
Kartini kembali mengingat kenangan kelam yang terjadi antara dirinya dengan juragan Anton. Dia begitu ingat saat itu juragan Anton ingin mulai memberikan sebuah kenikmatan dunia pada dirinya. Tapi saat sebuah serangan pertama di lakukan oleh juragan Anton. Tiba-tiba dia jatuh pingsan oleh serangan jantung yang mematikan. Ini seperti hal yang paling menakutkan bagi seorang Kartini. Apalagi dia sama sekali tidak memiliki pengalaman yang baik.
Satu persatu make up yang menempel di wajahnya di bersihkan. Beberapa tissue di gunakan oleh Kartini untuk menghapus make up yang menempel di wajahnya tersebut. Kartini pun sudah tidak sabar untuk segera bisa tidur bersama dengan Lutfhi dalam keadaan make up yang kosong.
Lutfhi menghampiri Kartini yang masih membersihkan wajahnya dari make up yang menempel. Dia mengelus pundak Kartini, memberikan sebuah isyarat dirinya yang sudah siap untuk malam pertama yang menyenangkan ini. Mungkin saja Kartini ingin merasakan malam pertama yang indah bersama dengan dirinya. Malam yang tidak akan pernah di lupakan oleh Kartini.
__ADS_1
Kartini mencoba untuk merespon dengan baik apa yang di lakukan oleh Lutfhi. Dia mengelus tangan Lutfhi yang ada di pundaknya. Memberikan isyarat seolah dirinya pun sudah tidak sabar untuk bercinta di malam ini. Apalagi ini adalah kali pertama bagi Kartini untuk melakukan sebuah momen silaturahmi pemicu syahwat. Jadi ada sebuah perasaan yang tidak bisa di jelaskan oleh Kartini saat ini.
Begitu sudah tidak ada sedikit pun make up yang berada di wajah Kartini. Dia pun segera memberikan pelayanan yang optimal pada Lutfhi. Dia mengajak Lutfhi berdansa terlebih dahulu dengan sebuah tarian yang ringan. Kanan, kiri, depan dan belakang. Hari irama kaki yang sudah mulai terkomunikasi dengan baik. Itu yang di lakukan oleh Kartini untuk bisa membuat Lutfhi mulai merasa terangsang dengan baik.
Matanya mulai melirik ke arah Lutfhi, pun dengan tatapan penuh harap di berikan oleh Kartini akan Lutfhi. Ini seperti hal yang tidak pernah di bayangkan oleh Kartini sebelumnya. Dia melihat bagaimana ada seorang pria yang begitu sangat dekat dengan dirinya. Menari kecil dengan iringan musik yang sederhana. Ini tarian yang tidak pernah Kartini rencanakan sebelumnya. Tapi tarian ini yang membawa semuanya menjadi lebih baik lagi.
__ADS_1
Lutfhi melempar tubuh istrinya itu ke atas kasur. Dia mulai menatap wajah istrinya dengan tatapan yang begitu tajam. Memberikan isyarat penuh akan rasa yang ingin segera di terjemahkan. Lutfhi memulai semuanya dengan baik serta berirama.
Kartini yang juga mulai merasakan getaran yang sama dengan Luthfi. Tidak ketinggalan untuk segera melakukan apa yang di lakukan oleh Lutfhi. Dia melihat wajah suaminya dengan begitu penuh hasrat. Mungkin saja ini adalah yang sama sekali tidak di bayangkan oleh Kartini. Tapi dia akan merasakan di malam ini dengan pria yang sudah mulai membuatnya jatuh hati secara dalam.
Lutfhi pun mulai melepaskan satu persatu pakaian yang menutupi tubuh Kartini. Dia mulai memberikan rangsangan hebat di tubuh Kartini. Setiap sentuhan yang di berikan oleh Lutfhi akan Kartini menjadi rangsangan yang cukup kuat. Hingga Kartini pun mulai tertarik akan Lutfhi yang sudah membuat dirinya semakin berada di puncak kenikmatan.
__ADS_1
Lutfhi langsung menjamah setiap area tubuh dari Kartini. Dia mulai melakukan hal yang sebelumnya tidak pernah di lakukan oleh dirinya. Memberikan sentuhan yang merangsang di bagian tubuh itu. Hingga perlahan menaikan sebuah napsu yang mengguncang.
Kartini tidak hanya diam dengan apa yang di lakukan oleh Lutfhi. Dia berusaha merespon apa yang di lakukan Lutfhi dengan sebuah respon yang baik. Hingga malam itu pun benar-benar menjadi milik berdua. Mereka menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh masing-masing. Kartini merasa itu adalah sentuhan yang paling dia tunggu. Begitu juga dengan apa yang di rasakan oleh Lutfhi. Itu adalah serangan yang sudah lama dia tunggu. Serangan yang langsung menghancurkan seluruh kesucian yang ada dal diri Kartini.