Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai
BERBAIKAN DENGAN RANGGA


__ADS_3

Saat tiba dikelas, sudah banyak teman-teman Melati yang sudah berada dikelas termasuk Rani, Dio dan juga Rangga.


Melati menoleh ke arah Rangga sesaat, dan kebetulan juga Rangga menoleh ke arahnya, namun secepat pandangan mereka bertemu, secepat itu mereka membuang pandangan masing-masing.


"Mell." Rani yang saat ini tengah duduk bersama Dio melambai ke arah Melati untuk meminta Melati mendekat ke arahnya dan Dio.


Melati tersenyum dan berjalan menghampiri kedua sahabatnya itu.


"Hai Mell." sapa Dio begitu Melati sudah berada didekatnya.


"Hai juga Dio, Rani." balas Melati.


"Lo kelihatan sehat dan bahagia Mell."


"Ya harus donk, kan ini hari pertama kita masuk sekolah, kita itu harus semangat menerima pelajaran."


"Tularin semangat lo ke Dio Mell, soalnya anak ini malas ke sekolah."


"Dihh Dio, orang tua lo capek-capek cari uang juga lo malah malas-malasan."


"Duhh, pagi-pagi sudah dikasih sarapan nasehat sama calon ibu guru Melati." balas Dio yang membuat sontak Melati dan Rani tertawa mendengar clotehan Dio


"Oh ya Mel, masalah ulang tahun lo itu gimana Mell." Dio bertanya.


"Seperti rencana gue, ulang tahun gue akan gue adain dipanti asuhan, mama dan papa gue juga sudah setuju." Melati menginformasikan.


"Oke Mell, gue dan Dio bisa dipastikan akan ikut ambil bagian dalam membantu lo mempersiapkan acara ulang tahun lo."


"Terimakasih ya Ran, Dio."


"Kembali kasih Mell."


Setelah berbincang-bincang sebentar dengan Dio dan Rani, Melati berjalan ke bangkunya, yaitu dia yang harus berbagi meja dengan Rangga.


Saat Melati mendudukkan bokongnya dikursi samping Rangga, Rangga sama sekali tidak menoleh ke arahnya, dia hanya fokus dengan buku yang dibacanya.


"Huh, ternyata gue benar-benar harus saling cuek-cuekan gini ya sama Rangga, benar-benar gak enak banget deh rasanya." desahnya dalam hati.


"Tapi gue ingin Rangga hadir dihari ulang tahun gue nantinya, kalau Rangga gak hadir, pasti anak-anak panti pada nyariin dia." Melati bermonolog sendiri dengan dirinya.


Karna malu untuk bicara secara langsung dengan Rangga, akhirnya Melati memilih menulis dikertas untuk memberitahukan akan hal tersebut.


Bunyi tulisan yang dia tulis adalah.


Rangga, ntar hari minggu gue ulang tahun lho, gue rencananya mau ngerayain ulang tahun gue di panti asuhan bersama anak-anak panti, lo mau datang gak.


Setelah itu, barulah Melati menggesernya kedepan Rangga, Melati sieh gak terlalu berharap kalau Rangga akan membacanya, pasalnya, wajah Rangga tertutup dengan buku yang saat ini tengah fokus dibacanya.


Namun ternyata Melati salah, Rangga ternyata melihat tangan Melati yang menggeser kertas tersebut, karna penasaran dengan apa yang ditulis oleh Melati, makanya dia mengalihkan perhatiannya sekejap dari buku tebalnya.


"Lo mau ulang tahun." responnya setelah membaca tulisan Melati tersebut dan pastinya tanpa menoleh ke arah Melati.


Melati menoleh ke arah Rangga, dia tidak menyangka Rangga akan merespon.


"Iya." jawab Melati seadanya.


"Terus, lo mau gue ngapain."


"Gak ngapa-ngapain, hanya datang saja kalau lo gak sibuk sieh."


"Hmmm, ntar sekalian gue bantuin deh mempersiapkan pesta ulang tahun lo dipanti."


Melati benar-benar tidak berharap mendapatkan bantuan dari Rangga, tapi ternyata Rangga yang lebih dulu menawarkan diri untuk membantunya.


"Lo mau bantu emangnya."


"Iya."


"Terimakasih ya Rangga."

__ADS_1


"Hmmm."


"Anak-anak panti pasti senang karna lo merayakan ulang tahun lo sama mereka."


"Iya, itulah harapan gue, gue ingin sedikit berbagi kebahagiaan sama anak-anak panti."


Dan yah, Melati dan Rangga yang selama liburan ini tidak saling kontak-kontakkan satu sama lain, kini hubungan mereka kembali membaik, dan Melati senang akan ini, dan begitu juga dengan Rangga, beberapa hari ponselnya sepi tanpa adanya chat masuk dari Melati membuatnya kesepian juga ternyata, sehingga dia memilih untuk memperbaiki hubungannya dengan Melati.


*****


Dan pagi itu, dengan menggunakan mobil Rani, Rangga, Dio dan juga Rani sendiri membantu Melati membawa hal-hal yang diperlukan ke panti untuk acara ulang tahun Melati, mereka akan mendekor panti sedikit untuk merayakan ulang tahun Melati.


Mama Rita dan papa Ardi akan menyusul mereka agak siangan nanti.


"Apa semuanya sudah dimasukkan ke mobil." tanya Melati.


"Sudah beres Mel semuanya, kita hanya tinggal meluncur." sahut Rani.


Saat keempat remaja itu akan masuk ke dalam mobil Rani, tiba-tiba mobil memasuki pekarangan rumah Melati.


Melati berfikir kalau orang dalam mobil tersebut adalah tamu papanya sehingga dia tidak peduli, namun ternyata, itu adalah Denis sahabatnya.


"Deniss." gumam Melati saat melihat Denis turun dari mobil.


"Mell, lo mau kemana." Denis berjalan mendekati Melati dkk.


"Kami mau ke panti asuhan Den."


"Panti asuhan." ulang Denis.


"Iya, kan gue sudah bilang akan merayakan ulang tahun gue disana, lo ingatkan."


"Ahh iya."


"Lo mau ikut Den."


"Ya udah yuk berangkat." ajak Rani.


"Ehh Mel."


Melati yang akan memasuki mobil Rani berhenti karna teguran Denis.


"Kenapa Den."


"Lo bisa gak sama gue saja dimobil gue, gak enak sendirian gak ada yang nemenin, lagiankan dimobil ini sudah ada tiga penumpangnya."


"Ohh oke." Melati menyetujui apa yang dikatakan oleh Denis.


"Ran, Rangga, Dio, gue ikut dimobilnya Denis ya, kasihan Denisnya tidak ada yang nemenin."


"Oke Mel." jawab Rani enteng.


Sedangkan Rangga dan Dio tidak terima sebenarnya Melati berada dimobilnya sik Denis, tapi apa boleh buat, mereka tidak bisa melakukan apa-apakan.


Namun pada detik terakhir, Rangga berkata, "Gue ikut sama lo Mel."


"Ehh." Melati menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Rangga yang berjalan mendekatinya.


Dio ingin bilang begitu juga, tapi tidak mungkin dia lakukan mengingat tidak mungkinkan dia meninggalkan Rani sendirian dimobilnya.


"Lo mau ikut dimobilnya Denis Ga."


"Hmmm, bolehkan."


"Tentu saja boleh donk, iyakan Denis."


"Iya." jawab Denis setengah hati, karna sebenarnya dia ingin berdua saja sama Melati, tapi apa boleh buat kalau salah satu teman Melati ingin ikut bersamanya.


"Oh ya Denis, ini Rangga, dia teman sebangku aku." karna sebelumnya mereka belum pernah bertemu, makanya Melati memperkenalkan.

__ADS_1


Dua laki-laki itu hanya mengangguk singkat tanpa berniat untuk saling berjabat tangan satu sama lain.


"Ohh, ini yang namanya Rangga yang Melati sebut-sebut pada saat malam puncak acara ulang tahun sekolahnya itu." Denis memperhatikan Rangga sesaat, dan yang diperhatikan hanya memberikan ekpresi datar.


"Masak Melati sukanya sama laki-laki yang seperti ini sieh, datar kayak tembok begini." nilai Denis dalam hati.


"Ehh, ayok berangkat, kepada malah jadi bengong begini sieh." Melati merangkul lengan Rangga dan menariknya dan membawanya ke mobil Denis.


Denis tidak suka Melati melakukkan hal tersebut, itu membuat hatinya panas.


"Oke kita go." ujar Melati penuh semangat.


Mobil Denis dan mobil Melati berjalan keluar beriring-iringan.


"Tante dan om tidak ikut Mel." Dio bertanya.


"Mam dan papa nanti nyusul."


"Ohh."


"Deniss."


"Kenapa Mel."


"Kenapa lo gak ngajak Amara sieh."


"Dianya lagi sibuk."


"Sibuk apaan, perasaan saat gue tanyain kenapa lo gak pernah ngajakin Amara ikut ke Bandung, lo selalu bilang kalau Amara lagi sibuk terus."


"Ya mana gue tahu Mel Amara sibuk apaan."


"Lokan pacarnya, masak gak tahu sieh."


"Bisa tidak Mel kita gak usah bahas Amara lagi." saat Amara dibahas, selalu saja Denis berkata begitu, "Inikan hari ulang tahun elo."


"Hmmm."


"Selamat ulang tahun ya Mel, hadiah untuk lo nanti menyusul saat dipanti."


"Ahh iya terimakasih."


Rangga hanya diam saat dua sahabat lama tersebut ngobrol, sebenarnya dia kesal juga sieh, kesal karna Melati sepertinya memang begitu akrab dengan Denis ini.


"Kenapa sieh gadis ini hoby banget berteman dengan laki-laki, kayak gak ada cewek saja untuk dijadikan sebagai teman." batin Rangga.


"Ga, kok lo diam saja sieh dari tadi." Denis bertanya.


"Gue lagi malas ngomong." ketusnya.


Denis tentu kesal dengan jawaban Rangga, namun Melati yang sudah tahu sifat Rangga memberitahu.


"Jangan diambil hati ucapannya Rangga ya Den, Rangga emang begitu orangnya, cuek dan ketus."


"Sekalian saja lo bilang kalau gue juga kutu buku Mell." sambung Rangga.


Melati terkekeh, "Ahh iya benar juga, Rangga juga kutu buku lho orangnya, dan dia sudah pasti cerdas, sudah sering mengikuti lomba-lomba sains begitu dan lebih seringnya menang daripada kalahnya." ujar Melati dengan bangga seolah-olah membanggakan putranya.


"Hebat donk." puji Denis.


"Emang hebat, Rangga sik aset SMA TUNAS BANGSA."


"Gak usah berlebihan gitu lo Mell."


"Apanya yang berlebihan sieh, emang itu beneran kok."


Mobil terus melaju sehingga kini sudah sampai dipanti asuhan tujuan dimana Melati akan merayakan ulang tahunnya.


*****

__ADS_1


__ADS_2