Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai
Baron Agresif


__ADS_3

Resmi cerai secara agama dari Emin, tentu ini adalah kesempatan yang baik bagi Baron untuk bisa melamar Fitri menjadi istrinya. Baron tidak ingin hubungan mereka di lakukan secara sembunyi-sembunyi. Baron sudah ingin semua orang tahu akan hubungan yang sedang mereka jalani saat ini.


Baron kembali mengajak Fitri bertemu di pos ronda. Tempat pertemuan yang sebenarnya tidak boleh di lakukan oleh keduanya. Namun Baron yang sudah merasa tidak. dia ikatan apapun lagi dengan Emin. Merasa berhak untuk bertemu dengan Fitri di mana saja. Jadi tidak ada lagi tempat tersembunyi untuk mereka berdua dapat bertemu. Baron merasa itu sudah harus di lakukan oleh dirinya dan Fitri.


Menunggu kedatangan dari Fitri menghampiri dirinya, Baron mulai menyalakan rokok yang sudah di pegang oleh dirinya. Begitu juga dengan handphone mahal yang di miliki oleh Baron. Tentu handphone itu di gunakan Baron untuk melihat beberapa informasi di sosial media miliknya. Baron senang dengan apa yang di lakukan oleh dirinya. Baron pun sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan Fitri sang pujaan hatinya.


Fitri yang di tunggu oleh Baron akhirnya tiba di pos ronda. Dia terlihat datang menghampiri Baron dengan cara mengendap-endap. Dia khawatir akan ada orang yang tahu akan kedatangan dirinya ke pos ronda bersama dengan Baron. Oleh sebab itu Fitri harus berhati-hati untuk memastikan tidak ada orang yang tahu akan pertemuan dirinya dengan Baron.


Fitri langsung memarahi Baron yang mengajak dirinya bertemu di pos ronda. Padahal Fitri sudah mengatakan jika dirinya lebih senang bertemu di tempat yang sepi. Jika Baron mengajak dirinya bertemu di tempat yang sering di lewati banyak orang. Tentu itu akan jadi ancaman besar bagi Fitri dan Baron. Mungkin saja akan banyak orang yang tahu akan hubungan terlarang yang di lakukan oleh mereka berdua.

__ADS_1


"Apa kamu ingin membunuhku, ini adalah tempat yang paling sering di lewati banyak orang. Mungkin orang-orang akan tahu apa yang kita lakukan. Kamu sudah benar-benar gila." ujar Fitri sambil melipat kedua tangannya di atas perut.


Baron mencoba menenangkan Fitri. Dia merangkul tubuh Fitri dengan begitu lembutnya. Sebisa mungkin Baron kembali membuat Fitri tenang dengan semuanya. Apalagi Fitri terlihat begitu marah pada Baron. Dia merasa kecewa dengan apa yang di lakukan oleh Baron pada dirinya. Di mana Baron terlihat begitu bodoh dalam memilih tempat pertemuan mereka berdua.


"Tidak akan di amuk warga. Sebab aku dan Emin kini sudah resmi bercerai. Aku sudah menceraikan dia tadi pagi." ucap Baron dengan tegasnya.


Namun di tengah suasana yang mulai kurang nyaman bagi Fitri. Tiba-tiba mobil dari Irpan berhenti di hadapan Fitri dan Baron. Sontak Fitri dan Baron terkejut dengan apa yang mereka berdua lihat. Keduanya semakin terkejut saat melihat Kartini yang turun dari mobil itu.


Kartini pun akhirnya tahu akan perselingkuhan yang di lakukan oleh Baron dengan Fitri. Dia mengaku kecewa dengan apa yang di lakukan oleh bapaknya. Bagaimana kesetiaan dari ibunya telah di hancurkan oleh bapaknya tersebut. Fitri pun tidak akan tinggal bersama ayahnya lagi, mengingat Baron adalah sosok bapak yang tidak bertanggung jawab. Dia menjual Kartini pada Ian untuk di tiduri banyak pria. Tanpa di sadari, itu adalah perbuatan yang paling menyakitkan bagi seorang Kartini sebagai seorang anak. Dia merasa apa yang di lakukan oleh Baron pada dirinya sama sekali tidak bisa maafkan. Kartini lebih memilih untuk tinggal bersama dengan ibunya. Di mana Kartini bisa lebih aman saat bersama dengan Emin. Dia akan merasa lebih nyaman saat berada dalam dekapan Emin.

__ADS_1


Fitri sendiri merasa terkejut saat melihat Kartini yang datang bersama dengan Irpan. Tempo hari keduanya bertemu secara tidak sengaja di pos ronda. Namun kini Irpan bertemu kembali dengan Fitri yang ternyata menjadi selingkuhan dari Baron. Tentu ada sedikit rasa malu yang di rasakan oleh Fitri saat Irpan melihat dirinya sedang berduaan dengan Baron. Apalagi Fitri menunjukkan bagaimana dirinya yang merupakan seorang perempuan baik-baik di hadapan Irpan tempo hari. Namun kini Fitri justru tertangkap basah oleh Irpan sedang berduaan dengan Baron yang merupakan bapak dari Kartini.


Tidak ada masalah berarti bagi Irpan akan Fitri. Itu pilihan dari dirinya, namun kenapa perempuan muda seperti Fitri mau berselingkuh dengan pria tua seperti Baron. Itu yang menjadi pertanyaan dari dalam diri Irpan. Apalagi Baron bukan pria baik, terbukti dia menjual anaknya sendiri pada Ian untuk di umpankan pada teman-teman Irpan.


Kartini pun meminta Irpan membawa dirinya menuju rumah ibunya. Di mana Kartini lebih memilih untuk tinggal bersama dengan ibunya tersebut. Mungkin di sana selain Kartini akan merasa lebih nyaman, dia juga bisa jauh lebih menikmati hidupnya.


Irpan sama sekali tidak keberatan dengan apa yang di minta oleh Kartini. Dia segera membawa mobil miliknya menuju rumah Emin yang tidak jauh dari pos ronda itu. Keduanya sudah siap pergi menuju rumah Emin.


Baron sendiri tidak merespon apapun atas sikap dari Kartini pada dirinya. Bagi Baron itu adalah hal yang wajar. Mengingat Kartini mungkin merasa kecewa dengan apa yang di lakukan oleh Baron pada dirinya. Dia di jual oleh Baro seperti sebuah barang. Padahal Kartini adalah darah daging Baron sendiri. Perbuatan Baron yang telah membuat hati Kartini bukan hanya tergores saja. Melainkan juga telah mematahkan hati dan perasaan dari Kartini sebagai seorang anak. Apalagi Kartini kini adalah seorang yang di penuhi dengan luka. Bagaimana kisah cinta di masa lalu Kartini yang berat, sudah seharusnya di sadari oleh Baron sebagai bapak. Bukan malah menjual Kartini layaknya barang yang di jual secara online. Kartini mungkin sudah di level tinggi dalam merasa kecewa pada Baron sebagai ayahnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2