Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai
Baron Ketahuan


__ADS_3

Sebuah dering telepon langsung mengejutkan Baron. Di pagi buta, seseorang menghubungi Baron seperti ini. Dia yang penasaran dengan orang yang menelpon dirinya. Langsung mengangkat panggilan telepon yang masuk. Saat tahu yang menelpon dirinya adalah Fitri. Dia langsung bergegas pergi dari atas ranjangnya. Sebab di samping Baron ada Emin yang seperti sudah bangun, namun malas bergerak.


Baron yang tidak ingin di ketahui oleh Emin. Langsung pergi ke dapur untuk menerima panggilan telepon dari Fitri. Mungkin di dapur Baron bisa lebih aman lagi dalam menerima panggilan telepon yang masuk pada dirinya. Sebab di sini masih cukup sepi. Tidak ada orang yang akan curiga pada Baron yang sedang berteleponan dengan Fitri.


Baron terlihat begitu senang menerima panggilan telepon dari Fitri. Dia yang rindu pada Fitri, mengajak Fitri untuk bertemu dengan dirinya selepas pulang kerja. Baron hari ini gajian, dia akan memberikan Fitri apapun yang di mintanya. Sehingga Fitri bebas memilih apapun yang dia mau.


Fitri tentu senang dengan apa yang di tawarkan oleh Baron pada dirinya. Mungkin ini adalah kesempatan bagi Fitri untuk menguras harta dari Baron. Dia akan membuat gajian Baron pada Emin tidak tersisa. Hingga keduanya akan bertengkar hebat dengan gajian Baron yang akan habis untuk belanja bulanan dari Fitri.


Emin yang awalnya tidak menyadari kepergian dari Baron yang tiba-tiba. Mulai sadar saat dia sudah tidak menemukan Baron di sampingnya. Emin menoreh ke arah samping, tidak ada Baron di sampingnya. Hingga Emin pun langsung mencari keberadaan dari Baron.


Emin berjalan menyisiri setiap ruangan di rumahnya. Sampai di dapur, Emin mendapati Baron yang sedang berteleponan dengan seseorang dengan nada manja. Sontak Emin yang mendengar bagaimana Baron melakukan panggilan telepon dengan nada yang aneh, langsung marah pada pria tersebut. Dia pun langsung menarik handphone milik Baron dari tangannya. Kemudian langsung mematikan panggilan telepon dari Fitri.

__ADS_1


"Siapa yang kamu telepon ini?" tanya Emin sambil mengangkat handphonenya ke hadapan Baron.


"Bukan siapa-siapa, dia teman kerja aku." jawab Baron merebut handphone miliknya.


"Teman kerja! Apa harus dengan kata-kata sayang. Itu aneh banget Mas." ucap Emin semakin emosi.


"Terserah. Kamu mau percaya sama aku, atau tidak. Tapi dia hanya teman kerja aku saja. Tidak lebih, jadi jangan pernah mikir macam-macam." tegas Baron meninggalkan Emin.


Emin yang butuh penjelasan lebih lanjut dari Baron, terus mengikutinya. Dia masih butuh penjelasan dari Baron, tidak hanya penjelasan singkat saja. Namun harus penjelasan yang tentunya komplit. Sebab Emin belum percaya jika perempuan yang di panggil sayang oleh Baron itu hanya rekan kerja Baron saja. Itu tidak mungkin, Emin tidak percaya dengan ucapan dari Baron tersebut. Sehingga Emin merasa itu adalah kebohongan dari Baron pada dirinya.


Baron yang kesal dengan Emin yang terus memaksa dirinya untuk memberitahu perihal Fitri. Langsung mendorong Emin dengan begitu kerasnya. Emin yang tidak berdaya pun langsung jatuh tersungkur dengan apa yang di lakukan oleh Baron. Dia tidak terlihat begitu baik saat Baron mendorong dirinya. Hingga Emin harus terjatuh ke atas lantai dengan dorongan yang di lakukan oleh Baron.

__ADS_1


"Dengar yah, aku sudah bilang dia bukan siapa-siapa. Jadi kamu tidak harus tahu dia siapa. Paham!" ucap Baron dengan penuh amarah pada Emin.


Melihat keributan yang terjadi di dapur, Kartini yang hendak pergi mengajar. Langsung menghampiri lokasi keributan yang ada. Dia yang iba, langsung menolong ibunya yang di dorong jatuh oleh Baron.


"Kenapa Bapak dorong ibu seperti ini?" tanya Kartini dengan wajah kesal.


"Bilang sama ibu kamu. Makanya dia jangan suka kepo dengan urusan orang. Segala orang yang telepon harus tahu. Kamu itu cuman istri, tugas istri itu nurut apa kata suami. Jadi jangan pernah kamu bantah omongan suami. Paham kamu." jawab Baron dengan tegas.


Baron yang akan berangkat kerja pun, mulai mempersiapkan diri. Dia bergegas pergi ke kamar mandi. Sebelum dia mengambil sarapan untuk bekerja.


Emin sendiri begitu sedih dengan sikap Baron yang akhir-akhir ini berubah. Seperti ada sesuatu hal yang di sembunyikan oleh Baron dari dirinya. Itu yang membuat Emin penasaran. Namun Emin curiga akan Baron yang memiliki perempuan lain yang ada di hatinya kini. Bisa saja perempuan itu adalah perempuan simpanan dari Baron. Itu mungkin terjadi pada Emin saat ini.

__ADS_1


Dia terlihat begitu tidak berdaya dengan apa yang ada. Hatinya benar-benar lirih dengan kondisi dari suaminya tersebut. Ada perubahan sikap yang besar. Hingga Emin yakin perubahan itu di pengaruhi oleh seseorang yang mulai merebut hati Baron.


Melihat dan mendengar penjelasan dari Emin. Kartini pun turut penasaran dengan perubahan sikap yang terjadi pada bapaknya tersebut. Di melihat kemungkinan buruk yang akan terjadi pada bapaknya tersebut. Bisa saja bapaknya itu sedang di rayu oleh seseorang. Sehingga mengalami perubahan sikap yang signifikan. Dia menjadi seorang pemarah yang begitu kasar pada keluarganya.


__ADS_2