
Cinta Baron yang begitu besar pada seorang Fitri, nyatanya membuat Baron sudah kehilangan akal. Di dalam pikirannya hanya ada Fitri saja saat ini. Sehingga Baron siap melakukan apapun demi membuat selingkuhan tersebut bahagia.
Hari gajian Baron masih cukup lama, mungkin Fitri akan marah saat Baron tidak segera memberikan dia uang. Baron harus berpikir lebih baik lagi. Sehingga dia bisa mendapatkan uang yang di inginkan oleh Fitri. Dia harus segera memberikan uang yang memang saat ini di butuhkan oleh Fitri.
Pertama tentu Baron meminta uang pada Emin. Sebab uang gaji Baron sepenuhnya di pegang oleh Emin. Baron biasanya hanya meminta uang pada Emin untuk membeli rokok atau jajan kecil saja. Dia tidak pernah meminta uang dalam nominal yang besar.
Baron mendatangi Emin yang sedang berada di dalam kamar. Emin terlihat masih begitu sedih memikirkan nasib dari Kartini. Dia tidak habis pikir dengan Kartini yang bernasib begitu malang. Hingga Kartini dua kali harus kehilangan orang yang di cintai oleh dirinya. Emin pun begitu sedih memikirkan nasib dari Kartini yang menurutnya begitu malang.
Melihat Emin yang begitu lemas, tentu Baron kurang menyukainya. Dia langsung memarahi Emin, meminta Emin untuk tidak bersikap payah seperti itu. Sebab apa yang di lakukan oleh Emin adalah tindakan yang tidak benar. Menangis adalah sebuah titik lemah dari manusia, Baron berharap Emin tidak akan melakukan hal tersebut. Dia harus bisa bangkit, bahkan harus bisa segera memulai semuanya dengan lebih baik lagi. Tidak boleh bersedih dengan apa yang di lakukan oleh dirinya.
__ADS_1
"Untuk apa kamu bersedih seperti itu?" tanya Baron dengan raut wajah kesal.
"Untuk apa kamu tanya, jelas-jelas aku menangisi nasib anak kita. Kamu tidak sedih dengan nasib anak kita." jawab Emin dengan nada tak kalah keras dari Baron.
"Aku tidak peduli. Sekarang kamu bagi uang kamu buat aku. Aku minta uang satu juta rupiah." ucap Baron dengan tegasnya.
"Mana uangnya!" tegas Baron.
"Kamu gila atau seperti apa. Aku tidak punya uang sebanyak itu. Gaji kamu sudah habis aku pakai buat belanja bulanan kita. Mana ada aku uang sebanyak itu." ucap Emin dengan nada tinggi.
__ADS_1
Baron yang emosi lantas memegang wajah Emin dengan penuh amarah. Dia meminta uang itu harus ada sekarang juga. Sebab Baron butuh uang tersebut.
Emin yang ketakutan dengan wajah Baron yang terlihat begitu emosi pada dirinya. Memanggil Kartini dan Aldi untuk menolong dirinya. Kedua anak Emin itu langsung datang untuk menolongnya. Mereka langsung meminta pada Baron untuk melepaskan tangannya dari wajah Emin.
Baron tidak akan melepaskan tangannya dari wajah Emin, saat dia masih belum mendapatkan uang yang di pintanya. Baron berharap Emin akan segera memberikan uang yang di pinta oleh dirinya. Sehingga Baron akan melepaskan tangannya dari wajah Emin.
Melihat Emin yang sudah terlihat begitu kesulitan bernapas. Akhirnya Kartini pun merelakan uang tabungan yang di milikinya pada Baron. Dia mengambil uang tabungannya tersebut untuk di berikan pada Baron.
Tentu Baron senang dengan uang yang di berikan oleh Kartini tersebut. Dia pun langsung pergi dari kamar Emin untuk memberikan uang itu pada Fitri. Sementara Emin yang begitu kesakitan dengan apa yang di lakukan oleh Baron, langsung di tenangkan oleh Kartini. Dia pun segera mendapatkan pertolongan dari Kartini.
__ADS_1