Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai
Kebingungan Irpan


__ADS_3

Irpan terlihat tidak begitu bersemangat saat bertemu dengan teman-temannya. Dia menarik kursi di samping Andri, sebelum akhirnya dia duduk termenung. Ada sedikit pikiran kacau yang sedang di rasakan oleh Irpan. Di mana dia harus mencari sosok perempuan yang bisa di jadikan istri untuk kakaknya sendiri. Irpan harus bisa mencari calon istri yang sesuai kriteria dari kakaknya tersebut. Sehingga kakaknya akan bersedia dengan calon yang Irpan sodorkan.


Melihat wajah bersedih yang di tunjukkan oleh Irpan. Beberapa temannya langsung menyadari apa yang sedang di pikirkan oleh Irpan. Ada satu masalah penting sepertinya yang sedang melanda Irpan. Hingga Irpan tidak begitu cair saat semua teman-temannya mulai membahas banyak hal penting.


Rudi yang paling penasaran dengan masalah yang di hadapi oleh Irpan. Dia terus memperhatikan Irpan yang terlihat begitu bingung dengan persoalan yang sedang di hadapi oleh dirinya tersebut. Apalagi Rudi duduk bersebrangan dengan Irpan. Raut wajah bingung dari Irpan, dengan mudah bisa dia lihat.


"Pan loe kenapa diam aja dari tadi." sahut Rudi melempar cemilan ke wajah Irpan.


Irpan terkejut dengan cemilan yang di lempar oleh Rudi ke wajahnya. Dia pun langsung berkata, sambil mengubah ekspresi wajahnya terlihat lebih baik lagi.

__ADS_1


"Gue baik-baik saja Rud. Loe gak usah khawatir."


"Sepertinya teman kita satu ini kebelet kawin deh." ucap Andri mengambil minumnya.


"Kawin udah sering Dri, tapi nikahnya saja yang belum." tambah Riko menyenggol Andri.


Obrolan Irpan dan teman-temannya pun mulai berganti dengan rencana dari Andri yang akan mengadakan sebuah pesta di vila. Di mana pesat itu hanya akan di ikuti oleh mahasiswa saja. Sementara semuanya tidak boleh membawa pasangan masing-masing.


Tentu kurang seru jika berpesta tanpa membawa pasangan masing-masing. Sebab tidak akan terasa suasana pesta, tanpa kehadiran dari pasangan. Itu akan seperti sayur asem tanpa garam. Mungkin akan menjadi hambar.

__ADS_1


Riko yang di kenal lengket dengan pasangannya, tentu tidak setuju dengan apa yang di jadikan rencana oleh Andri. Bagi Riko berpesta itu seharusnya bisa di ikuti dengan pasangannya. Sehingga suasana pesta itu akan terasa semakin meriah.


Namun di sinilah pesat yang sebenarnya, di mana pesta yang akan di buat oleh Andri adalah pesat yang meriah. Tetap ada seorang perempuan yang akan menemani mereka semua. Sehingga tidak ada pasangan yang akan mereka bawa pun, mereka akan tetap bersenang-senang dengan seorang perempuan yang akan di sewa oleh Andri nantinya di vila.


Tentu ide gila dari Andri itu di setujui oleh teman-temannya yang lain. Namu. Tidak dengan Irpan yang masih menganggap wajar nilai-nilai keluhuran yang agung. Dia tidak setuju dengan apa yang di sampaikan oleh Andri. Pesta itu lebih terdengar seperti pesta yang tidak bermoral. Sehingga Irpan menolak untuk ikut bersama dengan teman-temannya tersebut. Dia lebih memilih untuk melakukan kegiatan yang jauh lebih bermanfaat, daripada harus berpesta gila seperti itu.


Semua teman-teman Irpan langsung menertawakan Irpan. Mereka menganggap Irpan adalah seorang yang munafik, sebab dia menolak untuk melakukan pesta. Tapi Irpan sering berpesta dengan pacarnya. Itu seperti menjilat ludahnya sendiri.


Irpan yang tidak setuju dengan pesat yang di gagas oleh Andri tersebut. Mengaku tidak akan ikut untuk berpesta dengan teman-temannya tersebut. Irpan mengaku sama sekali tidak tertarik dengan pesta yang tidak bermoral seperti itu. Dia pun meninggalkan tempat tongkrongan dengan perasaan yang sedikit kurang nyaman. Sebab dia menolak untuk ikut dalam pesta yang di buat oleh Andri.

__ADS_1


__ADS_2