
Seisi ruang guru di penuhi dengan ucapan selamat pada seorang Aris. Mereka memberikan ucapan selamat atas perjodohan yang telah terjadi pada Aris dengan seorang anak kepala desa. Aris pun tampak begitu bahagia saat mendapat ucapan selamat yang di berikan oleh rekan-rekan sesama guru. Dia terus tersenyum saat menjabat tangan rekan kerjanya tersebut.
Kartini yang baru sampai di ruang guru, terlihat bingung saat para guru yang lain menjabat tangan Aris. Dia mengira Aris akan pindah mengajar, sehingga itu adalah salam perpisahan dari para guru untuk Aris. Namun nyatanya itu adalah ucapan selamat atas perjodohan yang sukses antara Aris dengan anak seorang kepala desa.
Kartini tentu senang dengan kabar yang datang pada Aris. Dia tidak ketinggalan memberikan ucapan selamat pada Aris. Kartini mengaku senang dengan apa yang telah terjadi pada Aris. Kartini pun mendoakan yang terbaik atas apa yang telah terjadi pada Aris.
__ADS_1
Semua orang senang dengan ucapan selamat yang di berikan oleh Kartini pada Aris. Namun ada satu guru bernama Risma yang selama ini kerap berkonflik dengan Kartini. Sebenarnya Kartini tidak pernah menganggapnya sebagai musuh, tapi Risma selalu menganggap Kartini sebagai musuh utama. Itu yang buat Kartini merasa heran dengan sikap Risma yang di kenal sedikit sensitif saat bertemu dengan Kartini.
Hari ini pun Risma menunjukkan sikap kurang senangnya pada seorang Kartini. Ketika Kartini mengucapkan selamat pada Aris, Risma malah menuduh Kartini sebagai pihak yang kurang senang dengan perjodohan yang terjadi antara Aris dengan anak kepala desa tersebut. Sebab Kartini tidak akan ada lagi yang menggoda. Sementara bagi Risma, Kartini adalah perempuan yang senang di goda. Dia menyukai pria menggoda dirinya, sebab Kartini merasa dirinya adalah perempuan cantik yang selalu ingin di goda oleh banyak pria.
Risma seolah merasa tidak bersalah sama sekali. Dia terlihat semakin bernafsu untuk membuat Kartini marah padanya. Risma yang menatap Kartini dengan tatapan yang begitu tajam, juga mengatakan jika Kartini merasa iri dengan perjodohan itu. Sebab Kartini yang gagal dalam urusan pernikahan dengan anak sekolah kepala desa, masih merasa bersedih dengan apa yang terjadi. Hingga dia merasa iri saat Aris akan menikah dengan anak kepala desa.
__ADS_1
Ini fitnah yang tidak bisa Kartini terima dari Risma. Dia merasa apa yang di sampaikan oleh Risma benar-benar sudah tidak bisa di tolerir lagi. Kartini benar-benar seorang yang berguna di mata Risma. Hingga Kartini terlihat hina di mata seorang Risma.
Semua guru yang ada di ruangan itu pun terdiam dengan apa yang di sampaikan oleh Risma pada Kartini. Mereka ingin membela Kartini, tapi Risma adalah seorang saudara dari pemilik sekolah tersebut. Hingga jika mereka membela Kartini, karier mereka sebagai guru akan terancam oleh Risma. Hingga akhir mereka pun memilih bungkam dengan apa yang di lakukan oleh Risma pada Kartini.
Sementara Kartini yang semakin jengah dengan apa yang di dengar oleh dirinya. Akhirnya memilih untuk meninggalkan ruangan guru tersebut. Dia tidak ingin lagi meladeni Risma yang semakin agresif dalam menyerang dirinya. Kartini pun memilih untuk pergi meninggalkan Risma di ruang guru tersebut. Dia lebih baik pergi daripada terus mendengarkan ocehan dari Risma yang sama sekali tidak benar.
__ADS_1