
Beberapa teman Irpan pun langsung membawa Irpan menuju ruang UKS. Di ruangan itu, sudah pasti Irpan mendapatkan pengobatan yang cukup memadai. Irpan terlihat begitu kesakitan saat obat merah mulai di tempelkan di lukanya tersebut. Hingga Irpan berteriak kesakitan dengan obat merah yang menempel di lukanya itu.
Irpan terlihat begitu baik-baik saja saat alkohol mulai di goreskan di lukanya. Alkohol yang membawa dampak yang dingin di kulitnya. Beberapa plester juga di pasang di bagian luka tersebut. Sehingga tidak ada lagi darah yang mengucur di bagian luka itu. Kini sudah tidak ada luka yang ada di bagian wajah Irpan. Dia pun siap untuk segera kembali ke aktivitas padatnya.
Namun Irpan tidak bisa langsung kembali menjalani aktivitasnya. Ada sedikit hukuman yang harus di jalani oleh Irpan terlebih dahulu. Dia harus segera mendatangi tempat konsultasi bagi para mahasiswa yang bermasalah. Mungkin dengan berkonsultasi dengan mereka, Irpan bisa sedikit mendapatkan pencerahan atas apa yang telah terjadi pada dirinya.
Begitu Irpan masuk ke ruang konsultasi tersebut. Dia melihat bagaimana seorang Riko yang sedang merapikan tasnya. Riko sepertinya sudah lebih dulu mendapatkan ceramah dari pihak kampus. Mungkin saja nasehat yang akan di berikan oleh pihak kampus pada Irpan jauh lebih banyak. Mengingat pihak kampus merasa Irpan adalah orang yang bersalah dalam perkara ini. Dia pun siap menjatuhkan hukuman yang cukup berat pada Irpan.
Namun sebelum hukuman itu di jatuhkan pada Irpan. Tentu mereka juga harus mendengarkan penjelasan dari Irpan. Dengan begitu, bukan tidak mungkin mereka akan semakin tahu kesalahan yang ada. Bagi Riko, Irpan yang telah berbuat salah. Sehingga dia merasa menjadi korban atas apa yang di lakukan oleh Irpan. Riko tidak terima dengan apa yang di perbuat oleh Irpan pada dirinya. Hingga Riko yang marah pada Irpan, akhirnya membalas perbuatan dari Irpan tersebut. Riko pun melayangkan beberapa pukulan pada Irpan.
__ADS_1
Irpan menyapa dengan ramah pak Atmaja yang menjadi dewan konsultasi bagi mahasiswa. Dia terlihat begitu seram menatap wajah Irpan. Apalagi apa yang di lakukan oleh Irpan telah tersebar di sosial media. Tentu itu adalah hal yang memalukan bagi pihak sekolah. Nama baik sekolah tentu akan tercoreng oleh perbuatan dari Irpan.
"Kamu tahu apa kesalahan kamu?" tanya pak Atmaja.
"Iya Pak. Saya paham dan tahu betul kesalahan saya." jawab Irpan dengan penuh keyakinan.
"Kamu tahu Irpan, video perkelahian kamu dengan Riko. Telah tersebar ke semua platform sosial media. Video kamu itu sekarang sedang viral. Semua orang membicarakan video kamu dengan Riko. Itu tentu mencoreng nama baik sekolah Irpan. Kamu seperti seorang yang tidak pernah makan bangku sekolah. Bertindak dengan begitu tidak terkontrol. Kamu mau jadi jagoan!" ucap pak Atmaja.
Kartini. Itu sudah cukup membuat Kartini merasa tertekan dengan apa yang di lakukan oleh Riko. Apalagi Riko adalah seorang yang memiliki pandangan yang kotor. Hidupnya di penuhi dengan hal-hal negatif. Itu yang membuat Kartini merasa perlu berhati-hati dengan apa yang di lakukan oleh Riko. Oleh sebab itu Irpan membuat semuanya menjadi lebih baik lagi. Dia tidak ingin Riko terus mengganggu calon kakak iparnya tersebut.
__ADS_1
Mendengar pernyataan dari Irpan, pak Atmaja tetap tidak bisa menerima pembelaan dari Irpan. Seharusnya Irpan menyelesaikan semua persoalan internal mereka dalam ranah yang beda. Tidak berada di ranah yang ada di kampus. Itu cukup membuat pak Atmaja kecewa dengan apa yan di lakukan oleh Irpan.
Pak Atmaja pun semakin yakin untuk menjatuhkan hukuman yang sesuai pada Irpan. Apalagi Irpan sudah resmi di nyatakan bersalah. Dia telah melakukan hal yang sama sekali tidak seharusnya di lakukan olehnya pada Riko. Tindakan dari Irpan sudah begitu di luar batas normal. Itu yang membuat pak Atmaja dengan tegas siap memberikan hukuman yang akan di terima oleh Irpan.
Irpan menyadari kesalahannya atas Riko. Dia juga tidak memungkiri akan kesalahannya tersebut. Namun Irpan berharap ada efek jera juga dari Riko dengan apa yang di lakukan oleh dirinya. Dia berharap Riko tidak akan lagi menganggu Kartini. Sebab Kartini sudah akan menikah dengan Lutfhi.
Untuk urusan pribadi dari Irpan dengan Riko, tentu pak Atmaja sama sekali tidak ingin ikut campur. Dia merasa tidak harus mengurusi urusan mereka berdua. Pak Atmaja hanya akan menjatuhkan hukuman atas apa yang di lakukan oleh Irpan pada Riko. Itu saja sudah jauh lebih cukup. Sementara untuk urusan pribadi yang ada pada Irpan dan Riko. Pak Atmaja sama sekali tidak tertarik untuk ikut campur. Sebab itu sama sekali bukan ranah pak Atmaja.
Pak Atmaja pun akhirnya memberikan hukuman berupa skorsing pada Irpan. Dia tidak bisa ikut dalam pelajaran kampus. Mengingat apa yang Irpan lakukan adalah tindakan yang sudah sangat keterlaluan. Irpan akan di skors selama 1 minggu penuh. Sehun Irpan tidak bisa mengikuti pelajaran seperti biasanya. Padahal di minggu-minggu ini, jadwal pelajaran sedang dalam masa padatnya. Tentu sebuah kerugian besar bagi Irpan yang harus melewatkan pelajaran di minggu ini.
__ADS_1
Irpan berusaha melakukan negosiasi dengan pak Atmaja. Tapi sepertinya itu sudah menjadi hukuman yang adil untuk Irpan. Perbuatan dari dirinya sudah tidak bisa di tolerir lagi. Irpan pun harus merasakan semuanya sendiri. Perbuatan yang di lakukan oleh Irpan adalah perbuatan yang sudah melewati batas. Jadi tidak ada lagi toleransi yang di berikan oleh pak Atmaja.
Irpan tentu bersedih dengan apa yang harus di terimanya. Ini pukulan yang cukup berat bagi Irpan. Apalagi selama ini Irpan adalah seorang mahasiswa yang rajin dan pintar. Tentu skorsing yang di dapat oleh Irpan menjadi skorsing yang buruk. Ini menghancurkan citra baik dari Irpan itu sendiri. Dia pun berharap akan ada sebuah hal baik yang akan datang pada dirinya di kemudian hari.