Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai
Kabar Bahagia


__ADS_3

Sebuah pesan singkat di terima oleh Irpan dari salah satu dosen. Dia mengabarkan pada Irpan, jika hukuman berupa skorsing pada Irpan kini telah di cabut. Irpan pun bisa kembali ke sekolah seperti biasanya. Itu yang di katakan oleh dosen tersebut pada Irpan. Dia begitu senang dengan apa yang di ucapkan oleh dosen lewat pesan singkat tersebut.


Irpan segera mengabarkan kabar bahagia itu pada seluruh penghuni rumah. Tentu orang pertama yang Irpan beritahu adalah kedua orangtuanya. Mereka pun begitu senang saat Irpan mengatakan jika dirinya sudah mulai bisa sekolah kembali esok hari.


Itu artinya hukuman yang di terima oleh Irpan pastinya tidak di perpanjang. Sebab hukuman itu hanya sampai seminggu saja. Mengingat banyak kabar burung yang mengatakan jika hukuman yang akan di terima oleh Irpan di perpanjang lagi. Mengingat Riko yang sengaja mengajukan banding pada pihak kampus atas hukuman yang di terima oleh Irpan yang di anggap terlalu ringan.


"Mama senang dengan kabar ini. Mudah-mudahan kamu tidak akan mendapatkan kabar buruk lagi setelah ini." ucap bu Ria tersenyum.

__ADS_1


Pak Hermawan yang merupakan ayah dari Irpan, tidak kalah bahagia dengan kabar yang di dapat oleh Irpan. Dia menepuk pundak Irpan dengan begitu kerasnya. Sebelum dia mengatakan sesuatu di telinga Irpan.


"Kekhawatiran kamu adalah hal bodoh. Semuanya akan baik-baik saja pada waktunya." ucap pak Hermawan sambil tersenyum.


Irpan pun tertawa ketika ayahnya tersebut berkata demikian. Memang selama ini Irpan merasa khawatir dengan masa hukuman yang akan kembali di perpanjang. Ada sedikit kekhawatiran yang melanda Irpan dengan semua yang ada. Apalagi Irpan merasa kekhawatiran yang di rasakan oleh dirinya adalah hal yang wajar. Namun Irpan merasa lega saat mendapat kabar akan dirinya yang tidak akan di perpanjang masa hukumannya.


"Ibu harap kamu akan belajar dari persoalan yang kamu alami beberapa hari yang lalu. Sepertinya kamu harus banyak lebih berhati-hati lagi. Tidak semua orang di sekitar kamu adalah orang yang baik. Jadi kamu harus bisa memilih Irpan." ucap bu Ria dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


Irpan terdiam saat dia bisa melakukan kembali aktivitas belajar di kampus. Ini yang sudah di tunggu oleh Irpan. Sehingga dia sudah tidak sabar untuk segera kembali belajar bersama dengan teman-temannya.


Lutfhi juga merasa senang dengan berita baik yang di terima oleh Irpan. Ini seperti hal yang tidak pernah di duga oleh Lutfhi sebelumnya. Sehingga dia begitu bahagia dengan kabar yang di dapat oleh Irpan tersebut. Apalagi kabar ini adalah kabar yang sudah lama di tunggu oleh dirinya.


Lutfhi hanya berpesan pada Irpan untuk bisa menjaga emosinya saja. Sebab jika Irpan sudah gagal menjaga emosinya, bukan tidak mungkin dia akan mudah terpancing emosi oleh teman-temannya tersebut. Apalagi sekarang Riko dan teman-temannya sudah menjadi musuh bagi Irpan. Jadi ada sedikit pertentangan yang akan membuat Irpan mudah emosi pada mereka semua. Itu hanya pesan dari Lutfhi saja.


Kartini juga mengatakan hal yang sama dengan suaminya tersebut. Dia meminta Irpan untuk tidak lagi terpancing emosi dengan apa yang di lakukan oleh Riko dan teman-temannya. Mereka memang suka mencari masalah, oleh sebab itu Irpan harus bisa berhati-hati dengan Riko dan teman-temannya.

__ADS_1


Irpan siap menjalankan pesan yang di sampaikan oleh Lutfhi dan Kartini. Dia tidak akan lagi terpancing emosi dengan apa yang di perbuat oleh Riko dan teman-temannya. Mungkin Irpan akan jauh lebih dewasa dalam menghadapi sikap dari Riko dan teman-temannya. Jika tidak, bukan tidak mungkin Irpan yang akan merasakan rugi sendiri atas tindakan yang di lakukan oleh Riko pada dirinya.


"Mudah-mudahan kamu bisa menahan setiap emosi kamu. Sehingga kamu tidak akan mudah marah. Riko pasti akan memancing emosi kamu Irpan." ucap Lutfhi.


__ADS_2