Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai
SELAMAT JALAN MELATI


__ADS_3

Suara hiruk pikuk,pekik kegirangan,,sorak yang terdengar dipenjuru sekolah mewarnai hari kelulusan anak kelas XII,dalam sekejap baju seragam berubah menjadi berwarna-warni,,mereka semua meluapkan kesenangannya dengan corat-coret,melakukan tanda tangan di baju seragam temen masing2.


melati,rangga,dio dan rani ikut dalam euforia yang diciptakan anak kelas XII yang lulus,,para guru hanya geleng2 kepala melihat tingkah dan polah murid mereka tanpa berniat untuk menegur,suasana menjadi ramai,penuh dengan tawa dan tak sedikit yang menitikkan air mata,sedih karna harus meninggalkan sekolah tempat mereka menuntut ilmu selama 3 tahun yang pada akhirnya harus ditinggalkan,sedih karna harus berpisah dengan temen2 mereka.


rangga menarik melati keluar dari keramain,


“Woe,,,, mau kemana lo” teriak rani ditengah2 kehebohan anak2 kelas XII,rangga melambaikan tangan sedangkan melati tersenyum minta maaf,rangga menuntun melati kearah motornya,melati terpaku sesaat


“mel,,”rangga berseru,


“eh,,”


“ayuk naik,”


“lo pakai motor lagi” tanyaya,


rangga sudah memasang helm,dia mengangguk dibalik helmnya dan menyerahkan helm satunya pada melati yang mengambilnya,”kita mau kemana” tanya melati ,seragamnya penuh dengan coretan warna-warni,,


“ada deh” jwab rangga penuh misteri


Melati sebenarnya penasaran kemana rangga akan mengajaknya tapi fikirnya toh dia juga bakalan tau sendiri nanti .rangga menstanter motornya,,tanpa bertanya lagi melati duduk dibelakang dan memeluk pinggang rangga dengan  erat.


rangga melajukan motornya meninggalkan area sekolah,jalan dipadatai oleh anak2 sekolah lain yang sudah mulai berkompoi,rangga terus melajukan kecepatan motornya,melati memeluk rangga semakin erat menyandarkan pipinya dipunggung rangga sehingga ketika rangga berhenti dia tidak menyadarinya,,


“mel kita udah sampai”


“udah samapai ya”


“udah” rangga menjawab singkat,rangga turun yang diikuti oleh melati dari belakang,


“kita dimana,”,tanya melti mengedarkan pandangannya meneliti setiap tempat yang baru dilihatnya,tapi setelah beberapa detik barulah dia sadar kalau ternyata rangga membawanya ketempat dimana rangga menyatakan cintanya,sulit untuk mengenali tempat itu bagi melati disiang hari,melati berjalan sampai ketepi terpaku memperhatikan bangunan2 dibawahnya,kemudian dimerentangkan tangannya seolah-olh sedang terbang,,matanya terpejam menikmati buaian angin yang menyapu wajahnya dan menerbangkan rambutnya,rangga sudah berdiri disampingnya dan melakukan hal yang sama,,melati membuka matanya melihat rangga tersenyum padanya


“apa yang lo pikirkan”,,tanya rangga menurunkan kedua tangannya yang terentang,,


melati juga melakukan hal yang sama,”gue memikirkan hal2 indah jika bersama lo”,pandangannya tidak lepas dari rangga  kemudian menubruk rangga,”gue cinta lo ga”


rangga mengelus rambut melati,menciumnya puncak kepalanya “gue juga”


“gue takut,,”


“takut,? apa yang lo takutin,”


“gue takut ketika gue pergi nanti,,”

__ADS_1


“ssttttt,,,lo gak boleh ngomong gitu,,gue yakin lo pasti sembuh,dan gue gak mau denger lo ngomong gitu lagi oke”,


melati mengangguk, walaupun dia tidak yakin dengan apa yang dikatakan rangga,rangga melepaskan pelukannya dan mengangkat dagu melati,”gue sayang lo mel,”dan bibirnya sekarang mendarat dibibir melati yang dikulumnya lembut,,melati merasakan sensasi yang indah seperti pertama kali rangga menciumnya,beberapa detik rangga melepaskannya dan mencium kening melati, dia menarik melati supaya duduk didekatnya, dia merebahkan tubuhnya dipadang rumput dan melati melakukan hal yang sama,hening hanya desiran angin yang terdengar menggoyangkan pohon yang berada didekat mereka,”gue suka sama langit dan gue selalu berharap gue ada disana”,rangga berkata sambil mengamati langit biru cerah,


“kenapa” tanya melati melirik rangga sesaat dan mengarahkan pandangannya mengikuti pandangan rangga mengamati langit,,


“karna gue bisa ngawasin kapanpun dan dimanapun lo berada,”


“sekarang gue juga mulai menyukai langit dan berharap bisaberada diatas sana”,mereka berpandangan tersenyum penuh arti,


“kenapa lo ngikutin gue”


“karna gue juga pengen kayak lo doank bisa ngawasin lo” mereka tertawa berpegangan tangan dan mengangkatnya tinggi2 seolah-olah mereka bisa menjangkau langit.


****


setelah senja mereka memutuskan untuk pulang,rangga menghentikan laju motornya didepan rumah melati,entah ini Cuma perasaanya saja karna rangga merasa melati memeluknya begitu erat dan kepalanya bersandar dipunggungnya dansepanjang perjalanan melati gak sekalipun bicara padanya.


“mel,,”panggilnya menggerak-gerakkan tangan melati,tangan melati begitu dingin,,”mel “panggilnya lagi tapi tetap tidak ada sahutan,,”mel,,”panggilnya panik,melati terkulai rangga dengan sigap menyangganya,dia turun dengan tetap memegang bahu melati,”mel,,” serunya megguncang tubuh melati yang lemas,”bangun mel,”teriaknya panik dan khawatir.


Suara rangga yang cukup besar ternya mampu membuat kedua orang tua melati keluar dan melihat  apa yang terjadi.


“astaga,,,apa yang terjadi nak rangga” mama melati terlihat panik melihat putrinya yang terkulai gak bergerak dalam dekapan rangga.


Rangga menggeleng dia gak mampu berkta-kata saking takutnya melihat keadaan melati,baru beberapa jam yang lalu mereka tertawa-tawa,bercanda,dan sekarang melati terkulai gak berdaya dalam dekapannya.


****


Sudah satu mingggu melati terbaring dirumah sakit dan belum membuka matanya,selang terpasang dibeberapa anggota tubuhnya,sejak saat itu rangga selalu berada didekatnya,dia terlihat kacau,,lingkaran hitam jelas tercetak dibawah matanaya,sudah berulang kali pak ardi,,bu rita, dio maupun rani membujuknya untuk pulang istirahat, tapi rangga tetapa kukuh dengan pendiriannya gak mau meniggalkan melati,rangga hanya pulang untuk mengganti pakaiannya. pada hari ke9,rangga masih setia berada disamping melati,memandang tubuh tak berdaya melati,mengelus tangan melati,wajah melati seputih kapas/


“mel,,,,” suara rangga terdengar pilu,”lo tau,,,semua orang nyuruh gue buat ninggalin lo,,tapi gue gak mau mel,,gue pengen menjadi orang pertama yang lo lihat ketika lo membuka mata,”,rangga berusaha menahan sesak didadanya ketik mengucapkan kalimat tersebut,jauh dilubuk hatinya yang paling dalam terselip rasa takut,takut kalau melati gak membuka mata,takut kalau dia gak akan pernah mlihat mata indah melati lagi,,”bangun mel,,lo terbaring cukup lama,”,suaranya serak,,”lo tau,, gue kangen dengar suara lo yang cerewet,,gue kangen senyum lo,,gue kangen semua tentang lo,,gue,,,gue gak sanggup kalau kehilangan lo”,rangga gak sanggup lagi menahan beban berat akibat rasa khawatir dengaan keadaan melati sehingga tanpa bisa dicegah air matanya menetes membasahi jemari melati yang tengah berada dalam genggamannya,”bangun mel,,gue mohon,,gue gak akan pernah rela kalau lo ninggalin gue”


Rangga gak mampu berkata-kata lagi sehingga menciptakan keheningan diruangan tersebut,sampai ketika rangga merasakan jemari melati yang ada dalam gengggamanya bergerak,ada bulir2 air mata yang jatuh dari kelopak mata melati,


“lo bangun mel,lo denger gue,gue selalu yakin lo bakalan bangun” ranggga bener2 begitu sangat bersemangat


rangga berdiri dan menekan tombol didekat tempat tidur melati untuk memnggil dokter,


“mel,,lo sadar” secercah harapan menyerbu rangga,wajahnya yang terlihat lesu beberapa hari belakangan ini terlihat bersemangat,dia gak merems tangan melati lembut “sabar yah mel,dokter sebentar lagi datang”


mata melati bergerak-gerak lemah,gak lama kemudian melati membuka matanya,mengarahkan pandangannya yang sayu pada rangga yang menatapnya dengan rasa cemas yang tergambar jelas diwajahnya,bibir melati bergerak ingin mengucapkan sesuatu “mel,,” ranggga memandanganya penuh harapan,jari2 melati semakin erat mencengkram tangan rangga,,melati kembali menggerakkan bibirnya seperti berusaha untuk bicara walaupun suaranya hampir tidak terdengar,,”gue,,” suara melati lemah dan terputus-putus,,


“mel,,, lo gak usah paksain buat ngomong sekarang oke,,dokter akan dateng buat meriksa kondisi lo”,rangga memandang kearah pintu berulang kali megharapkan dokter dateng secepatnya,,

__ADS_1


“g,,,,ga,”suara melati kembali terdengar,”gu,,,gu,,gue,,”


“mel,,,”rangga menggenggam tangan melati semakin erat


“,sa,,ya,,,ng lo” setelah mengucapkan kalimat singkat itu dengan susah payah melati kembali memejamkan mata dan dan ternyata itu adalah hal terakhir yang dikatakan melati


“mel,,mel “panggil rangga panik menguncang tubuh melati yang gak bergerak,”,mel,mel,,bangun,,bertahanlah,dokterrr,,”teriak rangga suaranya bergaung mengisi ruangan tersebut.,pintu menjeblak terbuka dokter masuk,


“maaf,, bisa anda menunggu diluar” pinta dokter itu


“tolong” lirihnya seperti merintih seperti orang kesakitan ,,”tolong selamatkan dia dokter”


“kami akan berusaha semampu kami,”sebuah janji yang tidak pasti setidaknya memberi harapan bagi rangga,


rangga berjalan gontai memandang terus  belakang seolah berharap tiba2 saja melati terbangun dan memanggil namanya.melati tetap tidak bergerak ketika dokter memencet sesuatu didadaynya,


pak ardi dan bu rita dateng beberapa waktu kemudian dengan  tergesa-gesa,,


“apa,,apa yang terjadi” suara burita melingking matanya berkaca-kaca,,


“melati,,kritis  tante” kata rangga berat mengucapkan hal itu.


burita terisak,pak ardi memeluk istrinya mengelus-elus punggung istrinya dia juga terlihat terguncang sehingga dia gak berusaha untuk mengatakan satu katapun dari bibirnya,rani dan dio belari kemudian disusul oleh denis dibelakang yang membrondng rangga dengan pertanyaan yang sama dengan pertayaan yang ditanyakaan mama melati.rangga yang sudah gak punya tenaga untuk menjelaskan hanya terdiam mengabaikan setiap tanya yang meluncur dari denis,dio maupun rani,suasana penuh dengan air mata,rani terisak dipelukan dio yang berusaha untuk menenangkannya,sedangkan denis wajahnya meyiratkan ketakutan.


setangah jam berlalu dokter keluar,wajah muram yang ditampilkan sang dokter sudah cukup mewakili kalau kedaan melati tidak membaik.


“dokter gimana keadaan putri saya” burita bertanya sambil mengelap air matanya dengan punggung tangan,dokter itu terdiam yang menciptakan suasana mecekam,


“dokter tidak terjadi hal yang burukkan”,,denis sekarang sudah berdiri menanyai dokter yang sepertinya mencari kata2 yang tepat buat disampaikan,dokter akhirnya menggerakkan bibirnya dengan hati2,,


“saya minta maaf,”


rangga terhenyak dikursinya,sementara bu rita mengeleng,rani semakin terisak,pak ardi mengeratkan pelukannya pada istrinya dengan muka tegang,rangga menutup wajahnya dengan kedua tangannya,


“apa maksud dokter,”,suara denis bergetar,


“kami sudah melakukan segala cara untuk meyelamatkan putri anda,tapi,,,”dokter itu terdiam menghela nafas,”tuhan ternyata menyayangi melati,,dia mengambilnya,melati sudah pergi,”,


seketika rangga lemas,untung dia duduk,burita pingsan,dio dan denis menggeleng tidak percaya,rani menjerit menekap mulutnya.


*******


 kini 5 tahun kemudian,rangga sudah berdiri didepan sebuah pusara dibawah naungan bunga kamboja,rangga mengelus batu nisan berwarna putih tersebut,menaburkan bunga2 yang dibelinya didekat makam itu,dinisan itu tertulis sebuah nama,nama yang tidak dilupakan olehnya.

__ADS_1


“mel,,,”desisnya,”gue pulang,gue pulang untuk bertemu lo setelah 5 tahun gue berjuang di negeri orang untuk mengejar cita2 gue,gue lulus,lulus dengan nilai memuaskan,” rangga menunduk kemudian mengerling pada nisan mengaggap nisa tersebut mendengarnya ,”seandainya lo lihat”,rangga kembali mengelus batu nisan yang tertulis nama melati ,”lo pasti seneng,lo pasti akan bilang sama gue,ga,, gue bangga sama lo,,loe berhasil,itukan kata2 yang lo akan katakan,gue adalah seorang dokter sekarang mel,dokter,lo banggakan punya pacar seorang dokter” rangga tersenyum berusaha membayangkan ekpresi melati jika gadis itu ada didekatnya ,”gue harap lo bahagia dan damai dialam sana,,gue,,” rangga tidak mampu melanjutkan kata2nya, setitik bulir kristal membasahi kelopak matanya,”gue akan tetap sayang sama lo sampai kapanpun karna”,suaranya parau,”gak ada yang bisa ngengantiin lo dihati gue selamanya”,selembar daun kamboja jatuh diatas makam melati,ranggga memungut daun itu,memandangnya bergantian dengan batu nisan,”lo dengar gue”,rangga sekarang tersenyum samar,”gue tau lo dengar,,gue tau lo selalu ngawasin gue dari atas sana,gue mencintai lo dan akan selalu mencintai lo”,rangga mencium batu nisan itu untuk terakhir kalinya kemudian berdiri dan beranjak meningglkan pusara melati,ranggaberbalik untuk terakhir kalinya dan dengan mantap melangkahkan kakinya menjemput masa depannya walaupn tanpa kehadiran melati karna dia yakin melati selalu bersama nya dan menyertai setiap langkah kakinya


*****


__ADS_2