
Senang rasanya saat Baron menerima amplop berisi gajinya. Dia terlihat tersenyum bahagia saat pak Imron yang merupakan HRD perusahaan itu, memberikan amplop itu pada dirinya. Baron pun sudah tidak sabar untuk membelanjakan gaji yang dia dapat bersama dengan Fitri. Mungkin ini akan jadi hari yang menyenangkan bagi Baron dan Fitri. Sebab mereka akan pergi ke kota untuk jalan-jalan di mall.
Begitu gaji yang di terima sudah berada di tangannya. Baron pun langsung menghubungi Fitri. Dia sudah tidak sabar untuk jalan-jalan di mall bersama. Mereka berdua akan menghabiskan banyak uang untuk jalan bersama.
"Hallo sayang."
"Iya."
"Kamu lagi di mana?"
"Aku lagi di rumah."
"Kamu sekarang pergi ke gubuk. Nanti aku jemput di sana. Kita bakal pergi ke mall hari ini."
__ADS_1
"Kamu serius?"
"Benar. Sekarang kamu pergi ganti baju."
Fitri senang bukan main, dia langsung segera mengganti pakaiannya. Mungkin ini akan jadi hari paling menyenangkan untuk dirinya. Dia akan pergi bersama dengan Baron ke mall. Sudah cukup lama bagi Fitri untuk bisa pergi ke mall. Namun dia yang tidak memiliki cukup uang. Kerap mengurungkan niatnya tersebut, sehingga Fitri pun memilih untuk membatalkan keinginannya untuk pergi ke mall. Kini dengan ajakan dari Baron, tentu Fitri sudah tidak sabar untuk segera pergi ke mall. Sebab dia akan di traktir oleh Baron untuk jalan-jalan di mall.
Dandan dengan secantik mungkin, Fitri yakin bisa membuat Baron tambah suka pada dirinya. Dengan begitu, bukan tidak mungkin Baro akan semakin terpesona dengan Fitri. Cara-cara seperti itu yang memang harus di butuhkan oleh Fitri. Apalagi Baron saat ini sedang dalam keadaan mabuk cinta. Ia pun tidak bisa di nasehati oleh siapa saja. Kini yang ada di pikiran Baron hanya cinta dan cinta saja, ia menjadi budak cinta akut.
Saat Fitri rasa penampilan dari dirinya sudah cukup baik. Dia pun segera bergegas pergi menuju ke gubuk pertemuan. Di tempat itu nantinya Baron akan menjemput Fitri untuk pergi ke mall. Fitri harus bisa membuat Baron semakin terkesan. Dengan begitu Baron akan semakin jatuh hati pada Fitri.
Sebelum meminta Fitri naik ke atas motornya, Baron sempat memuji penampilan dari Fitri. Dia mengatakan Fitri tampil begitu cantik, sehingga Baron melihat sosok bidadari yang ada di dalam diri Fitri. Tentu pujian dari Baron itu langsung membuat Fitri terbang entah ke mana. Namun tetap saja, Fitri lebih menyukai uang Baron. Daripada sekedar pujian berlebihan yang di sampaikan oleh Baron pada dirinya.
"Aku pikir kita harus segera pergi. Sebelum kita akan kemalaman di mall." ucap Fitri mengambil helm.
__ADS_1
"Ok kalau kamu maksa. Kita bakal segera pergi ke mall." ucap Baron dengan penuh semangat.
Baron langsung membawa motornya itu menuju mall yang akan di tuju. Tidak terlalu jauh sebenarnya jarak mall yang di tuju oleh Baron dan Fitri. Tetapi, Baron yang ingin lebih lama berduaan di atas motor bersama dengan Fitri. Menjalankan motornya itu dengan kecepatan yang begitu rendah.
Fitri yang sudah tidak sabar untuk segera tiba di mall. Kerap memberikan kode pada Baron untuk segera memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tapi Baron kerap menolaknya, dia sengaja menjalankan motornya dengan kecepatan yang rendah. Itu yang buat Fitri sempat kesal pada Baron. Padahal Fitri ingin segera jalan-jalan di dalam mall. Memilih pakaian, serta benda lain yang bisa di pilihnya.
Baron akhirnya menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi. Saat suara petir mulai menggelegar. Hujan akan turun sepertinya, dia harus segera sampai mall untuk menghindari hujan yang akan membasahi mereka selama perjalanan. Fitri merasa bersyukur dengan suara petir yang menggelegar di atas langit. Dengan begitu Baron akan menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi. Mall yang di tuju oleh keduanya sudah sangat dekat, bahkan mall itu sudah berada dalam genggaman.
Tiba di parkiran mall, Baron langsung melepaskan helm yang di gunakan oleh Fitri. Tidak lupa sebuah ciuman langsung di berikan oleh Baron pada Fitri. Dia terlihat begitu bahagia dengan momen yang di jalani oleh dirinya dengan Fitri. Dia pun tersenyum sepanjang perjalanan yang membuatnya terlihat selalu bahagia.
Fitri dan Baron pun berjalan bergandengan tangan dari parkiran menuju dalam mall. Sebenarnya Fitri sedikit risih dengan apa yang di lakukan oleh Baron pada dirinya. Tapi dia merasa itu harus di lakukan agar menunjukkan seolah-olah dia memang mencintai Baron seperti Baron mencintai dirinya. Padahal sama sekali tidak ada rasa cinta yang ada di hati Fitri. Dia menjalin hubungan dengan Baron hanya sekedar main-main saja. Untuk membuat uang Baron terkuras habis, hingga dia tidak bisa memberikan uang pada Emin istrinya. Jika tidak, tentu Fitri menolak untuk bergandengan tangan di tempat ramai seperti ini.
Tempat pertama yang di tuju oleh Baro. dan Fitri adalah tempat pakaian yang menjual banyak pakaian dengan produk luar negeri. Setiap pakaian yang di jual di toko ini tentu memiliki harga yang jauh di banding dengan harga pakaian di pasar. Mungkin Fitri bisa membeli beberapa setel baju dengan uang 300 ribu. Namun uang itu hanya bisa di belikan 1 baju saja. Fitri yang suka dengan baju yang di pilihnya, tetap membeli baju tersebut.
__ADS_1
Perjalanan berikutnya tentu toko alat make up. Di sini Fitri memilih salah satu brand luar yang telah memiliki nama besar. Dia sengaja datang ke tempat ini, sebab dia ingin membuat uang dari Baron habis. Ini adalah taktik yang di lakukan oleh Fitri untuk membuat uang gajian dari Baron habis. Tidak ada jatah bulanan untuk Emin, mungkin mereka akan ribut. Sehingga akan ada perang hebat di antara kedua. Fitri sudah tidak sabar untuk melihat kedua suami istri itu bertengkar hebat akibat perkara gaji saja.
Untuk membuat dompet Baron terkuras habis, Fitri memilih alat make up dengan harga yang mahal. Dengan begitu, dia bisa membuat gaji Baron yang biasa di gunakan belanja bulanan dari Emin, kini akan habis di gunakan untuk belanja dari Fitri. Baron mungkin akan di marahi Emin dengan begitu kerasnya. Sebab dia melakukan tindakan yang bodoh, tindakan yang sama sekali tidak baik. itu yang akan membuat Emin marah pada Baron.