Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai
Kecelakaan Vino


__ADS_3

Irpan seketika terhentak saat pihak rumah sakit mengabarkan jika Vino mengalami kecelakaan yang cukup serius. Nomor telepon Irpan yang terakhir kali di hubungi oleh Vino, membuat pihak rumah sakit menghubungi dirinya.


Irpan pun segera mengabarkan kecelakaan yang di alami oleh Vino pada pihak kampus. Irpan mendatangi ruang dekan untuk bertemu dengan beberapa dosen. Mereka mungkin saja akan berbaik hati untuk melihat kondisi dari Vino.


"Saya ingin mengabarkan Pak, jika Vino mengalami kecelakaan." ucap Irpan dengan wajah sedihnya.


Pihak dekan pun langsung mengirim salah satu dosen untuk bertemu dengan Vino di rumah sakit. Tentu di dampingi oleh Irpan, mereka akan pergi bersama ke rumah sakit. Dosen yang di utus oleh pihak kampus adalah pak Rizal. Dia adalah salah satu dosen yang di kenal dekat dengan Vino. Sehingga dia merasa terpanggil untuk menolong Vino yang sedang di landa sebuah musibah.


Perjalanan menuju rumah sakit itu harus di barengi dengan drama macet di jalanan. Ini benar-benar di luar dugaan dari Irpan dan pak Rizal. Sehingga mereka begitu kesal dengan kemacetan yang terjadi saat ini.


"Sudah siang seperti ini jalanan masih macet. Memang kita harus pindah ke Mars untuk bisa lancar ketika berkendara." ucap pak Rizal.


"Seperti inilah kota-kota besar. Tidak mungkin jadi kota besar kalau tidak macet. Rasanya seperti sudah berada di negara yang kolap saja. Kemacetan begitu parah terjadi di siang bolong seperti ini." balas Irpan dengan wajah yang masih panik.


Perlahan jalanan yang macet itu pun mulai lengang. Di saat itulah pak Rizal menunjukkan kualitas dari dirinya yang memang di kenal piawai dalam mengendarai mobil. Pak Rizal pun segera menyalip beberapa mobil di depannya. Dia benar-benar menunjukkan kualitasnya yang tidak sembarangan. Itu sedikit menghibur bagi seorang Irpan yang terus di landa kepanikan akan kondisi dari Vino. Irpan pun mulai bisa sedikit tersenyum dengan apa yang di tunjukkan oleh pak Rizal pada dirinya. Apalagi pak Rizal yang di kenal sebagai dosen yang suka guyon, tentu akan menjadi hal lain tanpa sebuah joke. Ini yang membuat perjalanan yang di lakukan oleh Irpan terasa begitu menyenangkan bersama dengan pak Rizal.

__ADS_1


Tiba di rumah sakit, Irpan dan pak Rizal segera bertemu dengan tim dokter yang menangani Vino. Mereka mencari ruangan dari Vino terlebih dahulu. Apalagi mereka tidak tahu ruangan dari Vino itu ada di lantai berapa. Mengintip rumah itu cukup luas dengan gedung yang mencapai belasan lantai. Ini menjadi pengalaman kedua bagi Irpan ke rumah sakit tersebut. Tapi dia tidak tahu pasti setiap ruangan yang ada di rumah sakit tersebut. Irpan pun butuh bertanya pada beberapa perawat yang ada di rumah sakit tersebut. Sehingga dia tidak akan tersesat untuk berada di ruang perawatan dari Vino.


"Kami mau tanya Sus, di ruangan apa dan lantai berapa pasien atas nama Vino Gibraltar berada?" tanya pak Rizal dengan wajah paniknya.


"Tunggu sebentar yah Pak, saya cari dulu nama pasien tersebut."


Suster itu langsung mencocokkan nama dari pasien yang di cari oleh pak Rizal. Begitu dia menemukan nama yang sesuai. Suster itu pun langsung mengatakan nama ruangannya serta gedung tempat Vino di rawat.


Begitu sudah mendapatkan informasi yang begitu lengkap dari suster tersebut. Pak Rizal dan Irpan pun segera pergi ke ruang perawatan dari Vino. Tentu mereka ingin tahu kondisi dari Vino saat ini. Apalagi Vino adalah bagian dari kerabat mereka yang cukup dekat. Tidak salah Irpan dan pak Rizal begitu khawatir dengan keberadaan dari Vino. Kecelakaan yang terjadi pada Vino adalah kecelakaan yang cukup mengejutkan, sehingga menjadi buah bibir semua orang di kampus.


Sudah berada di depan kamar perawatan dari Vino. Pak Rizal dan Irpan merasa bingung, mereka tidak tahu harus melakukan apapun. Sebab ruang perawatan Vino dalam keadaan tertutup. Mungkin saat ini sedang di lakukan sebuah perawatan terhadap Vino. Oleh sebab itu pintu kamar perawatan dari Vino tertutup dengan rapatnya.


"Bapak juga tidak tahu Irpan." jawab pak Rizal tidak kalah bingung.


Tidak berselang lama, pintu kamar perawatan dari Vino mulai terbuka. Muncul seorang pria seumuran pak Rizal dengan pakaian dokter dari kamar perawatan Vino. Wajahnya begitu datar, sehingga tidak bisa di baca oleh Irpan dan pak Rizal. Mereka harus tahu kondisi dari Vino saat ini.

__ADS_1


"Bagaimana dengan keadaan teman saya Dok?" tanya Irpan begitu paniknya.


"Keadaan teman anda baik-baik saja. Memang ada sedikit benturan yang terjadi di kepalanya. Tapi itu tidak terlalu bahaya. Jadi semuanya masih bisa kita kendalikan." jawab dokter.


Pak Rizal dan Irpan pun langsung mengucapkan syukur atas kondisi dari Irpan saat ini. Mereka merasa beruntung dengan Vino yang ternyata sedang dalam keadaan baik-baik saja. Semuanya menjadi lebih baik untuk Irpan dan pak Rizal. Apalagi kondisi dari Vino benar-benar sesuai dengan apa yang di harapkan oleh Irpan. Kini mereka pun sudah merasa lega dengan apa yang di rasakan oleh Vino.


"Apakah kita bisa melihat Vino sekarang Dok?" tanya pak Rizal penuh antusias.


"Saat ini saudara Vino masih belum bisa di jenguk oleh siapapun. Jadi kalian berdua harus bersabar untuk bisa bertemu dengan teman kalian." jawab dokter dengan penuh keyakinan.


Pak Rizal dan Irpan merasa kecewa, sebab keduanya tidak bisa melihat kondisi dari Vino saat ini. Padahal keduanya berharap bisa bertemu dengan Vino. Mereka sudah ingin memastikan jika Vino benar-benar sudah dalam keadaan baik.


Keluarga dari Vino yang sudah di tunggu oleh pak Rizal dan Irpan, juga akhirnya datang ke rumah sakit. Di wakili oleh ibu dan kakak perempuan, perwakilan keluarga dari Vino itu terlihat begitu panik dengan saat di hubungi pihak kampus dengan kecelakaan yang di alami oleh kerabat mereka. Semuanya pun khawatir dengan kondisi dari Vino yang begitu memilukan.


"Bagaimana dengan anak saya pak Dosen?" tanya ibu Vino dengan sedikit tangisan.

__ADS_1


"Alhamdulillah kondisi dari anak ibu sudah membaik. Dia sudah dalam keadaan baik-baik saja saat ini. Jadi tidak ada yang harus di khawatirkan oleh ibu. Cuman Vino masih belum bisa di jenguk oleh kita semua. Dia masih butuh istirahat." jawab pak Rizal dengan tenangnya.


Ibu Vino pun terlihat begitu bahagia dengan penjelasan yang di berikan oleh pak Rizal. Kekhawatiran yang sudah begitu besar di hatinya akan kondisi dari anaknya, ternyata tidak benar. Vino dalam keadaan yang baik-baik saja. Tidak ada hal buruk yang terjadi pada dirinya. Padahal Vino mengalami kecelakaan yang cukup besar. Itu semua di sebab oleh ulah dari Riko.


__ADS_2