
Kartini di buat terkejut saat melihat keberadaan dari Erina di samping kamarnya. Dia benar-benar tidak menyangka, perempuan itu akan datang ke Bali untuk menemui dirinya dan Lutfhi. Kartini yang masih tidak percaya dengan keberadaan dari Erina, langsung menatap wajah perempuan itu dengan seksama. Kartini ingin memastikan orang tersebut adalah benar-benar Erina. Mantan Lutfhi yang masih berharap cinta dari suaminya tersebut.
Erina sama sekali tidak terkejut dengan respon yang di tunjukkan oleh Kartini. Dia sadar betul Kartini akan terkejut dengan keberadaan dari dirinya. Ini seperti sebuah kejutan yang tidak di duga oleh Kartini.
"Kenapa kamu memandang diriku seperti itu. Kamu tidak suka dengan keberadaanku di sini!" ucap Erina dengan ketusnya.
"Tidak Erina. Aku senang kamu ada di sini. Kamu sedang berlibur juga?" tanya Kartini.
"Tidak penting kamu tahu. Aku mau berlibur atau apa. Itu bukan urusan kamu. Paham perempuan murahan." jawab Erina dengan wajah kesalnya pada Kartini.
__ADS_1
Lutfhi yang sedang berada di dalam kanra hotel, merasa kurang nyaman dengan keributan yang terjadi. Dia segera menghampiri apa yang sebenarnya terjadi di luar kamar hotel tempat dia menginap. Mungkin saja ada banyak hal yang terjadi di luar kamar hotel tersebut. Hingga dia harus tahu apa yang sebenarnya terjadi pada istrinya tersebut.
Lutfhi langsung terkejut saat melihat keberadaan dari Erina di samping kamar hotel dirinya. Ini benar-benar di luar dugaan dari Lutfhi. Perempuan itu bisa tahu secara detail tempat Lutfhi dan Kartini menginap. Tentu Lutfhi tahu orang di balik itu semua. Tentu Erina tahu semuanya dari seorang Desi. Dia yang sudah membocorkan semua rahasia dari tempat liburan Lutfhi dan Kartini. Tidak heran Erina bisa tahu secara detail tempat liburan Lutfhi dan Kartini dan Bali. Padahal mereka memilih tempat itu secara mendadak. Tidak banyak orang yang tahu, hanya ada keluarga mereka saja yang tahu. Tidak ada orang asing yang tahu tempat liburan mereka berdua. Tapi dengan keberadaan dari Erina di kamar hotel itu. Sudah pasti ada seseorang yang telah membocorkan semuanya. Jadi tidak heran Erina bisa berada di kamar hotel itu.
Erina senang bisa melihat wajah Lutfhi secara dekat kembali. Ini adalah hal yang sudah lama tidak Erina rasakan. Di pagi hari dia bisa melihat wajah Lutfhi yang tampan di hadapannya. Dahulu mereka sering melakukan video call untuk bisa melihat satu sama lain. Tapi semua ini sudah tidak lagi di lakukan oleh Erina dan Lutfhi. Mereka sudah tidak pernah melakukan itu semua, sebab sudah tidak ada lagi hubungan antara keduanya. Mereka sudah bukan lagi sepasang kekasih seperti dahulu. Jadi tidak ada hal yang harus mereka berdua lakukan lagi.
Kartini yang merasa perbuatan dari Erina adalah perbuatan yang tidak wajar. Dia segera menghentikan tangan nakal Erina yang mencoba menyentuh tubuh Lutfhi. Kartini tidak ingin tubuh suaminya itu di sentuh oleh Erina. Apalagi Erina terlihat begitu bernafsu untuk bisa menyentuh tubuh Lutfhi.
"Apa kamu tidak malu. Ada aku yang merupakan istri dari Mas Lutfhi. Tapi kamu berusaha untuk menyentuh tubuh suamiku. Itu adalah hal gila yang begitu tidak baik. Kamu harus sadar itu." ucap Kartini sambil melempar tangan Erina.
__ADS_1
Melihat ketegasan yang di tunjukkan oleh Kartini. Lutfhi tersenyum penuh kemenangan. Itu yang di harapkan oleh Lutfhi dari Kartini. Dia tidak menjadi seorang perempuan yang lemah. Dia harus menunjukkan sikap yang tegas pad Erina. Itu adalah hal yang harus di lakukan oleh Kartini saat ini. Bukti jika dirinya tidak ingin kehilangan Lutfhi sebagai seorang suami.
Erina tentu tidak menyangka Kartini akan melawan atas perlakuan yang di lakukan oleh dirinya. Dia terlihat kesal dengan apa yang di lakukan oleh Kartini pada dirinya. Erina pun sudah siap untuk menampar wajah dari Kartini. Namun tangan Erina kini di hadang oleh Lutfhi. Dengan tatapan tajam, Lutfhi pun mengingatkan Erina untuk tidak bermacam-macam dengan istrinya tersebut. "Jika kamu bermacam-macam dengan Kartini. Kamu akan berhadapan denganku. Mungkin saja kamu akan merasakan banyak hal yang tidak pernah kamu duga sebelumnya. Ingat itu Erina."
Dengan kasar Lutfhi pun melempar tangan Erina. Dia masih menatap wajah Erina dengan tatapan yang begitu tajam. Menunjukkan bagaimana dirinya bersikap tegas dan keras pada Erina. Dia tidak ingin perempuan itu kembali menyakiti istrinya. Apalagi Kartini selama ini sudah sering di sakiti oleh banyak orang. Hal yang tidak akan pernah terjadi saat ini. Sebab ada Lutfhi yang akan selalu melindungi Kartini sebagai seorang suami. Lutfhi memastikan itu pada Kartini, sehingga perempuan itu tidak harus takut dengan apa yang akan terjadi pada dirinya. Semuanya akan baik-baik saja untuk Kartini. Begitu juga untuk Lutfhi yang akan selalu ada untuk Kartini.
Erina yang sudah merasa terpojokkan dengan situasi saat ini. Terlihat sudah tidak berdaya lagi. Dia merasa hari ini adalah hari paling buruk dalam hidupnya. Tidak ada pertolongan yang bisa di lakukan orang lain pada dirinya. Dia terlihat begitu buruk di mata Kartini dan Lutfhi. Tidak ada ampun bagi Erina, dia merasakan seperti seorang yang sedang dalam masa penghakiman. Itu yang membuat Erina begitu kesal. Di tambah dengan Kartini yang melawan saat dirinya berusaha menekan Kartini. Itu yang sama sekali tidak pernah di bayangkan oleh Erina. Hal itu membuat Erina begitu marah pada Kartini. Bahkan dirinya ingin sekali melakukan sesuatu yang akan membuat Kartini menyesal atas apa yang di lakukan olehnya. Ini adalah hal yang buruk bagi dirinya, tapi dia harus melakukan itu semua pada Kartini. Dia percaya itu adalah hal yang baik yang akan membuat Kartini merasa kesal dengan semuanya.
Sudah kalah telak dari Kartini di hari ini. Erina pun kembali masuk ke dalam kamar hotelnya. Dia terlihat begitu marah pada Kartini dan Lutfhi yang membuat dirinya terlihat seperti seorang yang tidak berdaya. Erina pun siap membalaskan semua perbuatan dari Lutfhi dan Kartini tersebut. Ada banyak kejutan yang di siapkan oleh Erina untuk membalas perbuatan dari keduanya. Apalagi untuk Kartini yang di anggap sebagai orang yang telah membuat dirinya terlihat aneh di hadapan seorang Lutfhi. Erina siap melakukan apapun untuk membuat Kartini menyesali semua perbuatan yang di lakukan oleh dirinya tersebut.
__ADS_1