
Tiba di rumah sang kekasih, Irpan langsung di tarik masuk oleh sang kekasih menuju sofanya. Dia yang sudah cukup bergairah, perlahan mulai merayu Irpan dengan sebuah rayuan mempesona. Pakaian super ketat yang di kenakan oleh Desi.
Irpan yang mulai terangsang dengan apa yang di lakukan oleh Desi. Perlahan mulai tidak bisa terkontrol, sebelum akhirnya dia sadar akan apa yang di lakukan oleh dirinya adalah sebuah kesalahan besar. Dia tidak seharusnya melakukan hal itu. Apalagi Irpan sudah berjanji pada dirinya untuk tidak melakukan hubungan badan, sebelum dirinya ada dalam status pernikahan. Ini terlalu beresiko bagi Irpan yang tidak ingin menikah dalam waktu singkat.
Irpan segera menghindar saat Desi hampir mencium bibirnya. Untung Irpan bisa sadar dengan apa yang di lakukan oleh dirinya. Dia pun melepaskan tangan Desi yang mencoba meraba bagian tubuhnya. Irpan yakin apa yang di lakukan oleh Desi adalah tindakan yang sama sekali tidak baik. Dia melakukan itu untuk membuat Irpan terangsang. Sehingga mereka akan melakukan hubungan badan di atas sofa tersebut.
__ADS_1
Desi yang penuh gairah, pada akhirnya mulai kecewa dengan Irpan yang menolak dirinya. Padahal Desi sudah begitu ingin melakukan hubungan badan dengan Irpan. Namun Irpan yang masih belum siap, kembali menolak ajakan dari Desi. Ini untuk kesekian kalinya Irpan menolak hubungan badan dengan Desi. Padahal Desi begitu sedang bergairah untuk melakukan hubungan badan.
Desi terdiam dengan wajah yang cukup kesal pada Irpan. Dia merasa apa yang di lakukan oleh Irpan adalah penolakan yang bodoh. Desi melihat Irpan adalah sosok pria yang tidak benar. Dia hanya mementingkan dirinya sendiri. Tidak mementingkan bagaimana Desi begitu berharap akan cinta yang ada di hatinya. Cinta yang akan semakin tumbuh dengan hubungan badan.
"Aku tentu menyukaimu. Tapi aku tidak bisa melakukan ini. Melakukan semua ini sekarang. Masih banyak hal yang harus aku pertimbangkan lagi. Aku pikir ini bodoh." ucap Irpan dengan wajah penuh salah.
__ADS_1
Desi yang tidak mengerti lagi dengan penolakan yang di lakukan oleh Irpan. Mulai berjalan ke dalam dapurnya. Dengan sebuah soda mungkin dirinya akan tenang lagi. Apalagi saat ini dirinya begitu sedang bergairah tinggi. Soda di harapkan akan membuat gairahnya turun seketika.
Desi terdiam melihat bagaimana pacarnya itu tidak berdaya lagi. Mungkin Irpan bukan pria yang maniak seperti yang di harapkan oleh dirinya. Mungkin saja Desi harus mencari sosok lain yang tentunya lebih bisa memahami dirinya dalam banyak hal. Tidak hanya dalam perkara cinta saja. Melainkan dalam perkara lainnya yang lebih baik lagi. Desi tidak ingin semua itu akan menjadi buruk untuk dirinya.
Desi kembali menghampiri Irpan yang nampak penuh rasa salah. Dia duduk di samping Irpan sambil terus meminum soda yang dia ambil di lemari pendingin miliknya. Desi pun menatap wajah Irpan yang terlihat begitu payah. Mungkin ini kali pertama bagi Desi melihat bagaimana Irpan menyesali perbuatannya. Di mana ada sedikit ruang yang tidak bisa di ceritakan oleh Irpan akan Desi. Sebuah pesan cinta yang tentunya tidak baik di lakukan oleh Irpan. Dia merasa pilihan dalam hidupnya sama sekali salah. Irpan tidak seharusnya melakukan hal tersebut pada Desi. Apalagi Desi adalah pacarnya saat ini.
__ADS_1