Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai
PINGSAN


__ADS_3

Akhhh


Begitu tiba dikamarnya, Melati berteriak bahagia, dia berlari ke tempat tidurnya dan membanting tubuhnya ditempat tidur dan menyembunyikan wajahnya yang memerah disana.


"Ya Tuhan, aku sangat bahagia." gumamnya, hari ini merupakan hari yang paling membahagiakan untuk Melati.


Melati meraih ponselnya dan mengirim pesan untuk Rangga.


Melati : Terimakasih ya Rangga untuk hari ini, aku sangat bahagia, oh ya, hati-hati ya dijalan, sampai ketemu besok disekolah


Melati tidak mengharapkan mendapatkan balasan dari Rangga, sehingga setelah dia mengirim pesan tersebut dia kembali membaringkan tubuhnya.


Namun 10 menit kemudian, ponselnya berbunyi, dengan cepat Melati meraih ponselnya, dan Melati tersenyum lebar saat mengetahui itu merupakan balasan dari Rangga.


Rangga : Iya Mel, sebaiknya kamu tidur gieh, agar besok gak telat


Melati : Iya Rangga, selamat malam Ranga, mimpi indah


Rangga : Selamat malam juga Melati


Malam ini sepertinya Melati akan tidur dengan nyenyak.


*****


Senin pagi


Baju udah rapi, make up udah sempurna, rambut sudah oke, Melati semakin mendekatkan wajahnya di depan cermin mencoba mencari kekurangan diwajahnya.


"Oke sudah sempurna." desis Melati puas melihat penampilannya.


Dan sebelum keluar kamarnya, Melati menyemprotkan parfum berbau mawar dipergelangan tangannya meratakannya dan kemudian mengolesnya dilehernya. Dan untuk terakhir kalinya Melati kembali mematut-matut dirinya di depan cermin untuk melihat pantulan dirinya, dan dia tersenyum saat melihat penampilannya yang sudah sempurna versi Melati.


Melati sudah rapi sejak jam enam pagi dan udah setengah jam dia mematut-matut dirinya didepan cermin, memoleskan bedak tipis dan lipstik berwarna pink dibibir tipisnya, mungkin saat ini dia lagi berbunga-bunga kali ya sehingga membuatnya doyan banget ngaca.


Melati kemudian melirik jam weker meja riasnya yang membuatnya kaget, "Ya ampun." jerit Melati menyambar tasnya dan berlari keluar kamarnya dan turun ke bawah.


Dan begitu sampai diruang makan, Melati dibikin tambah kaget lagi karna Djo sudah duduk dengan manis dengan papa dan mamanya, mereka tengah sarapan bersama.


"Hai, Mel." sapa Dio tersenyum begitu melihat Melati.


"Dio, kok lo pagi-pagi sudah kesini sieh."


"Sayang, kok ngomongnya gitu sieh, nak Dio bela-belain kesini pagi-pagi mau ngajak kamu berangkat bareng." ujar mamanya.


Melati melirik ke arah Dio yang sekarang sedang melihat ke arahnya sambil tersenyum.


"Lo mau jemput gue Dio."


"Iya Mel."


"Duhh, seharusnya lo gak perlu ngejemput gue Dio, gue gak mau ngerepotin elo."


"Santai saja Mel, gak repot kok gue."


"Hmmm." desah Melati pasrah.


"Ayok sarapan dulu sayang." mama Rita mendorong putrinya untuk duduk di dekat Dio.


Melati hanya memandang Dio, dia tidak mengerti kenapa cowok itu tiba-tiba sepagi itu sudah berada dirumahnya hanya untuk menjemputnya, padahalkan fikir Melati, dia tidak perlu dijemput.


Kalau lo lihat gue terus entar lo naksir lagi Mel." ucap Dio tanpa memandang Melati dan sibuk menyantap sarapannya.


Teguran Dio membuat Melati mengalihkan pandangannya dengan wajah memerah, "Apaan sieh lo Dio."


Melati merasa heran ternyata Dio tidak merasa canggung menggodanya didepan orang tuanya.


"Naksir juga gak apa-apa nak Dio, malahan tante seneng kalau kalian jadian, kan jadi ada yang jaga Melati di sekolah, iya gak pa." ujar mama Rita menyikut lengan suaminya untuk meminta dukungan.


"Mama nieh apa-apaan sieh." Melati menanggapi dengan malu-malu, "Melati dan Dio itu cuma temen doank kok, lagiankan Dio saat ini lagi ngedeketin seseorang, benar gak Dio." Melati menyenggol bahu Dio.


Dio yang sedang mengunyah Roti bakarnya sampai tersedak.


Ukhuk Ukhuk, Dio terbatuk-batuk.


Mama Rita buru-buru mengulurkan jus jeruk kepada Dio, "Minun dulu Dio."


Dio meraih gelas yang berisi jus jeruk yang disodorkan oleh mama Rita, "Makasih tante."


"Mel jangan makan sambil ngobrol, tuhkan Dionya tersedakkan." terdengar suara papa Ardi memperingatkan putrinya.


"Aduh, kok bisa jadi kayak gini yah kejadiannya, Melati jadi berfikir gue tengah ngedekatin Reta gara-gara dia lihat gue nganterin Reta kemarin, padahalkan gue gak mau, anak itu saja yang maksa gue minta untuk dianterin." batin Dio memandang Melati yang saat ini tengah mengolesi roti bakarnya dengan selai coklat dengan wajah yang seperti biasanya cantik yang membuat Dio makin jatuh hati dengan Melati.


"Tidak bisa ini, gue tidak boleh membiarkan Melati salah paham begini, gue harus ngomong secepatnya sama Melati kalau gue sebenarnya menyukainya." ujar Dio mantap, "Gue gak mau Melati mengira gue menyukai gadis lain, orang yang gue suka itukan dia, jadi, gue harus segera memberitahu Melati tentang perasaan gue yang sebenarnya sama dia." Dio terus bermonolog sendiri.


"Mel, berangkat yuk, ntar telat lagi." ucap Dio begitu melihat Melati menyelsaikan sarapannya.


Melati mengelap bibirnya dengan tisu kemudian mengangguk.


"Ma, pa, Melati berangkat dulu ya." pamit Melati meraih tangan mama dan papanya dan mencium punggung tangan mereka.


Dio juga melakukan hal yang sama seperti Melati.


Setelah pamit, mereka berjalan keluar menuju sepeda motor Dio yang terparkir dihalaman rumah Melati.


gak membutuhkan waktu lama buat mereka sampai disekolah,,begitu sampai disekolah rani ternyata sudah menunggunya diparkiran sambil bersandar dimobilnya,


pagi ran,, sapa melati begitu dia sudah turun dari boncengan motor dio,,


pagi mel,,, balas rani berusaha untuk tersenyum tapi tetap saja senyumnya hambar,pagi2 sekali dio menelponya hanya untuk memberitahu kalau dia pengen ngasih kejutan pada melati dengan menjemputnya,rani hanya memberi dukungan pada dio walaupun hal itu dilakukan dengna terpaksa dan dengan muka tertekuk dan jelas saja dio tidak bisa melihat wajah rani.rani bete sebetenya dari sejak dio menelpon dan dia semakin bete begitu melihat melati duduk diboncengan motor dio,,


masuk yuk ran,,


mel,, teriak dio,,


apa,,


lo mau kekelas pake helm,,


melati meraba kepalanya yang dilapisi oleh helm,,dia tersenyum geli sendiri,,lalu melepaskan helm yang ada dikepalanya dan berjalan kerah dio dan menyerahkan helm itu,,dan berbalik lagi kerah rani yang tengah menunggunya.


***


Seperti biasanya melati melihat rangga sudah duduk dibelakang mejanya dan seperti biasanya juga seorang rangga yang dikenal melati tidak lepas dari buku,,bahkan suara berisik melati dan rani gak bisa membuat perhatian rangga terbagi dengan bukunya,melati masih tersipu melihat rangga karna kejadian kemarin malam walapun rangga sedang tidak melihatnya,melati merapikan baju dan roknya kemudian dia mengmbil kaca kecil dari kantong seragamnya,rani otomatis berhenti karna melati berhenti,rani kemudian melihat melati dan rangga bergantian, rani mengagguk-anggukan kepalanya dia menyadari kalau ternyata melati selama ini menyukai rangga hal itu setidaknya membuatnya sedikit ceria dan memiliki harapan,,


Pagi,,, sapa rani berhenti di dekat meja rangga,rangga melongok, rangga hanya mengangguk pelan dan kembali menekuni buku ditangannya,,


cowok ini pikir rani,,geleng2 kepala kok bisa sieh melati menyukai cowok secuek rangga,,tapi walaupun begitu rani tau rangga baik dibalik sikap dinginnya itu karna pernah dengan tidak sengaja rangga juga pernah menghibur rani dan ngasih saran ketika hatinya sakit melihat dio melakukan melati dengan mesra.baca buku apa tuh ga,,rani kembali bertanya pada rangga,


buku tentang psikologi ucap rangga tetap fokus pada bukunya ,,,


pagi  rangga,,,, sapa melati dengan semangat,sekarang dia sudah didekat rani,,,rangga memandang melati dan ketularan semangat melati dia menjawab sapaan selamat pagi melati dengan senyum hangatnya,,


pagi mel,,


wajah melati bersemu merah begitu melihat rangga dan ingatannya kembali pada kejadian kemarin malam, rani menimpuk rangga dengan bulatan kertas yang sejak tadi dipilinnya,,rangga dengan sigap mengangkat tangannya untuk melindungi dirinya,


dasar lo,,kalau melati aja yang nyapa lo, lo langsung nengok gitu,


hehe,sori deh,rangga nyengir,tapi rani sudah kebangkunya dibelakang,,melati duduk tapi rangga kembali mengajaknya bicara,, 


mel,,lo udah sarapan tanya rangga kini perhatiannya kembali pada buku ditangannya,,


udah,,memang kenapa ga,,


mm,,anu tiba2 saja merasa malu sendiri,dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan dia sudah menutup bukunya,,


kenapa ucap melati lagi,,


lo mau nemenin gue sarapan gak,,


oh itu,astaga gue kira apaan,,desis melati tertawa,,boleh,, yuk


mereka berdua berjalan menuju kantin dan duduk dibangku yang dekat dengan penjual somay,,lo mau pesen apa mel tawar rangga,,


gak deh ga,,gue tadi udah sarapan dirumah,,


bener nieh ujaar rangga ,,


ea,


gue pesenin lo minum aja yah, rangga belum menyerah,,


ea deh ucap melati pada akhirnya,gak lama kemudian pesenan mereka sudah datang,,melati hanya memeperhatikan rangga yang makan dengan lahap,,


kenapa, lo mau,kata rangga karna melihat melati terus melihatnya,,melati menggeleng,,terus,,,


terus  kenapa,,


kenapa lo lihatin gue terus,,


gue seneng aja lihat lo,,

__ADS_1


rangga menghentikan makannya dan menyeruput es  tehnya,emang kenapa lo seneng lihat gue,,


habisnya lo lahap baget sieh,,rangga sudah akan buka suara tapi kemudian cewek yang pernah nyamperin rangga diperpus  datang menghampiri mereka dengan menunduk malu2,


kak rangaaa,, kata cewek itu,,melati juga menoleh pada cewek yang menyapa rangga itu,,


ea,,,


cewek itu menyodorkan sebuah amaplop berwarna pink kepada rangga dan mengabaikan keberadaan melati,,rangga mengambilnya dan memperhatikan amplop itu,,perasaan melati menjdi gelisah melihat rangga menerima surat dari penggemarnya dihadapannya langsung apalagi cewek itu juga cantik dengan kulit putihnya,rangga memasukkan amplop itu disaku celananya,,


kak,, kata cewek itu lagi karna rangga tdak berusaha mengatakan sesuatu,,jangan lupa dibaca yah,,


ea entar gue baca,,jawab rangga singkat,,cewek itu tersenyum dan ragga juga kembali tersenyu ,membuat melati sewot,,dan kemudian cewek itu juga tersenyum pada melati yang dibalas dengan senyum sinis oleh melati.melati masih sewot bahkan setelah batang hidung cewek itu sudah menghilang,,rangga kemudian melihat melati dan mengerutkan keningnya,,


muka lo kenapa ditekuk gitu mel tanya rangga polos gak menyadari kekesalan melati


gak kenapa2 jawab melati dingin dia mengaduk jus alpukatnya dengan ganas,tapi sekarang rangga kembali menyantap somaynya dan gak mempedulikan wajah melati,,yang sudah pengen mencekik leher rangga,,


ih,,, neh cowok gak peka banget sieh, melati ngedumel.


***


Waktu terus berputar tanpa disadari kehidupan SMA melati berjalan dengan normal seperti anak remaja seusianya,dia mengecap indahnya jatuh cinta dan manisnya persahabatan,sekarang dia sudah kelas tiga sebentar lagi dia akan mengakhiri masa2 SMAnya,karna Cuma tinggal sebulan lebih dia,,rangga,dio dan rani akan menempuh ujian, berbagai persiapan telah dilakukakan mulai dari adanya pelajaran tambahan yang diberikan guru, kemudian ikut bimbel,belajar bareng sampai dia juga gak pernah meninggalkan perpustakaan bersama rangga,melati memiliki beban fikiran lebih untuk difikirkan sekarang,ditengah aktifitasnya yang padat menjelang menghadapi ujian melati merasakan kondisi kesehatannya semakin memburuk, obat2an yang dikonsumsinya tidak banyak membantu proses kesembuhannya,obat-obat itu  hanya memeperlambat menyebarnya penyakitnya. ketika temen2nya merencanakan akan melanjutkan kuliah diuniversitas mana yang diinginkan, dia hanya memendam perasaannya karna dia yakin tidak akan bisa melanjutkan kebangku kuliah melihat kondisinya yang semakin lemah.


hari itu cuaca kota bandung cerah,dibawah lindungan pohon beringin ditengah taman kota melati duduk berdua dengan rangga yang iseng mencabut rumput yang kemudian ditiupnya kearah melati,,melati hanya menghindar ketika rumput itu terbang kearahnya wajahnya,,


“ga,,ga”


“ hmmm,,”


“setelah lulus, lo berencana kuliah dimana”


rangga mengalihkan perhatiannya pada melati dan berhenti mencabut rumput,”gue belum tau mel gue masih bingung” jawab rangga enteng dan kembali menggoda melati dengan meniup rumput yang kembali dicabut


melati mengerutkan kening,”rangga gue serius nieh” melati memukul bahu rangga


rangga tertawa menghindar dari pukulan melati “ea,,ea ampun gue nyerah bos”


melati menyilangkan tangannya didepan dada dengan bibir cembrut rambutnya yang tergerai tertitup angin membuat rambutnya sedikit berantakan.


“Nyokap sama bokap sieh nyaranin gue kuliah diinggris”dengan sangat cepat melati menoleh pada rangga.


“Lo mau kuliah diinggris”


“Kenapa,,,lo bakalan kangen yah kalau gue jauh”,,goda rangga mencolek dagu melati,


melati menggeleng.“trus,,”


“apanya “


“lo mau ngikutin saran orang tua lo,,”


“hmm,,, kayaknya sieh iya”


“maksud lo”


“yah kayaknya gue bakalan ngikutin kata ortu gue,,tapi gak bakalan ngambil jurusan seperti yang disaranin bokap”


“emangnya bokap lo nyuruh lo ngambil jurusan apa”


“bisnis”


“bisnis”


“ea ,mereka bilang kan gue anak satu2nya jadi siapa lagi yang diharapin buat nerusin usaha papa”


“trus,,”


“apanya,,”


“lonya mau ngambil jurusan apa”


“gue pengennya sieh masuk kedoteran”


“kenapa lo pengen jadi seorang dokter”


“yah,,, alasannya simpel banget sieh mel,,gue pengen nyelamatin nyawa orang  dan membantu orangnya yang kurang mampu”


sesaat melati terpaku dia gak menyangka hati rangga semulia itu,melati mengalihkan pandangannya begitu ragga mengarahkan pandangannya padanya,,


“loe kenapa,,”


“senyum2 sendiri kayak gitu,,jatuh cinta loe ya sama gue,”


“ih,,,” melati mendorong bahu rangga tapi sedikit pun rangga gak terdorong “geer banget sieh lo”


“lo suka juga gak apa2 kok mel”


“ih gak deh”


“lo sendiri” kata rangga setelah beberapa saat menikmati embusan angin yang meniup wajahnya,,


“mmmhhhh,,,gue juga bingung ga”


“kok bingung sieh”


“kayaknya gue”,,rangga menatapnya,,”kenapa lo menatap gue seperti itu”


“emangnya kenapa,, lo gak suka”


“ea bukan nya gitu sieh tapi risih aja”


“jadi,”


“apa”


“ pertanyaan gue yang tadi,,lo mau kuliah dimana”


“itu yah,,gue sieh pengennya kuliah di UI”


“bagus itu,,”


“tapi gue sepertinya gak yakin deh,,”


“kenapa”


“gue kan gak sepinter lo,,masuk UI itu sulit tau”


“kalau lo mau usaha pasti bisa kok”,ucap rangga sekarang mengacak rambut melati,,”balik yuk” ucapnya mengulurkan tangannya, melati meraihnya dan berjalan kearah dimana motor rangga terparkir.


***


Satu minggu sebelum ujian dilangsungkan,melati bener2 sibuk,gak ada waktu hanya untuk sekedar keluar untuk refresing,,bahkan dia tiap hari sepulang sekolah melati sering belajar bareng  bersama dio dan rani tapi terkadang rangga juga dateng kerumahnya untuk membimbingnya belajar.sementara itu denis satu minggu terakhir ini memang gak pernah datang kebandung katanya juga sama dia lagi sibuk belajar untuk mempersiapkan ujian,dia hanya menelpon hanya sekedar untuk memastikan kedaan melati.


melati merosot dari sofa, menelungkupkan wajahnya dimeja,”ih gue bosen nieh”,


rani juga terlihat menjuh dari buku dan menjatuhkan polpennya,dia mengambil jus mangganya dan meneguknya hanya dalam sekali teguk, gak berbeda jauh dengan dio yang juga mengikuti apa yang dilakukan melati dan rani.


“jalan yuk,sekali2 kita keluar, bosen gue belajar terus” rani memberikan usulan


“gue setuju,,otak gue bener2 mumet gara2 tiap hari dijejali dengan buku2 tebal dan rumus yang harus kita hapalin,,gimana dio menurut lo”melati meminta pendapat dio


“gue sieh,,,”


teng tong,, suara bel membuat dio terpaksa menggantung kalimatnya,mereka secara serempak mengalihkan matanya pada pintu.


“siapa sieh,,,bibik,,bibik”teriak rani


bi diah pembantu rani dateng tangannya memegang kemoceng ditangan kanannya,,”kenapa non”


“bi tolong bukain pintu donk”


“baik non”


gak lama kemudian bi diah kembali,”non ada yang nyari non melati”


“saya bi “melati mengarahkan jari telunjuknya pada dirinya sendiri,,


“ea non”


“siapa bi” 


“denis katanya non”


“denis” ucap dio dengan suara keras,


rani memandang melati dan dio bergantian,mencoba bertanya denis itu siapa tapi melati sudah keburu keluar,,


“denis  itu siapa dio”,


tapi dio juga sudah menyusul melati tanpa meghiraukan pertanyaan rani,rani yang merasa diabaikan terlihat kesel tapi toh dia akhirnya berdiri menyusul kedua temennya.

__ADS_1


Setelah menunggu melati selesai belajar,akhirnya melati diantar pulang oleh denis yang sebelumnya ditentang habis2an oleh dio.namun akhirnya dio harus mengalah dan membiarkan melati diantarkan oleh denis dan  mewanti-wanti denis supaya menjaga melati selamat sampai rumahnya, denis hanya mengacuhkan kata2 dio dengan menggandeng tangan melati berjalan kemobilnya,


“mel,,jalan yuk” denis membelokkan mobilnya ditikungan yang mengarah kearah jalan raya,


“gue capek den,pulang aja yah, kapan2 aja kita jalannya”denis terlihat kecewa,diingin bener2 mengajak melati jalan tapi melihat melati memejamkan matanya dan dilihatnya wajah itu terlihat letih dia berkata


“ya udah deh,, tapi kapan2 kita jalan2 yah mel”melati gak menyahut


***


Akhirnya ujian selsai juga,suasana dikantin waktu itu begitu ramai oleh anak2 kelas XII yang melepaskan ketegangan mereka dengan nongkrong dikantin hanya untuk menikmati suasana kantin sebelum mereka bener2 meninggalkan sekolah tempat mereka menuntut ilmu selama 3 tahun,,rani dan dio duduk berhadapan dibangku pojok sambil menikmati es teh dan semangkuk bakso yang baru dianter oleh pak alim,dio mengedarkan pandanganya diseluruh kantin,,


“cari siapa,”


“melati,,dia  dimana,,”


“katanya sieh tadi ke perpustakaan dulu, nganterin buku yang dipinjem,bentar lagi dia pasti dateng kok”


gak lama setelah itu melati terlihat tengah memasuki kantin, tengan kanannya menyeret rangga yang sepertinya enggan pergi kekantin,


“hai” sapa melati 


dio memandang kearah rangga dengan pandangan tidak suka tapi rangga gak ambil pusing,,


“duduk mel,,ragga”ujar rani ramah,,


“ga,, lo pesen apa gue pesenin”,,tawar melati kini sudah berdiri,,


“apa yang lo pesen deh mel”


“siap bos” 


beberapa saat kemudian melati dateng membawa nampan berisi dua mangkuk bakso dan dua gelas es teh dan menyodorkankanya kerangga yang mengambilnya dalam diem,,


“eh gimana ujian tadi” rani membuka suara,


“yah ampun tadi tuh susah banget tau” timpal melati yang sekarang sudah mengaduk-aduk baksonya,,


“susah apanya sieh,,lo aja kali yang gak belajar” sahut rangga,,


“ih lo mah,,semuanya mudah sama lo”,,


rani mendengus “yah pantes aja mudah, lo kan pinter ga”


“gak gitu juga sieh ran”


“eh,, gimana kalau entar sore kita jalan2,kan ujian udah selsei nieh ditambah lagi kita memang gak pernah jalan bareng gimana”,melati mengusulkan.melati sengaja mengalihkan topik pembicaraan


“boleh tuh mel, pasti seru nieh kalau jalan rame2 gitu”


dio dan rangga hanya diem tidak menanggapi


“gimana ga”,melati memegang lengan rangga,,


“lihat entar deh”


“dio lo ikut yah”,rani memandang dio penuh harap,,


dio terlihat meepertimbangkan,”kayaknya gue,,,”


“ayok donk dio keluar bareng masak lo gak mau ikut”, melati ikut membujuk dio,,


“oke deh gue ikut” jawabnya mantap


“asyik” melati dan rani bertepuk tangan pelan,


rani memandang melati,tanpa peringatan terlebih dahulu secara tiba-tiba menendang kaki melati,


“aduh,,kenapa sieh ran”,rani mengedikkan dagunya pada rangga,melati mengerti maksud gerak tubuh rani,,


“kenapa mel” tanya rangga dan dio bersamaan kekawatiran jelas tergambar diwajah meraka,


“gak”ucapnya cepat “gue gak kenapa-kenapa,tadi Cuma semut aja deh yang gigit”


“kirain apa” desis rangga kembali mengaduk-aduk minumannya sementara dio menatap melati dengan pandangan tidak percaya yang diabaikan oleh melati,


“ga,ikut yah,”melati sekarang menangkupkan kedua tangannya memohon dengan wajah memelas,rani nyengir,,


rangga tidak langsung menjawab dia hanya mengatupkan bibirnya berusaha mengatakan sesuatu tapi tidak jadi.namun pada akhirnya dia mengucapkan kata yang ingin didengar melati


“oke deh” kata rangga pada akhirnya setelah berfikir semenit dua menit,,


“yes” jerit melati teredam


“entar sore kita pakai mobil gue aja yah”,usul rani memandang mereka satu persatu,


“boleh tuh”, melati sangat antusias mengingat dia tidak memiliki kendaraan pribadi,,,


rangga dan dio terlihat pasrah dan mengiyakan aja,”kalau gitu rencananya”,kata rani lagi karna tidak melihat rangga ataupun dio protes atas usulnya,”gue jemput dio terlebih dahulu,kemudian kerumah melati, baru deh terakhir jemput rangga,,gimana”


“oke sepakat”


***


Sorenya,begitu mendengar klakson mobil rani,melati bergegas keluar,setelah terlebih dahulu pamit sama papa dan mamanya yang tengah ngobrol diruang tamu,,


“hati2  sayng”terdengar teriakan mamanya ketika dia mencapai pintu,,


“oke mama.”


“sori lama”,melati membuka pintu penumpang dan duduk dibelakang,,


dio dan rani menoleh sebentar dan kembali mengarahkan pandangannya kedepan dengan dio dududk dibangku kemudi


“oke sekarang kita jemput rangga” ucap rani dan dio langsung tancap gas,,


gak lama kemudian mereka samapai didepan rumah rangga yang besar,dio membunyikan klakson dengan tidak sabar,”lama amet sieh dia” desis dio memuku-mukul setir,,


“sabar kali dio”,


ketika dio sudah membunyikan klakson ke3 kalinya dengan tidak sabaran barulah pintu depan rumah rangga terbuka,rangga terlihat kasual dengan kaos oblong berwarna putih dan celana jeans berwarna hitam meskipun begitu dia tetap terlihat keren,


“ga lo duduk didepan gieh” kata rani sambil keluar berpindah kekursi belakang,


begitu rangga duduk,  dio yang memegang kemudi menjalankan mobil menuju jalan raya,suasana didalam mobil begitu ramai oleh celoteh melati dan rani, sedangkan rangga dan dio gak sekalipun buka suara,,


“gimana kalau kita nonton dulu,pasti seru” usul melati


“setuju gue mel,,kita nonton itu film yang lagi buming2nya itu,,apa yah judulnya,,rani berfikir,,”


“avenger”jawab melati asal 


“yah itu” rani menunjuk-nunjuk jari telunjuknya,rani mencondongkan dirinya diantara kursi yang duduki rangga dan dio,”gimana menurut kalian ,apa kalian setuju kalau kita nonton dulu”,


“terserah kalian deh”,jawab dio ketus,,


“gimana ga lo setuju”


“gue sieh gimana kalian aja gue ngikut2 aja”


“asyik” rani dan melati bertos ria,,,


Tujuan mereka adalah BIP,begitu sampai dibioskop, melati yang ditemani rangga membeli pop corn sedangkan dio dan rani membeli tiket,mereka masuk dan memlih tempat duduk sesuai dengan tiket mereka,ketika film tengah diputar melati dan rani tidak henti2nya berkomentar dengan heboh,,


“ih itu dibelakangnya,,ya ampun lihat belakang”,tunjuk melati heboh pada layar,,”lihat belakang”,,tunjuknya semakin menjadi-jadi,”rangga otomatis menjulurkan tangannya menurunkan telunjuk melati seraya berkomentar,


“mel semua udah diatur oleh sutradaranya oke dan lagian walaupun suara lo sampai habis teriak2 tuh pemain filmnya juga gak bakalan denger”,kata rangga memberi pengertian dengan pandangan lembut, melati terlihat malu dan kembali duduk,


rani juga gak kalah hebohnya dengan melati duduk seperti cacing kepanasan ditempat duduknya ketika adegan perkelahian,,


“aduh seharusnya dipukul aja,,biar dia mampus,” rani mengepalkan kedua tangannya seperti tinju,,”ih gregetan deh gue”,dio yang duduk disebelahnya sampai menutup kuping,,


“gue berisik yah,,hehee,,maaf deh” ujar rani kembali mengunyah popcoran,dio hanya menatapnya geleng2 kepala,


“filmya seru yah ga”,seru melati begitu mereka sudah keluar dari gedung bioskop,rangga mengangguk memebenarkan,,


“kapan2 jalan bareng lagi yuk,,hitung sebagai perpisahan gitu”,timpal rani,


“boleh,, hayuk”,kata dio yang dari tadi tidak bersuara,,,


“eh sebelum pulang makan dulu yuk,, laper nieh gue”,tunjuk melati pada restoran siap saji.


***


akhirnya setelah hari yang menyenangkan sekaligus melelahkan buat melati mobil rani yang dikendarai dio megantarkannya sampai di depan rumahnya,rumahnya terlihat kosong, tadi mamanya menelpon kalau dia dan papanya ada undangan makan malam,sedangkan bibi tengah pulang kampung sejak kemarin,


“badan gue letih banget”,melati meregangkan otot2nya, kepalanya begitu terasa pusing tak tertahankan sehingga kedua tangannya mencengkram kepalanya dengan erat,penglihatannya terasa kabur,dia mencoba merogoh tasnya ditengah kesakitannya mencari ponselnya begitu ponselnya berada ditanganya, melati asal memencet nomer tanpa memperhatikan siapa yang dihubungi,,


“tolong,,”setelah mengucapkan kata2 itu melati terbaring lemes didekat pintu dan semuanya terasa gelap.


***

__ADS_1


__ADS_2