
"Ini sudah kali ke berapa kamu telat seperti ini. Mulai detik ini, kamu di pecat dari pabrik ini!"
Remuk seluruh perasaan Baron saat mendengar Irwan yang merupakan HRD di pabrik tempat Baron bekerja memberikan surat pemecatan pada Baron. Dia sudah tidak bisa melakukan apapun lagi. Hanya ada kesedihan yang ada di dalam pikirannya saat ini. Sebab dia merasa ini adalah kesalahan dari dirinya yang sering datang terlambat ke pabrik.
Tidak adanya Emin dan Kartini di rumah, kehidupan Baron benar-benar tidak terurus. Dia tidak bisa bangun pagi dengan mengandalkan alarm di handphone miliknya. Begitu juga dengan Aldi yang merupakan anaknya. Sama seperti alarm yang di pasang oleh Baron. Aldi juga tidak bisa di harapkan. Dia pun sering bangun kesiangan, apalagi Aldi adalah seorang pengangguran. Jadi dia tidak harus bangun pagi seperti orang yang akan bekerja.
__ADS_1
Baron pun hanya bisa tertunduk lemas saat menandatangani surat pemecatan yang di berikan oleh pihak kepegawaian. Ini adalah titik terendah dalam hidup Baron. Dia merasakan seperti orang yang tidak memiliki semangat hidup lagi. Sudah tidak ada yang bisa di harapkan lagi oleh Baron. Mungkin saja ini menjadi hari paling buruk dalam hidup Baron saat ini.
Begitu surat itu sudah di tandatangani oleh dirinya. Baron pun di persilakan untuk pergi dari pabrik. Tidak ada intensif apapun yang di dapat oleh Baron. Dia hanya mendapatkan sebuah kekecewaan saja. Hidupnya hancur tidak bersisa. Kini Baron hanya bisa bersedih dengan nasib pahit yang di dapat oleh dirinya.
Baron menerima semua nasehat dan dukungan yang di sampaikan oleh teman-temannya. Baron mengucapkan terima kasih pada teman-temannya yang masih mau mendukung Baron seperti saat ini. Padahal Baron dahulu di kenal sebagai seorang pegawai yang arogan. Tapi saat ini Baron justru di kuatkan oleh mereka yang selama ini di tekan oleh Baron.
__ADS_1
Ada sedikit kenang-kenangan yang di berikan pada Baron. Mungkin ini yang akan membuat Baron tidak akan lupa, jika dirinya pernah bekerja di pabrik tersebut. Ada sebuah album photo yang tentu isinya memuat photo Baron bersama dengan teman-temannya.
Tidak hanya itu, sebuah amplop berwarna putih, juga di berikan pada Baron. Amplop berisi uang patungan dari seluruh karyawan pabrik. Di harapkan akan meringankan beban dari Baron. Uang itu juga bisa di gunakan oleh Baron untuk membuka usaha. Walaupun jumlahnya tidak terlalu banyak, tetapi uang itu cukup bagi Baron untuk membuka usaha kecil-kecilan yang akan mendatangkan rejeki lebih untuk Baron. Dia berharap itu akan terjadi pada dirinya.
Semuanya memeluk Baron dengan begitu eratnya. Baron yang merupakan salah satu karyawan senior di pabrik. Menjadi orang yang begitu peduli dengan semua yang ada. Dia seperti seorang yang begitu baik. Hingga Baron pun banyak di kenang oleh teman-temannya.
__ADS_1