Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai
Permintaan Baron


__ADS_3

Nasi goreng yang di buat Kartini, benar-benar lezat. Semua orang menyukai nasi goreng itu, semua bumbu meresap dengan pas pada setia bulir nasi yang ada. Kartini memang pandai dalam membuat makanan yang akan di hidangkan pada semua orang. Itu menjadi nilai tambah dari Kartini di setiap orang.


Kartini pun merasa nasi goreng yang di buat oleh dirinya tidak jauh berbeda dengan nasi goreng yang di buat oleh Emin. Apalagi resep nasi goreng yang di buat oleh Kartini adalah resep nasi goreng yang sering di buat oleh Emin. Jadi tidak ada perbedaan berarti dari nasi goreng yang buat oleh Emin.


Kartini terlihat begitu bahagia saat semua anggota keluarganya menyukai makanan yang di buatnya. Pujian yang di berikan oleh semuanya pada Kartini, seakan membuat dirinya begitu bahagia. Apalagi ketika Aldi adiknya meminta untuk menambah nasi goreng yang di makan oleh dirinya. Ada sebuah kepuasan tersendiri dalam diri Kartini.


Ketika setiap anggota keluarga mulai menghabiskan nasi goreng yang mereka makan. Baron yang masih ragu untuk mengatakan keinginannya pada Kartini. Kini mulai berani untuk meminta Kartini menemani pesta dari Riko dan teman-temannya di vila. Baron pun yakin, pesta itu tidak akan membuat Kartini terluka. Apalagi sampai Kartini di perlakukan secara tidak baik. Baron memastikan hal itu tidak akan terjadi pada Kartini. Sehingga Kartini tidak harus merasa khawatir dengan permintaan dari Ian.


Kartini tentu saja menolak permintaan dari Baron. Sebab Kartini bukan seorang perempuan penghibur yang akan menemani laki-laki berpesta. Kartini dengan tegas menolak permintaan dari Baron itu, dia pun mengatakan jika dirinya tidak ingin ikut berpesta dengan Riko dan teman-temannya.

__ADS_1


Emin sendiri berada di pihak Kartini, dia merasa apa yang di lakukan oleh Baron adalah tindakan yang tidak bermoral. Seharusnya Baron malu untuk membuat keputusan yang tidak baik itu. Sebab itu bisa membuat Kartini di gilir oleh banyak pria. Tapi Baron malah menyuruh Kartini untuk turut dalam pesta itu. Emin pun mempertanyakan Baron sebagai seorang ayah. Apakah Baron tidak memiliki hati sebagai seorang ayah, hingga dia tega melakukan hal itu pada anaknya sendiri. Emin berharap Baron tidak akan melakukan itu, apalagi memaksa Kartini untuk ikut dalam pesta yang tidak berguna tersebut.


Tentu Baron tidak peduli dengan semua ucapan dari Emin. Dia hanya meminta Kartini untuk ikut dalam pesta yang akan di gelar itu. Baron sudah di bayar, sehingga jika Baron tidak memberikan Kartini untuk ikut dalam pesta, Baron berpeluang di masukan ke dalam penjara. Itu yang buat Baron harus menyerahkan Kartini pada tamu vila dari Ian.


Emin tetap tidak peduli dengan apa yang di katakan oleh Baron. Dia merasa pilihan dari Baron adalah pilihan yang sesat. Baron adalah seorang ayah yang bejat, sehingga tidak salah Emin meminta pisah dengan Baron. Ini adalah keputusan yang paling tepat yang harus di ambil oleh Emin. Sebab jika tidak melakukan itu semua, bukan tidak mungkin Emin akan merasakan hal yang lebih buruk lagi. Emin harus segera melakukan tindakan yang memang harus di lakukan oleh dirinya. Emin bisa melakukan apapun yang dia inginkan, tanpa ada kehadiran dari Baron di sisinya. Emin ingi semua itu berjalan dengan baik dan benar.


Mengetahui Emin yang akan meminta cerai pada dirinya. Baron yang sudah muak dengan Emin, mengaku siap memberikan talak pada Emin saat ini juga. Bahkan Baron memberikan talak 3 pada Emin. Sehingga peluang mereka rujuk sudah tidak ada lagi.


Tentu ada kesedihan dari dalam diri Kartini saat kedua orangtuanya bercerai di hadapannya. Begitu juga yang di rasakan oleh Aldi. Dia melempar sendok makan itu ke atas piring. Sebelum dia berlari pergi keluar rumah. Kartini memanggil Aldi berulang kali, namun dia tetap berlari pergi menghiraukan ucapan dari Kartini.

__ADS_1


"Kamu puas menghancurkan mental Aldi. Itu yang kami maukan!" ucap Baron dengan tatapan tajam.


"Kamu yang seharusnya merasa bersalah dalam situasi ini. Seandainya kamu tidak berselingkuh dengan perempuan lain. Mungkin aku tidak akan pernah meminta cerai. Tapi karena kamu berselingkuh, aku lebih memilih untuk mundur. Aku tidak ingin memiliki suami ruang selingkuh." tegas Emin.


Tidak terima dengan apa yang di ucapkan oleh Emin. Baron langsung menampar wajah Emin dengan begitu kerasnya. Satu tamparan yang di berikan oleh Baron. Langsung di balas dua tamparan oleh Emin. Kemudian Emin berkata.


"Jika ada seorang pria bajingan. Itu adalah kamu. Pria yang tidak memiliki hati sama sekali. Menyelingkuhi istri yang menerima kamu apa adanya. Bahkan sekarang kamu akan menjual anak kamu sendiri pada orang lain. Kamu gila Baron."


Baron yang sudah semakin emosi, akhirnya menarik tangan Emin. Dia menyeret Emin keluar dari rumahnya. Dia meminta Emin untuk pergi dari rumah. Sebab Baron sudah tidak ingin lagi ada Emin di rumahnya. Dia benar-benar berharap Emin tidak akan lagi bersama dengan dirinya di dalam rumah. Sebab keduanya sudah tidak ada lagi ikatan apapun.

__ADS_1


Kartini yang tidak terima ibunya di perlakukan kasar oleh Baron, berusaha menolong ibunya tersebut. Namun usaha dari Kartini menjadi sia-sia, saat Baron meminta Kartini untuk pergi ke kamarnya. Saat Kartini yang tidak kunjung masuk ke dalam kamarnya. Pada akhirnya Kartini pun harus di seret oleh Baron masuk ke dalam kamar. Kartini hanya bisa menangis dengan perlakuan kasar yang di tunjukkan oleh Baron pada dirinya. Kartini benar-benar tidak bisa melihat sosok ayah dari dalam diri Baron. Dia terlihat seperti monster dalam hidup Kartini saat ini. Baron benar-benar tidak baik, itu yang di rasakan oleh Kartini.


Kartini yang berusaha kabur dari dalam kamar, pada akhirnya di kunci oleh Baron dari luar. Di mana malam ini Kartini di paksa oleh Baron untuk menemani tamu dari vila Ian. Kartini pun harus bisa tampil secantik mungkin du malam ini. Hingga dia tidak akan membuat kecewa dari tamu Ian yang akan menggunakan jasa dari dirinya. Kartini terus meminta pada Baron untuk membuka pintu kamarnya. Tapi Baron tidak kunjung membuka pintu kamar Kartini. Dia tidak peduli dengan suara tangisan dari Kartini.


__ADS_2