Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai
Aldi Bertemu Kartini


__ADS_3

Taman menjadi tempat yang di pilih oleh Aldi untuk bertemu dengan Kartini. Dia merasa lokasi itu cocok untuk di jadikan tempat pertemuan yang paling pas antara dirinya dengan Kartini. Di sana mungkin Aldi akan menceritakan bagaimana kehidupan dirinya bersama Baron yang semakin memburuk pasca pemecatan Baron di pabrik. Mereka hidup dengan terlunta-lunta.


Aldi datang terlebih dahulu di taman. Dia terlihat sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan Kartini. Aldi sudah terlihat ingin mengatakan hal yang baik untuk Kartini. Mungkin saja dengan begitu Kartini akan mampu menerima Aldi yang sudah tidak memiliki tempat tinggal lagi.


Sebenarnya Aldi sudah meminta untuk tinggal bersama dengan Emin. Tapi Emin yang merasa tidak enak hati dengan suami barunya, menolak permintaan dari Aldi. Dia pun menyarankan Aldi untuk tinggal bersama dengan Kartini. Apalagi Kartini memiliki calon suami konglomerat. Rumah Kartini cukup untuk menampung Aldi di sana.


Aldi terlihat begitu tidak sabar untuk bertemu dengan kakaknya itu. Beberapa kali pesan di kirim untuk memastikan Kartini akan segera sampai di taman. Mungkin ini akan jadi pertemuan yang paling membahagiakan bagi Kartini dan Aldi. Mereka akan kembali bertemu, setelah beberapa bulan berpisah. Mungkin saja ada sedikit perubahan yang akan membuat keduanya saling tidak percaya.

__ADS_1


Penantian dari seorang Aldi akhirnya membuahkan hasil. Kartini yang di tunggu oleh dirinya pun akhirnya tiba. Mungkin dia adalah orang yang paling beruntung memiliki kakak seperti Kartini. Sebab Aldi akan bertemu dengan sosok perempuan cantik yang berhasil menaklukkan anak konglomerat.


Tiba di bangku taman, Aldi langsung bersujud di kedua kaki Kartini. Dengan air mata yang mulai mengucur deras dari kedua matanya. Dia bertutur bagaimana semalam dia tidur di emperan toko. Ibunya mengusir Aldi dari rumahnya, sebab dia tidak ingin di ganggu oleh Aldi. Aldi pun bingung untuk bisa tinggal di mana lagi. Sementara rumah yang mungkin mau menampung dirinya hanya rumah Kartini saja. Jika tidak, tentu Aldi akan kembali tidur di emperan toko.


Melihat Aldi yang terlihat begitu bersedih dengan nasibnya kini. Kartini merasa iba dengan adik kandungnya tersebut. Kartini mengangkat tubuh Aldi dari posisi sujudnya tersebut. Sebelum Kartini memeluk Aldi dengan begitu eratnya.


"Terus malam ini aku harus tinggal di mana?" tanya Aldi dengan penuh kesedihan.

__ADS_1


"Mungkin kamu bisa menyewa sebuah kamar hotel untuk beberapa hari ke depan. Nanti Kakak akan berbicara terlebih dahulu dengan Mas Lutfhi untuk izin tinggal kamu." ucap Kartini kembali.


"Tapi aku tidak punya uang Kak untuk menyewa kamar hotel." Aldi semakin terlihat payah.


Kartini mengambil beberapa lembar uang di dalam tasnya. Beberapa lembar uang itu di rasa Kartini cukup untuk Aldi menginap di kamar hotel dalam beberapa hari ke depan. Mungkin Kartini ingin membicarakan semuanya pada Lutfhi dan keluarganya. Jika mereka mengizinkan Aldi untuk tinggal. Bukan tidak mungkin Kartini akan membawa Aldi ke rumah tersebut. Jika tidak, maka Kartini tidak akan gegabah untuk membawa Aldi ke rumah tersebut. Ini harus di bicarakan secara matang antara dirinya dengan keluarga besar dari Lutfhi.


Aldi berharap akan ada jawaban yang baik dari Kartini. Aldi tidak ingin selamanya tinggal di kamar hotel. Tentu biayanya akan semakin besar untuk Kartini. Aldi hanya ingin menumpang saja. Jika memungkinkan, Aldi ingin juga bekerja di rumah Lutfhi. Itu adalah balasan dari Aldi untuk kelurga besar Lutfhi yang telah memberikan dirinya tempat tinggal.

__ADS_1


Kartini tidak bisa menjanjikan semuanya pada Aldi. Dia harus berdiskusi panjang lebar dengan Lutfhi dan keluarganya. Jika memang memungkinkan, maka Kartini akan mengajak Aldi untuk tinggal bersama dengan dirinya. Jika tidak, maka itu tidak akan pernah terjadi. Kartini mungkin hanya akan memberikan uang untuk Aldi mengontrak rumah. Sehingga biaya sewa tidak akan terlalu mahal bagi Kartini.


__ADS_2