Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai
Lutfhi Meyakinkan


__ADS_3

Kedatangan dari mantannya yang telah membuat Lutfhi sedikit takut untuk kembali menjalin hubungan dengan perempuan. Kurang lebih membawa dampak yang kurang baik bagi Kartini. Dia merasa ini adalah hal yang sama sekali tidak bisa di biarkan. Apalagi mantan dari Lutfhi itu terlihat begitu agresif dalam menunjukkan rasa sukanya pada seorang Lutfhi.


Sepanjang perjalanan pulang, Kartini terlihat tidak begitu bersemangat dengan kondisi yang ada. Dia sedikit khawatir dengan kedatangan dari mantan Lutfhi tersebut. Apalagi dia terlihat begitu agresif dalam mendapatkan cinta Lutfhi kembali.


Lutfhi menyadari ketakutan dan seorang Kartini akan mantan pacarnya tersebut. Tapi dia mencoba menenangkan Kartini untuk tidak khawatir dengan sang mantan pacar. Itu tidak akan buruk bagi Kartini. Semuanya akan baik-baik saja, apalagi Kartini adalah calon istri dari Lutfhi. Jadi tidak akan mudah bagi Lutfhi untuk berpindah hati pada mantan pacarnya tersebut. Kartini harus yakin akan cinta Lutfhi yang tulus pada dirinya.


"Kamu kenapa diam seperti itu?" tanya Lutfhi dengan penuh tanya.


"Enggak, aku baik-baik saja Sayang." jawab Kartini.

__ADS_1


"Kamu kurang suka dengan wedding organizer yang di pilih. Atau kamu tidak suka dengan kedatangan dari Erina?" tanya Lutfhi kembali.


"Enggak Sayang. Aku suka dengan wedding organizer yang kamu pilih. Aku juga tidak masalah dengan perempuan itu. Hanya saja aku.."


"Aku apa?" potong Lutfhi.


Lutfhi yang penasaran dengan ucapan yang akan di ucapkan oleh Kartini. Pada akhirnya menghentikan mobilnya tersebut. Dia meminta Kartini untuk mengatakan apa yang hendak di ucapkan oleh dirinya. Kartini terlanjur membuat Lutfhi penasaran dengan ucapan yang di batalkan olehnya tersebut.


"Kamu jangan setengah-setengah gitu dong. Kamu harus lanjutin ucapan kamu. Jangan buat aku penasaran seperti ini." ucap Lutfhi dengan tegas.

__ADS_1


Kartini hanya menatap Lutfhi dengan tatapan yang cukup bingung. Dia merasa bingung untuk mengatakan hal yang seharusnya dia katakan. Tapi dia juga tidak tahu apa yang harus dia katakan pada Lutfhi. Mengingat ada rasa takut yang datang di dalam hatinya. Rasa takut yang tiba-tiba muncul.


"Aku tidak akan menjalankan mobil ini. Sampai kamu bilang ke aku. Apa yang buat kamu takut?" Lutfhi menatap tajam Kartini.


"Aku takut kamu akan kembali ke mantan kamu itu. Aku benar-benar tidak bisa membayangkan pernikahan yang ada di depan mata, akan sirna begitu saja. Beberapa kali aku mengalami kegagalan dalam pernikahan yang hampir terjadi. Tapi pada akhirnya aku gagal, dan aku tidak bisa benar-benar menjadi seorang istri." jawab Kartini dengan tatap kalut.


Lutfhi terdiam dengan pernyataan yang di sampaikan oleh Kartini. Dia merasa ini adalah hal yang wajar di takuti oleh Kartini. Tapi Lutfhi meyakinkan Kartini akan komitmen cinta dari dirinya pada Kartini. Apalagi Lutfhi sudah mantap untuk menikah dengan Kartini. Jadi tidak ada hal yang harus membuat Kartini takut dengan semua itu. Dia harus yakin dengan cinta dari Lutfhi yang benar-benar tulus pada dirinya. Lutfhi meyakinkan Kartini akan hal tersebut.


Lutfhi pun memeluk Kartini, dengan beberapa ciuman di berikan di wajah Kartini. Ini adalah cara yang paling ampuh di lakukan oleh Lutfhi untuk membuat Kartini bisa tenang dengan apa yang ada. Lutfhi siap membuat Kartini merasa lebih nyaman lagi dengan semua itu.

__ADS_1


__ADS_2