bar bar yang duduk di ranjangnya dan di depan Aini persis,
" Kak Abi sudah pulang,"bagaimana keadaan teman kak Abi"
" " Tangannya cedera, harus menginap di rumah sakit,dan ini semua karena gadis bar bar ini"
Monica bangkit dan berdiri dengan tegap didepan Abi dengan sorot mata yang tajam, dan wajah yang mendongak menelisik wajah Abi, awww
" Yah, lantas kamu maunya apa, aku tanggung jawab begitu"? apa yang ia dapat itu ganjaran atas apa yang ia perbuat, aku gak rela gak terima sampai kapanpun aku akan buat perhitungan dengan siapapun itu orangnya yang telah menyakiti kak Aini yang hanya seorang wanita lemah dan polos" tanpa kecuali kamu suaminya sendiri, camkan itu, mataku akan selalu melihat kejahatanmu dan aku pastikan kamu akan menyesal kalau sampai nekat menyakiti kak Aini"
Mulut Abi melongo matanya membulat melihat dan mendengar omongan gadis bar bar yang ada di depannya, sorot matanya tajam,wajahnya cantik namun dingin dan datar, perawakannya tomboy, bahkan pakaiannya pun terlihat seperti pakaian pria yang arogan dan urakan.
Setelah pamit pada Aini, Monic pun pergi keluar dari kamar Aini,
Monica yang sebenarnya sudah di beritahu oleh Fahmi kakak sepupunya perihal Aini dan ibunya, tentang perjodohan Aini dan Fahmi, tentang pernikahannya dengan Agastya, dan kini tentang Abizard yang mendua dengan gadis lain pun kini bertekad akan ikut melindungi Aini.
*****
" Apa yang terjadi padamu, dan siapa gadis bar bar itu, "? tanya Abi pada Aini.
__ADS_1
" Dia yang menolongku karena aku pingsan di tempat pemakaman,mungkin aku kedinginan karena hujan deras, dan aku belum makan hari itu"
" Ada hubungan apa kamu sama dia, mengapa dia bicara seperti itu" berani mencampuri urusanku, bahkan melukai temanku"
" Dia, temanku" dan maaf aku meninggalkan kak Abi, aku menunggu kak Abi satu jam lebih, hingga aku pergi sendiri"
" Lain kali kalau pergi bawalah ponselmu, aku mencari ke makam dan hanya menemukan pita rambutmu saja"
" Bagaimanapun kamu istriku, aku takut jika terjadi apa apa sama kamu"
" Iya maaf, dan wanita tadi sia,, sia,, pa kak"tapi jika kakak tidak ingin menjelaskan tidak apa apa" aku mengantuk"
" Tidurlah,,
Abi pun membetulkan selimut yang di pakai istrinya, ia pun ikut membaringkan tubuhnya, memeluk erat tubuhnya, mencium keningnya dengan lembut, juga mengusap kepalanya perlahan,
Aini yang ngantuk berat efek obat yang ia minum pun tertidur dengan nyaman di pelukan suaminya, ia tidak ingin berburuk sangka pada suaminya, dalam hati pasrah pada Ilahi segala sesuatu yang akan terjadi adalah kehendakNYA,
" Maafkan aku istriku" aku hanya pria pengecut"yang terus menyakitimu"
Mereka berdua pun tertidur dengan nyenyak namun dalam buaian mimpi indah mereka ponsel Abi terus bergetar.
Di alam mimpi Abi mendengar ponselnya terus bergetar,namun Aini seolah mengingatkan,
Hingga jam setengah lima pagi, Abi pun terbangun lebih dulu ia meraih ponselnya yang ada di atas nakas dan ternyata banyak panggilan juga pesan dari Ausky, gadis itu terus merengek minta ditemani,
Abi mengusap kasar wajahnya, ia pun bangkit ke kamar mandi membersihkan tubuhnya dan bersiap pergi ke rumah sakit menemui Ausky
Abi menatap tubuh istrinya yang masih ada dalam buntalan selimut dan mata yang masih tertutup, ia mendekat dan mengecup dahi juga keningnya,
" Maafkan aku Nini"
Abi pun melangkah berjalan mendekati pintu namun sebelum ia benar benar keluar, ia seperti mendengar
" Kak Abi"
Abi menoleh namun Aini masih bergeming pada tempat dan posisinya,
Abi pun maju selangkah lagi namun suara itu terdengar lagi,
" Kak Abi,,
__ADS_1
Abi menoleh lagi dan meminta maaf pada istrinya dengan lirih,
" Maafkan aku Nini" tunggulah aku akan kembali dan bawakanmu sarapan"
Abi melangkah pergi dan bicara dalam hati, inikah yang dinamakan Telepati, ( ๐ฉ๐๐ก๐๐ฅ๐๐ฉ๐, ๐ผ๐๐ฃ๐ ๐ข๐๐ข๐๐ฃ๐๐๐๐ก๐ ๐ช ๐ข๐๐ก๐๐ฌ๐๐ฉ๐ ๐ฉ๐๐ก๐๐ฅ๐๐ฉ๐, ๐ฎ๐ ๐๐ช๐๐๐ฃ, ๐๐ ๐ช ๐๐๐ง๐ช๐จ ๐๐๐๐๐๐ข๐๐ฃ๐, ๐๐๐๐ ๐๐ฃ ๐๐๐ก๐๐ข ๐ฉ๐๐๐ช๐ง๐ฃ๐ฎ๐ ๐๐ ๐๐๐จ๐ ๐ข๐๐ข๐๐ฃ๐๐๐๐ก ๐ฃ๐๐ข๐๐ ๐ช ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐ข๐๐ฃ๐๐ฃ๐๐๐๐ก๐ ๐๐ฃ ๐ฅ๐๐ง๐๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ ๐๐๐ช๐ง๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐๐ฃ ๐ ๐so๐ข๐๐ค๐ฃ๐๐๐ฃ๐ ๐ช")
Aini, menghela nafas perlahan, ia berusaha menahan air matanya yang sejak tadi ingin keluar, namun tak urung ia tetap terjun bebas membasahi pipinya,Abi menganggap Aini belum bangun dari tidurnya.
" Ya Allah, inikah takdirku, beri aku kekuatan dan keikhlasan ya Rabbi,"
Aini pun bangkit dan melihat botol infusnya sudah kosong, ia mencabutnya sendiri karena tidak mungkin ia menunggu suaminya kembali dengan menahan perih di hatinya, ia mengambil air suci dan bersujud menumpahkan segala beban rasa pada sang pencipta alam semesta,
Pagi itu setelah mandi, Aini memutuskan mencari sarapan sendiri ia tidak ingin menyiksa raganya hanya karena seorang pria, ia harus makan agar raganya tidak ringkih,
Derrt, Derrt,, Derrt
Pesan dari Abi yang bertanya mau dibawakan sarapan apa pagi itu,
" Aku sudah sarapan kak"
"Mengapa tidak menungguku kita bisa sarapan bareng kan"
" Apa kak Abi berpesan padaku, jam berapa kak Abi akan kembali, jam empat, atau jam lima begitu"
JLEB
Dada Abi bagai tertusuk sebelah pisau,membaca pesan dari istrinya,
Sedangkan Aini tidak kuasa menitikkan air mata lagi, dan buru buru di hapusnya dengan kedua punggung tangannya, ia sudah bertekad untuk tidak menjadi gadis yang lemah lagi,
******
Assalamu'alaikum.
๐๐๐ readers sayang๐
many thank you sudah jadi pembacastory aku,
mohon dukungan, yah, dan ini adalah cerita aku yang ke tiga,, lanjutttt
T B C
__ADS_1
,