
Kring...
Kring...
Kring...
Panggilan telepon yang cukup nyaring terdengar di telinga seorang Kartini. Dia segera menggeser layar handphone miliknya. Mengangkat panggilan telepon yang datang pada dirinya.
Kartini di buat terkejut dengan panggilan telepon yang ada. Nomor itu bukanlah nomor yang di kenal oleh dirinya. Sehingga Kartini merasa ini seperti orang asing yang menelpon dirinya. Tapi Kartini berusaha untuk tetap mengangkat panggilan telepon yang masuk tersebut. Mungkin ini adalah panggilan telepon yang penting bagi dirinya. Hingga Kartini pun langsung mengangkat panggilan telepon tersebut.
__ADS_1
"Hallo." ucap Kartini.
"Hallo.... Saya pikir kamu seharusnya bisa sadar diri dengan apa yang ada. Tidak ada yang harus kamu pertahankan. Kamu harus segera mengakhiri semua yang ada saat ini. Lutfhi adalah seorang yang tidak layak untukmu. Kamu harus sadar itu." ucap salah seorang pria dengan suara yang sedikit serak.
"Siapa ini? Kenapa kamu mengatakan hal tersebut!" Kartini sedikit panik.
"Kamu tidak harus tahu siapa saya. Tapi kamu harus segera memutuskan hubungan kamu dengan Lutfhi. Kamu tidak layak berada di samping dirinya. Kamu tidak pantas, perempuan hina." ucap pria itu kembali.
"Kamu akan merasakan akibatnya sendiri. Kamu akan mati dalam hitungan waktu yang ada. Kamu harus ingat itu." ancam pria tersebut dengan suara yang semakin membesar
__ADS_1
Panggilan telepon itu secara tiba-tiba di akhiri oleh pria tersebut.
"Hallo..."
"Hallo..."
"Hallo.."
Kartini mencoba kembali berbicara dengan pria itu. Sebab Kartini ingin tahu apa motif dari pria itu. Mengapa dia mengancam Kartini seperti itu. Apa yang membuat pria itu bisa mengatakan hal yang menyeramkan itu pada Kartini. Mungkin saja pria itu adalah seorang yang memang di perintah oleh seseorang untuk meneror Kartini. Itu yang menjadi dugaan utama dari Kartini.
__ADS_1
Kartini tentu merasa takut dengan apa yang terjadi saat ini. Sepertinya nyawanya dalam keadaan yang tidak stabil saat ini. Banyak orang yang berusaha membuat Kartini jatuh ke dalam lubang yang menyakitkan. Ada sosok Riko yang berusaha terus mendapatkan tubuh Kartini untuk di ekploitasi. Begitu juga dengan Erina yang kerap memberikan tatapan yang begitu seram saat mereka berpapasan. Itu sudah cukup membuat Kartini merasa takut dengan apa yang ada. Dia merasa nyawanya dalam bahaya besar. Sehingga Kartini harus bisa lebih berhati-hati lagi dengan apa yang ada. Jika dia tidak berhati-hati, bukan tidak mungkin Kartini akan merasakan dampak yang paling buruk akan di rasakan oleh dirinya. Kartini harus bisa lebih cepat dalam merespon semuanya. Sehingga dia tidak akan merasakan dampak yang paling buruk yang akan di rasakan oleh dirinya.
Kartini perlahan menangis dengan apa yang harus di lewati oleh dirinya. Ada banyak hal yang cukup menyedihkan dalam hidupnya. Apalagi Kartini adalah seorang yang tidak memiliki siapapun untuk bersandar. Ibunya jauh, begitu juga ayahnya yang sama sekali tidak peduli dengan kondisi dari Kartini. Jadi dia harus melewati kemalangan dalam hidupnya sendiri saja. Tidak ada yang bisa di jadikan sandaran yang ampuh untuk bisa bertahan dengan semua yang ada. Hanya ada kesedihan yang di rasakan oleh Kartini saat ini. Mungkin hidupnya harus lebih bisa berubah lagi dengan apa yang ada.