Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai
Pertengkaran Emin Dan Baron


__ADS_3

Baron menyerahkan amplop gajinya pada Emin saat di atas meja makan. Emin yang tidak tahu setengah dari gaji Baron yang telah habis, menerima amplop itu dengan wajah penuh senyuman. Dia pun langsung bersikap manis pada Baron, salah satunya tentu dengan memijat pundak Baron dengan lembut.


Baron yang sudah mendapatkan belaian dari Fitri. Sudah tidak tertarik lagi dengan apa yang di lakukan oleh Emin. Dia merasa belaian yang di berikan oleh Emin kalah jauh dari Fitri. Sehingga Baron sudah tidak tertarik lagi dengan apa yang akan di berikan oleh Emi. Pada dirinya. Baron sudah tidak menyukai lagi dengan semua yang di berikan oleh Fitri pada dirinya.


Emin melihat gelagat aneh yang di tunjukkan oleh Baron. Seperti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Baron. Namun Emin membuang semua rasa curiga yang ada di hatinya tersebut pada Baron. Sehingga Emin tidak lagi khawatir dengan apa yang mungkin akan terjadi pada Baron.


Emin duduk di kursi di depan Baron, dia mulai membuka amplop gaji dari Baron tersebut. Emin ingin menghitung jumlah uang yang ada di amplop tersebut. Mungkin saja uang itu akan kurang atau ada yang sudah di ambil oleh Baron.

__ADS_1


Saat Emin mulai membuka amplop gaji dari Baron. Dia mulai curiga ada uang yang sudah di gunakan oleh Baron. Jumlah uang itu tidak sama seperti gajian bulan lalu. Di mana yang itu tidak terlihat banyak sama sekali, justru itu terlihat begitu sedikit.


Emin mulai menghitung jumlah uang itu dengan begitu detail. Satu persatu di hitung uang gaji dari Baron tersebut. Sampai dia menemukan fakta, jika uang gaji Baron benar-benar berkurang. Bahkan uang itu berkurang setengah dari gaji yang biasa di dapat oleh Baron.


"Kenapa uangnya berkurang Mas?" tanya Emin dengan wajah kesalnya.


Emin memukul meja dengan begitu kerasnya, seraya berkata.

__ADS_1


"Kebutuhan apa, rokok kamu minta sama aku. Uang bensin kamu minta sama aku. Semuanya kamu minta sama aku. Kebutuhan apa yang kamu maksud itu?"


Baron yang tidak terima dengan perkataan dari Emin, mulai membalas ucapan Emin pada dirinya. Tidak kalah galak dari Emin, Baron juga mulai memukul meja dengan begitu kerasnya. Hingga Pukulan meja yang di lakukan oleh Baron terdengar ke kamar Kartini dan Aldi.


"Kamu pikir aku tidak perlu jajan, makan siang dan kopi lagi. Aku juga butuh itu Emin. Kamu jangan egois untuk menguasai sepenuhnya gaji aku. Kamu juga harus pikirkan aku."


Emin yang benar-benar tidak mengerti dengan perubahan sikap dari Baron. Kini mulai curiga pada Baron, dia curiga Baron memiliki perempuan lain yang menjadi simpanan. Sehingga dia menyisakan uang gajinya hampir setengah untuk wanita simpanan dari Baron. Itu yang membuat Emin mulai curiga pada Baron. Dia menatap wajah Baron dengan begitu tajam, memperhatikan wajah suaminya itu seperti seksama. Di mana Emin bisa melihat bagaimana ada kebohongan yang di ciptakan oleh Baron pada dirinya. Itu yang di lihat oleh Emin dari Baron. Itu menyaksikan bagaimana Baron menutupi sesuatu pada Emin. Ada kecurigaan yang mulai di rasakan oleh Emin pada Baron. Rasa curiga yang mungkin akan membuat Emin lebih berhati-hati lagi pada Baron. Sebab Emin mulai curiga Baron memiliki seorang selingkuhan di luar sana.

__ADS_1


__ADS_2