
Sebuah kamar hotel mewah telah di pesan oleh bu Ria dan Pak Hermawan untuk Kartini dan Lutfhi. Mereka tentu akan menghabiskan setiap malam di kamar itu selama seminggu ke depan. Kamar itu sudah terlihat begitu mewah dengan segala fasilitas yang mendukung. Kartini begitu senang bisa berada di kamar mewah tersebut. Dia pun sudah tidak sabar untuk mendapatkan sensasi lebih saat berada di dalam kamar tersebut.
Tidak hanya Kartini yang senang dengan kamar yang ada. Lutfhi juga merasakan perasaan yang sama seperti dengan Kartini. Dia merasa ini adalah kamar paling nyaman yang pernah dia singgahi. Tempat itu menjadi tempat yang paling Lutfhi nikmati.
Kamarnya tidak kalah luas dari kamar hotel tersebut. Namun entah mengapa, dia lebih suka berada di kamar hotel tersebut. Berbagai fasilitas mewah yang ada di kamar hotel itu, semakin membuat Lutfhi merasakan sensasi yang berbeda. Dia pun terlihat begitu bahagia dengan bulan madu yang di jalaninya di hari ini.
__ADS_1
Kartini dan Lutfhi yang sama-sama menjatuhkan tubuh mereka ke atas ranjang. Terlihat begitu senang bisa berada di atas kasur itu berdua. Mereka pun saling menatap satu sama lain. Keduanya terlihat begitu saling mencintai, apalagi Lutfhi yang sama sekali tidak ingin jauh-jauh dari Kartini. Dia selalu berharap bisa bersama dengan Kartini untuk selamanya.
"Aku harap kita akan selalu bersama Sayang. Bulan madu kali ini akan jadi bulan madu yang akan menyenangkan untuk kita berdua." ucap Lutfhi dengan wajah senangnya.
Lutfhi kembali tersenyum dengan apa yang di sampaikan oleh Kartini. Dia mendekatkan wajahnya tersebut ke hadapan Kartini. Sebelum dia mulai menciuminya wajah Kartini dengan penuh hasrat.
__ADS_1
Kartini yang mulai tersetrum oleh hasrat dari Lutfhi. Secara perlahan mulai merasakan getaran yang sama dengan Lutfhi. Dia mulai merasakan perasaan yang sama dengan apa yang Lutfhi rasakan. Hasratnya mulai meninggi dengan sentuhan yang di berikan oleh Lutfhi di wajahnya. Kartini mulai merasakan perasaan yang berbeda saat Lutfhi mulai mencium wajahnya dengan penuh kenikmatan.
Kartini pun mulai bermain secara liar. Dia mulai meraba bagian tubuh Lutfhi secara keras. Tangan nakalnya itu perlahan mulai menyentuh area sensitif dari Lutfhi. Perlahan tongkat sakti yang awalnya layu tidak mendapatkan energi, perlahan mulai berdiri tegak seperti sebuah keadilan di negeri barat sana. Tongkat yang sudah berdiri tegak itu langsung menjadi mainan tangan dari Kartini. Sementara mulutnya bermain dengan baik saat melayani bagaimana Lutfhi memberikan serangan dengan ciuman yang besar tersebut. Kartini bisa membuat Lutfhi begitu merasakan sensasi dunia yang begitu nikmat. Dia benar-benar menjadi seorang pelayan yang sempurna bagi Lutfhi.
Kartini pun mulai menunjukkan bagaimana dirinya mampu membuat Lutfhi bisa tercengang akan kemampuan yang di milikinya. Dia semakin terlihat begitu agresif dengan setiap aktivitas yang di lakukan olehnya. Ini menjadi hal yang tidak pernah di duga oleh Lutfhi sebelumnya. Bagaimana Kartini begitu ciamik dalam bermain di atas ranjang. Perempuan yang memang pandai dalam banyak hal. Tentu ini adalah kesuksesan bagi Kartini sebagai seorang istri.
__ADS_1