
Menangis di pangkuan seorang Desi adalah hal yang bisa membuat Erina lebih tenang lagi. Dia tidak bersedih lagi dengan apa yang ada saat ini. Erina sudah mulai merasa tenang dengan waktu luang yang di berikan oleh Desi pada dirinya. Itu yang membuat Erina masih memiliki seseorang yang bisa untuk berteduh di kala hujan deras yang menimpanya.
Desi sadar, kehadiran dari dirinya adalah hal yang paling penting dalam hidupnya saat ini. Mungkin jika dia tidak ada di sisi Erina saat ini. Sepupunya itu akan mengalami hal buruk yang akan membuat kondisi Erina semakin terpuruk dengan apa yang ada. Itu yang di rasakan oleh Desi akan Erina.
Erina pun terlihat semakin kuat dengan motivasi yang di berikan oleh Desi pada dirinya. Dia benar-benar beruntung bisa memiliki sepupu seperti Desi. Sebab dia masih bersedia memberikan bahunya untuk membuat Erina bisa tetap bertahan dengan ujian yang ada. Tidak ada bahu lain saat ini, selain bahu Desi yang mampu menopang Erina, selain bahu Desi. Itu benar-benar berarti untuk Erina saat ini.
__ADS_1
Desi pun merasakan perasaan yang kacau melihat kondisi dari Erina. Apalagi dia melihat Erina seperti seorang yang tidak berdaya. Hidupnya seperti sudah hancur dengan kenyataan yang ada. Namun Desi masih percaya, Erina akan kuat dalam menghadapi ujian yang ada. Semua akan di lewati Erina dengan penuh keikhlasan serta sifat yang kuat. Itu yang akan semakin membuat Erina tabah akan takdir yang ada.
""Aku pikir kamu bisa melewati semua ini. Kamu harus tabah dalam menjalani semua yang ada. Kamu bisa Erina!" ucap Desi dengan penuh semangat.
"Terima kasih Desi atas dukungan yang kamu berikan. Rasanya ini adalah hari-hari paling buruk dalam hidupku. Setengah hidupku hampir hancur dengan kenyataan yang ada. Lutfhi pergi dengan seseorang yang bagiku itu adalah kiamat besar." ucap Erina dengan sedihnya.
__ADS_1
"Aku tidak ingin melihat kamu terpuruk seperti ini lagi. Aku harap kamu akan kuat seperti dahulu Erina. Hari ini adalah hari paling buruk, tapi hari esok belum tentu akan sama." ucap Desi dengan bijaknya.
Erina tetap merasa ini adalah hari paling berkabung dalam hidupnya. Setengah hidupnya hampir hancur menerima kenyataan yang ada. Kehilangan Lutfhi di hidupnya adalah kehilangan terbesar yang tidak bisa di terima oleh Erina. Padahal Lutfhi adalah orang yang paling Erina cintai dalam hidupnya saat ini.
"Aku hanya bisa terus memberikan bahuku untukmu. Tapi aku tidak bisa memberikan kamu apapun. Aku hanya ingin kamu kuat dengan realita yang ada. Kamu bisa Erina untuk melewati semua kenyataan yang ada saat ini." ucap Desi.
__ADS_1
Erina sekali lagi mengucapkan terima kasih pada Desi yang telah memberikan bahunya untuk dirinya. Ini benar-benar berarti untuk dia yang sama sekali tidak memiliki apapun. Itu yang membuat Erina semakin bersyukur memiliki sepupu seperti Desi.