Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai
Rencana Bulan Madu


__ADS_3

Semua orang memperhatikan rambut Kartini yang basah. Tidak ada yang salah dengan Kartini yang saat ini sudah menjadi istri dari Lutfhi. Mungkin itu adalah bagian dari ritual yang di lakukan Kartini, selepas bercinta dengan Lutfhi di malam pertama mereka berdua. Kartini terlihat begitu malu-malu saat semuanya memperhatikan rambutnya.


Bu Ria yang merupakan mertua dari Kartini semakin membuat Kartini merasakan perasaan yang tidak enak. Dia sengaja menggoda Kartini dengan sebuah senyuman serta beberapa kata yang sedikit dewasa. Kartini yang baru pertama kali bercinta dengan seorang pria, terlihat semakin tidak percaya diri dengan apa yang ada. Tapi Kartini berusaha bersikap tenang dengan apa yang ada.


Dia duduk di samping bu Ria. Sementara Lutfhi yang masih merapikan penampilannya. Masih berada di dalam kamarnya. Lutfhi tentu saja akan merasakan apa yang di rasakan oleh Kartini saat ini. Sehingga dia harus bisa tampil dengan baiknya.


Begitu Lutfhi datang ke meja makan, semua orang menatap wajah Lutfhi dengan tatapan yang sedikit heran. Tidak seperti Kartini yang basah. Rambut Lutfhi justru terlihat kering serta rapi. Mungkin saja Lutfhi tidak mandi seperti yang di lakukan oleh Kartini.

__ADS_1


"Ada apa, kenapa ibu dan ayah menatapku seperti itu?" tanya Lutfhi duduk di samping Kartini.


"Ibu sama ayah heran, bisa-bisanya kamu tidak keramas hari ini." jawab Irpan dengan santainya.


Kartini pun tertawa dengan jawaban yang di berikan oleh Irpan. Ini benar-benar cukup membuat heran. Mengapa kedua mertuanya itu heran dengan rambut Lutfhi yang tidak basah. Mungkin saja Lutfhi sudah menggunakan hair dryer, sehingga rambutnya sudah kering kini.


Untuk membuat suasana kembali menjadi normal. Kedua orangtua Lutfhi pun mulai membahas perihal bulan madu yang akan di lakukan oleh Kartini dan Lutfhi. Mungkin saja ini akan jadi perjalanan yang cukup menyenangkan bagi Kartini dan Lutfhi. Apalagi bu Ria begitu berharap Kartini akan segera hamil. Memiliki anak adalah hal yang sudah cukup lama di tunggu oleh bu Ria dan pak Hermawan. Itu yang ingin segera di dapat oleh mereka berdua. Mereka berharap mendapatkan semuanya dari Kartini dan Lutfhi.

__ADS_1


"Aku mungkin akan ikut saja. Tapi bagaimana dengan Kartini. Apakah kamu setuju dengan rencana bulan madu itu?" tanya Lutfhi.


"Aku setuju. Itu bukan ide yang buruk. Aku pikir bulan madu adalah hal yang baik juga." ucap Kartini.


Pak Hermawan dan bu Ria pun merasa senang dengan penerimaan yang di lakukan oleh Kartini dan Lutfhi. Mereka begitu berharap Kartini akan segera hamil saat pulang dari bulan madu tersebut. Apalagi tempat yang sudah di siapkan oleh keduanya adalah tempat yang romantis. Tentu akan ada selalu momen cinta yang akan terjadi pada keduanya. Itu yang di harapkan oleh pak Hermawan dan bu Ria akan Kartini.


"Ibu senang bukan main. Semoga jadi yah." ucap bu Ria sedikit tersenyum.

__ADS_1


Semua orang pun terdiam dengan ucapan dari bu Ria. Mereka kurang paham dengan maksud dari bu Ria tersebut. Jadi seperti apa yang di maksud oleh bu Ria. Itu yang cukup membingungkan bagi semuanya. Sebelum akhirnya bu Ria melarat ucapannya tersebut.


Melihat bagaimana kebahagiaan yang di rasakan oleh Kartini. Ada sedikit rasa cemburu yang di rasakan oleh Fitri. Dia melihat kebahagiaan dari Kartini adalah sebuah keburukan bagi dirinya. Ini adalah kabar buruk yang harus segera Fitri singkirkan dalam hidupnya. Dia harus bisa melihat Kartini menderita, bukan bahagia seperti saat ini.


__ADS_2