Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai
Makan Siang Yang "Hampir" Batal


__ADS_3

Menu makan siang ini terasa begitu nikmat untuk di santap. Lutfhi merasa ini adalah menu yang paling di sukai oleh dirinya. Apalagi Lutfhi adalah seorang yang penuh akan rasa ingin tahu. Sehingga menu ini akan menjadi menu yang akan membuat Lutfhi merasa senang.


Ada beberapa lalapan yang menjadi menu favoritnya. Di tambah dengan sambal yang matang, serta ikan asin yang terasa nikmat. Menjadikan menu makan siang ini semakin terasa nikmat. Sayangnya tidak ada Kartini bersama dengan dirinya. Lutfhi merasa keberadaan dari Kartini begitu di butuhkan oleh dirinya saat ini. Kartini adalah seorang yang membuat selera makan Lutfhi semakin baik lagi.


Begitu Lutfhi hendak menyantap makanan yang ada. Tiba-tiba selera makan Lutfhi hilang begitu saja. Kedatangan dari Erina yang tidak di undang. Telah membuat Lutfhi merasa tidak lagi berselera untuk makan. Padahal makanan yang ada adalah makanan favoritnya. Lutfhi pun terlihat tidak begitu suka dengan kedatangan dari Erina. Hingga selera makan dari Lutfhi secara tiba-tiba hilang begitu saja.


"Mengapa kamu tidak jadi menyantap makanan itu?" tanya Erina.


"Tiba-tiba aku kenyang." jawab Lutfhi dengan ketusnya.


"Mungkin kamu butuh aku suapin?" tawar Erina dengan penuh senyuman.


"Tidak usah! Aku bisa sendiri." jawab Lutfhi semakin ketus.


Lutfhi memundurkan kursi tempatnya dudu Dia merasa keberadaan dari dirinya di restoran itu sudah cukup. Mungkin saatnya bagi Lutfhi untuk segera pergi dari restoran itu. Napsu makan dari Lutfhi pun sudah tidak ada. Sehingga tidak ada lagi yang harus Lutfhi lakukan di restoran tersebut. Dia harus segera pergi dari restoran itu. Apalagi dia harus segera menyelesaikan beberapa tugas yang masih belum di selesaikan oleh dirinya tersebut.

__ADS_1


Namun saat Lutfhi akan pergi dari restoran itu. Erina menahan tangan dari Lutfhi, dia menarik tangan Lutfhi untuk tetap berada di restoran tersebut. Erina ingin berbicara banyak dengan Lutfhi. Apalagi Lutfhi adalah seorang yang begitu baik.


"Aku harap kamu tidak akan pergi dari sini. Kamu harus tetap di sini Lutfhi." ucap Erina menarik tangan Lutfhi.


Lutfhi yang tidak nyaman dengan apa yang di lakukan oleh Erina pada dirinya. Seketika melempar tangan Erina itu sekeras mungkin. Bagi Lutfhi sudah tidak ada maaf bagi Erina. Hidupnya sudah hancur di buat oleh Erina. Apalagi Erina adalah sosok yang tidak akan pernah Lutfhi maafkan sampai kapan pun.


Erina tentu tidak terima dengan apa yang di ucapkan oleh Lutfhi. Dia merasa apa yang di katakan oleh Lutfhi pada dirinya adalah sebuah ketidakadilan. Seharusnya Lutfhi bisa lebih adil dalam menentukan pilihannya. Sehingga tidak ada orang yang akan merasa tersakiti seperti yang di alami oleh Erina.


"Jika aku harus mati untuk mendapatkan maaf darimu. Aku akan lakukan itu untukmu Lutfhi." ucap Erina dengan suara lirihnya.


Lutfhi yang tidak ingin membuat drama yang di buat oleh Erina semakin terlihat buruk. Memilih untuk pergi meninggalkan Erina tanpa sepatah kata pun. Ini sudah menjadi hal yang paling buruk bagi Erina. Sebab apa yang di lakukan oleh Erina sudah sangat berlebihan, tapi dia merasa semua ini tidak untuknya.


Lutfhi pun ingin berbuat kasar pada Erina. Tapi semua karyawan di kantornya terus memperhatikan dirinya. Tidak mungkin Lutfhi melakukan itu semua pada Erina di depan umum seperti itu. Tentu ada hal yang akan membuat Lutfhi terlihat buruk di mata pegawainya sendiri. Sehingga setiap tindakan yang akan di lakukan oleh Lutfhi adalah tindakan yang harus di perhatikan secara seksama. Dia tidak boleh melakukan itu semua secara sendiri.


Paham dengan permainan yang sedang di mainkan oleh Erina. Lutfhi pun berusaha mengikuti apa yang sedang di mainkan oleh Erina. Dia yakin, ini adalah taktik yang di gunakan oleh Erina untuk membuat dirinya kembali ke pelukan seorang Luthfi. Padahal Lutfhi sama sekali tidak menaruh perasaan apapun lagi pada Erina. Mengingat apa yang di lakukan oleh Erina terdahulu adalah tindakan yang paling buruk.

__ADS_1


Lutfhi pun mengajak Erina menuju ruang kantornya. Di sana Lutfhi sudah pasti akan membuat Erina menyesali apa yang telah di lakukan oleh dirinya. Menguntik adalah tindakan yang paling Lutfhi benci. Tapi itu di lakukan oleh Erina dengan sadar. Tentu ada nilai yang semakin buruk dari Lutfhi pada Erina. Apalagi Erina adalah mantan paling buruk dalam hidup Lutfhi. Setengah hatinya hampir mati rasa di buat oleh Erina. Jadi mungkin ini akan jadi pembalasan paling tepat yang akan di lakukan oleh Lutfhi pada Erina.


"Aku harap kamu bisa membantuku hari ini." ucap Lutfhi sedikit tersenyum.


"Tentu. Aku pasti akan membantumu Sayang." ucap Erina dengan penuh antusias.


Lutfhi membuka file yang harus di kerjakan oleh Erina. Dia sengaja akan membuat Erina sibuk di hari ini. Dengan begitu, Erina tentu tidak akan lagi mengikuti dirinya. Ini adalah cara yang paling ampuh yang akan di gunakan oleh Lutfhi untuk membuat Erina jera. Lutfhi sudah tidak tahu cara yang harus dia lakukan untuk membuat Erina berhenti untuk mengikuti dirinya lagi.


"Kamu kerjakan semua tugas ini. Aku masih harus melanjutkan pekerjaanku yang lain di ruang meeting." pinta Lutfhi.


"Tapi..." cela Erina.


"Tapi apa! Kamu gak mau?" tanya Lutfhi dengan pandangan tajam.


"Tidak, aku bersedia untuk mengerjakan semuanya. Aku akan mengerjakan semua ini." jawab Erina dengan penuh semangat.

__ADS_1


Lutfhi tersenyum saat Erina menerima permintaan dari dirinya. Kini Lutfhi bisa makan siang dengan tenang. Tidak ada lagi Erina yang akan menggangu dirinya makan siang. Makan siang yang hampir batal itu pun, kini sudah bisa di nikmati oleh Lutfhi. Dia merasa senang dengan apa yang terjadi. Idenya bisa terealisasi dengan baik serta sesuai dengan rencana.


__ADS_2