Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai
DI RAWAT DIRUMAH SAKIT


__ADS_3

Rangga baru saja selesai mandi,setelah pergi tadi badannya terasa lengket, akhirnya dia memutuskan untuk mandi sebelum dia beranjak ketempat tidur, bertepatan dengan itu dia mendengar suara hpnya berdering,,


“di mana sieh benda itu”,rangga mencari sumber suara dari ponselnya dan ternyata hpnya tergeletak diantara selimutnya,,


“melati,,”?gumamnya begitu melihat nama melati terpampang dilayar hpnya,tanpa disadarinya seulas senyum tergambar dibibirnya,,


“ea mel ada apa” sapanya terdengar ceria,”mel,,mel” panggilnya sedikit berteriak karna gak ada sahutan,dan kata pertama dan terakhir yang didengarnya adalah “tolongg” seketika itu juga sambungan terputus,


“mel,,halo,,mel, halo,lo masih disanakan,mel lo baik2 aja kan,,mel jawab gue” begitu tidak ada sahutan dari seberang,rangga melihat sambungan ponselnya yang masih terhubung dan kembali menempelkannya ditelinganya berteriak “mel lo tungguin gue, gue akan segera dateng”


rangga dengan secepat kilat keluar kamar, langsung menuju garasi menstater motornya dan melajukan nya dengan kencang, fikiriannya dipenuhi oleh permintaan minta tolong melati,


“mel apa yang terjadi dengan lo,,tuhan tolong jaga dia,jangan biarkan sesuatu hal yang buruk menimpanya”,doa rangga berulang-ulang,begitu sampai didepan rumah melati,rumah itu terlihat sepi,,dan rumahnya juga kelihatan gelap pekat seperti tidak ada kehidupan, rangga langsung meneroboss setelah terlebih dahulu memarkir motornya,dia memegang kenop pintu dengan hati2 dan betapa herannya dia, karna pintu depan rumah melati tidak dalam keadaan terkunci hal itu membuat imajinasi rangga semakin liar,”jangan2 rumah melati dirampok” rangga berusaha mengenyahkan fikirin2 buruknya, rangga tidak berani memikirkan kemungkinan terburuk yang terjadi pada melati,rangga membuka pintu dengan perlahan,,dan dia  merasakan seperti ada sesuatu terantuk dikakinya,dia meraba-raba,,dan setelah dibantu oleh pencahayaan hpnya,barulah dia sadar kalau itu adalah tubuh melati yang tergelatak lemas dilantai,rangga merasa lemas, takut,keringat dingin bergulir dipelipisnya,dengan sangat pelan dia memegang tangan melati mengecek denyut nadinya,sedikit kelegaan menghampiri raut wajahnya karna melati masih bernafas,dia mencari saklar lampu dan begitu menemukannya rangga menekannya dan susana menjadi terang,sekarang dia dengan jelas melihat tubuh melati tergeletak lengkap dengan pakaian yang digunakan ketika mereka keluar.


“mel ,,mel lo kanapa,bangun mel gue udah datang”rangga menguncang tubuh melati,suatu usaha yang sia2 karna sedikitpun melati tidak bergerak,saking paniknya dia gak sadar telah menelpon rani,


“rani,,halo rani,,lo bisa balik kerumah melati gak, cepetan,,ea gue tunggu”,rangga dengan berbagai cara mencoba membuat melati sadar,mulai dari mencari minyak kayu putih yang didekat kan kehidung melati, kemudian memercikkan air kewajah melati,tapi nihil gak ada hasilnya,15 menit kemudian dia mendengar suara mobil rani berhenti didepan dan dia mendengar suara orang seperti berlari mendekat kearahnya,dio dan rani sekarang tengah memandang mereka, berdiri diambang pintu dengan ekspresi panik,rani menekap mulutnya dengan kedua tangannya,


“mel asataga apa yang terjadi”,


sedangkan dio berdiri kaku bagai patung,rangga merasa kesel pada mereka berdua dan berteriak cukup keras,


“woe ee,,,bantuin gue malah bengong lo berdua,kita bawa melati kerumah sakit”


rani dan dio tersadar dan membantu rangga mengangkat tubuh melati kemobil rani yang terparkir didepan,banyak pertanyaan yang berkelabat dibenak dio maupun rani tapi untuk sesaat pertanyaan itu ditahan melihat kondisi melati,,angga menyangga kepala melati duduk dibelakang,,


“ga,,” rangga mengalihkan perhatiannya pada rani yang tidak memandanganya karna fokus menyetir “om dan tante udah tau melati kayak gini” rani bertanya ditengah kepanikan,,


“belum,gue panik gue gak tau mau hubungin siapa”


“ya udah” cicit rani jelas sedang menahan isakannya “mendingan lo telpon orang tuanya aja deh ga”


“gue aja” sambar dio sekarang sudah menempelkan ponsel ditelinganya,”ea halo,,ia tante ini dio tan,, melati,,,”,dio terdiam berusaha mencari kata2 yang tepat supaya mama melati tidak terkejut”,tante melati pingsan,,ea tante kami lagi membawanya kerumah sakit,,baiklah”


Baik rangga ataupun rani gak ada yang bertanya tanggapan orang tua melati kepada dio yang sudah menaruh kembali ponselnya dikantong celananya,rani memacu mobilnya begitu kencengnya sehingga rangga merasakan hanya beberapa menit saja mereka sudah tiba dirumah sakit,dengan tenaga yang masih tersisa rangga menggendong melati yang terkulai,melati langsung dibawa keruang UGD,mereka bertiga hanya bisa menunggu diluar sementara dokter memeriksa keadaan melati,dio bolak-balik sambil mengacak-ngacak rambutnya yang sekarang berantakan,sementara rangga walaupun terlihat tenang tapi hatinya tidak hentinya berdoa,”selamatkan melati tuhan”,


yang paling parah adalah rani, air matanya sekarang meleleh dia terisk pelan berusaha menjaga isakannya supaya tidak didengar rangga dan dio,,10 menit yang terasa begitu lama,tapi dokter masih didalam,,sementara itu papa dan mama melati dateng tergesa-gesa melangkah kearah mereka,rangga,dio dan rani,mereka semua memandang kesatu arah,,


“dio,,” kata burita sudah terisak,,”gimana,,gimana,,”suaranya terputus-putus  “keadaan melati “tanya sambil menghapus air matanya yang semakin deras,,


rani yang sudah berdiri menepuk bahu burita menenangkan,”tante ,,”katanya tapi dia juga terisak teredam,”melati masih diperiksa dokter,,dokter masih,,”


“apa yang terjadi sebenarnya?” sela pak ardi yang terlihat tenang ditengah kepanikan yang lainnya tapi wajahnya seputih kapas.


“Mel,,”kata dio memulai menjelaskan Namun suara pintu diseberang membuat mereka semua menoleh,seorang dokter dan 2 perawatnya keluar dari ruangan itu penuh dengan keringat,tanpa menunggu lama semuanya serentak menghampiri dokter yang sekarang berusaha menyunggingkan senyum yang sama sekali tidak meyakinkan,


“apakah diantara kalian ada orang tuanya pasien”,dokter itu bertanya sambil mengedarkan pandangannya,


“saya mamanya dokter”,burita sesenggukan dibahu suaminya,


“gimana keadaan putri kami dokter”,pak ardi menyambar tidak bisa menahan rasa penasarannya,,


“bisa kalian ikut keruangan saya”


“saya mau,,apakah kami boleh ikut” celutuk rangga


dokter itu memandangnya,”,anda,,”


“ saya temennya dokter”


“maaf tapi mungkin hanya keluarga saja”


“tapi,”,rangga sudah akan protes tapi rani menggamit lengannya menampakkan ketidak setujuannya dengan usul rangga,

__ADS_1


“baiklah ikut saya bapak, ibu”,dokter itu berbalik begitu melihat rangga tidak membantah diikuti oleh mama dan papa melati meningglakan rangga,dio dan melati,


***


sudah setengah jam tapi kedua orang tua melati belum juga keluar dari ruangan dokter yang menangani melati,berulang kali rani meyarankan supaya mereka pergi kekantin rumah sakit dahulu yang dengan kukuh dibantah oleh rangga,


“lo aja deh sama dio, gue mau disini aja” gumam rangga seperti suara orang kumur-kumur,rani memandang rangga dengan prihatin,dia memegang bahu rangga dan menguatkannya,,


“ga melati akan baik2 aja”,tapi suaranya terdengar tidak meyakinkan,,


“gue tau ran dan gue percaya itu,maksih yah” rani mengangguk.


rani sekarang berdiri,pada akhirnya rani dan dio meninggalkan rangga sendiri,dio jelas terlihat enggan untuk pergi meskipun itu hanya kekantin rumah sakit,tapi dia begitu gak tega juga melihat wajah rani yang kelihatan lesu dan lelah,mereka meninggalkan rangga yang dengan setia menempelkan hidungnya dipintu kaca UGD.


“mel” gumamnya pelan,”lo pasti bakalan baik2 saja”,pikirannya membawanya kembali kemasa disaat pertama kali dia berkenalan dengan melati,dia dingin,cuek,selalu mengabaikan melati tapi melati yang ceria selalu punya cara untuk membuatnya bicara dan dia gak bisa mengabaikan melati begitu saja,,


‘mel lo bangun donk”,,lirihnya,dia begitu berfokus memperhatikan melati dibalik kaca diluar ruangan tempat melati terbaring,sehingga dia tidak menyadari ketika kedua orang tua melati sudah berdiri dibelakangnya,


“rangga,,”panggil burita tanpa tenaga,dia terlihat lemah dalam rengkuhan suaminya,,


Rangga berbalik dan menemukan orang tua melati berdiri dibelakangnya “apa kata dokter tante,”,tuntut rangga yang sudah dari tadi penasaran,dan sekarang rani dan dio pun sudah kembali dari kantin rumah sakit membawa kantong plastik yang entah apa isinya,


“tan,,”kata dio yang berdiri disamping pak ardi,”melati akan baik2 saja kan”


Baik mama dan papa melati seperti enggan untuk membicarakan kondisi putrinya dan hal itu disadari oleh rani yang tidak mendesak mereka untuk menjawab pertanyaan rangga dan dio,dia menyarankan,,


”tante,om,,sebaiknya tante dan om pulang saja biar rani dan dio,,yang jaga melati malam ini,,tante dan om terlihat,,, “


“gue juga akan disini”,timpal rangga menyela rani,,


“ea dan rangga juga kami akan menjaga melati, tante dan om terlihat capek”


“kami gak apa2”,suara pak ardi berwibawa jelas dia sudah menguasai dirinya sekarang, rangga sendiri salut sama papa melati yang mampu bersikap tenang,”terima kasih sebelumya kalian mengantarkan melati kesini tapi melati anak kami biar kami yang menjaganya malam ini,dan sebaiknya kalian saja yang pulang,nanti orang tua kalian khawatir mencari kalian”burita yang didekapannya menggguk,


“rangga tetap disini om” kata rangga keras kepala,


“kami gak apa kok om,”timpal rani bicara “kami aja yang jaga melati malam ini”


“ehmm,,”dio berdehem dan semuanya berpaling memandangnya,”mendingan gini aja om,tante,” dio mencoba ngasih solusi,”biar dio dan rangga aja yang jaga melati malem ini, om dan tante dan rani juga pulang aja”


pak ardi sempat tidak setuju,dan burita juga tidak menyutujui usul dio,sedangkan rani melotot mengekpresikan ketidak setujuaanya atas usul itu, tapi setelah dibujuk sedemikian rupa akhirnya mereka setuju juga dan berjanji akan kembali besok pagi2 sekali.dio yang akan mengantarkan rani pulang dengan alasan sudah larut malem,melati sekarang sudah dipindahkan keruang inap,rangga duduk didekat tempat tidur memegang tangan melati,,


“mel,,,lo kenapa,,lo juga dulu pernah dirawat dirumah sakit,sebenarnya lo sakit apa sieh, apa  yang lo sembunyikan yang gak gue tau”,rangga memandang melati seolah melati akan menjawab pertayaan yang dilontarkan,tapi melati membisu dengan selang terpasang dibeberapa bagian tubuhnya,


“Mel,,”rangga mengelus rambut hitam melati,”bangun mel” bisikya ditelinga melati,”lo tau gue sayang sama lo mel,,selama ini gue berusaha menyangkal perasaan gue,,tapi gue baru sadar kalau gue sangat2 cinta sama lo mel”,rangga seperti melihat ada butiran air mata mengalir dipipi melati,rangga menghapusnya dan mencium kening melati,


***


Sementara itu dio sudah kembali dari mengantar rani,rasanya dia begitu panik tadi begitu rani menelponya dan mengajaknya kembali kerumah melati,,sehingga dia lupa memberitahu orang tuanya kalau dia ada keperluan,untungnya tadi mamanya nelpon menanyakan dimana keberadaannya,dio membuka pintu tempat melati dirawat dengan perlahan,tapi dia menghentikan tangannya mendorong pintu, begitu pintu agak terbuka sayup2 dia mendengar suara rangga,awalnya suara rangga terdengar tidak begitu jelas,dilihatnya rangga menggenggam tangan melati,dan sedetik kemudian dia mendengar dengan jelas rangga tengah mengungkapkan perasaanya pada melati, hal itu membuatnya mengurungkan niatnya untuk masuk,dia bersandar pada dinding sambil menatap langit-langit rumah sakit,pengen rasanya dia memukul sesuatu untuk melampiaskan rasa sakit yang tiba2 saja muncul didadanya,melati juga mencintai rangga,,tentu saja dia tau akan hal itu,tapi dia berusaha menepisnya, dan ternyata rangga juga menyukai melati,semuanya terasa lebih jelas sekarang,selama ini dia dekat sama melati dan selalu berusaha menarik perhatian melati tapi sekeras apapun usahanya tetap saja melati tidak pernah bisa menyambut perasaanya,kini dia tau alasannya kenapa melati menolaknya karna melati juga mencintai rangga,dio memantapkan hatinya berbalik dan pergi dari rumah sakit dalam diam, dia gak peduli kemana langkah kakinya akan membawanya, yang penting dia harus pergi sejauh-jauhnya dari rangga dan melati untuk sesaat menenangkan fikirannya.


***


Rangga menggeliat,,badannya terasa kaku dan sakit,tapi dia lebih sakit lagi melihat kondisi melati yang terbaring didekatnya,rani ternyata sudah berdiri disampingnya,rangga mengucek-ngucek matanya untuk memperjelas penglihatannya,rani berusaha tersenyum padanya walaupun sepertinya senyum itu dipaksakan,


“hai ga,,tidur lo nyenyak”tanyayanya basa-basi,,


“‘yeah”, rangga berbohong,,


“om dan tante juga sudah dateng, tapi mereka dipanggil keruangan dokter,,ga lo,,lo pulang dulu gieh,,kayaknya lo dalam kedaan gak sehat”


“gue gak kenapa2 kok” jawab rangga cepat,,kemudian dilihatnya rani mengedarkan pandangan keseluruh ruangan,,”lo cari siapa”


“dio,,kok dia gak ada, dio dimana”

__ADS_1


rangga mengangkat bahu,”gue gak tau, semalem dia gak balik”


“astaga yang bener”,sekarang nada suara rani terlihat khawatir,rangga mengangguk memastikan,


rani sekarang sudah menempelkan ponsel ditelinganya mencoba untuk menghubungi dio,”yah gak aktif lagi” gerutunya,


“lo telpon siapa” rangga bertanya walaupun dia sebenarnya tau,,


“dio” jawab rani singkat,rani kembali menempelkan ponselnya tanpa mengindahkan rangga yang memandangnya seolah-olah dia kehilangan sesuatu yang berharga,rani menghela nafas “gak aktif”


“lo gak usah khawatirin dio mel,dia bisa jaga diri”


“tapi,,tapi dia gak dateng,siapa tau dia mengalami kec,,”tapi rani gak menyelsaikan kata2nya karna bersamaan dengan itu dokter yang kemarin malem menangani melati masuk bersama perawat dan diikuti oleh kedua orang tua melati yang masih saja terlihat kusut,rangga dan rani menyingkir memberi ruang buat dokter itu untk memeriksa melati,


dokter itu memandang,,kemudian berkata,”kondisi melati sekarang sudah stabil,,dia sudah menghadapi masa2 kritisnya”,dokter itu menjelaskan sambil membenarkan ganggang kacamatanya,terlihat helaan nafas lega diruangan itu. setelah berbincang-bincang sebentar dengan orang tua melati,dokter itu meniggalkan mereka,burita membelai rambut anaknya sedangkan pak ardi medudukkan dirinya disofa.


“rangga,,” burita memanggilnya,”nak rangga pulang aja dulu yah, sekarang ada tante dan om dan rani yang ada disini”,sebenarnya rangga pengen menolak tapi ucapan mama melati ada benernya,


“baiklah tante,,tapi rangga akan dateng nanti sore”


“terimaksih yah nak rangga” ucap bu rita terdengar  tulus.dan rani menyakinkan rangga melalui pandangannya kalau ada perkembangan tentang melati dia akan langsung menghubunginya.


***


Rangga menyetop taksi pertama yang dilihatnya begitu keluar dari rumah sakit,begitu rangga menyebutkan alamat rumahnya, taksi itu kembali melaju menyusuri jalan raya kota bandung yang padat,rangga merasakan badannya terasa sakit semua,karna hampir semalaman dia gak bisa tidur dan walaupun dia tertidur dia harus tidur dikursi yang benar2 tidak nyaman,begitu tangannya meraih pegangan gerbang untuk membuka gerbang rumahnya yang tidak terkunci,sebuah tangan menarik kerah bajunya, rangga merasakan sebuah tangan menonjok wajahnya dengan begitu keras sehingga dia terpental kebelakang,bibirnya robek dan darah segar merembes dari sudut bibirnya,


“lo,,,” teriak rangga begitu mengenali siapa yang memukulnya,belum lagi hilang rasa kagetnya,pukulan kembali menghantamnya sehingga membuatnya tersungkur,,


“dio lo apa,,”?


tapi bogem mentah kembali mendarat dipipinya,setelah sadar apa yang terjadi rangga mendorong tubuh dio yang kembali kearahnya dengan sekuat tenaga, dio terdorong sehingga rangga bisa mengambil jarak,rangga berlari dan membalas memukuli dio,dio  mencoba menangkis setiap serangan yang dateng bertubi-tubi,mereka bergumul dan setelah wajah mereka penuh dengan warna merah keunguan, mereka terengah-engah,,


“lo”,tunjuk dio,masih terengah-enagh,”dasar lo brengsek”


rangga hanya memandang dio karna gak mengerti apa yang terjadi dengan dio yang mula2  memukulnya tanpa tau apa kesalahanya dan kemudian mengatakannya brengsek,,


“maksud,,,”


“seharusya gue sadar kalau lo selama ini menyukai melati”,dio tersenyum menyiringai,,


“trus apa hubungannya dengan lo”,,rangga terengah memegang perutnya,”gue memang suka sama melati”


“gue juga menyukainya brengsek”,dio meninggikan suaranya,,


“gue tau” dio memandangnya dengan tajam,”gue tau lo suka sama melati,,karna lo begitu terang-tengaran menampakkannya,tapi gue gak peduli selama melati gak suka sama elo,gue berhak menyukai melati,tapi gue juga gak  tau gimana perasaan melati ke elo,karna melati selalu memandang seseorang dengan cara yang sama”


“melati gak suka sama gue “


sekarang rangga yang memandang dio dengan tajam meminta penjelasan,,


“ea,,”dio melanjutkan,”dia gak pernah suka sama gue,,dan alasan dia gak menyukai gue itu karna lo,walaupun melati gak pernah mengatakan kenapa dia menolak gue tapi gue tau dia menyukai lo,dan gue juga gak pernah menyangka ternyata lo juga menyukainya walaupun selama ini sikap selalu acuh dan tak acuh padanya” 


rangga sekarang berdiri tegak dan berusaha mendekati dio yang hanya berjarak  beberapa centi darinya dan berhenti supaya tidak terlalu dekat juga dengannya,,


“lo denger apa”


“gue denger semuanya,,


‘trus”,,tantang rangga, ‘loe mau mukulin gue lagi”,,


“gue gak akan nglakuin hal itu”


“udah lo lakuin”

__ADS_1


dio mengabaikan kata2 rangga,”gue hanya berharap”,dio terdiam mengusap darah yang keluar dari hidungnya,rangga juga terdiam menunggu dio menyelsaikan kalimatnya,”lo menjaga melati,,jangan pernah sakitin dia,”kalau boleh jujur sebenarnya dio berat banget mengatakan hal itu,”gue  mungkin gak bisa milikin dia,,tapi,, gue bahagia ngelihat dia bahagia”,rangga terlihat akan menggapi kalimat dio tapi dia kembali mengatupkan mulutnya ‘gue serahin melati sama lo,,dan jangan berani-beraninya”,sekarang dio menunujuk jarinya persis dijantung rangga dan menekannya, “lo mnyakitinya karna lo akan berhadapan dengan gue”,rangga tetap tidak bergeming,dio kemudian dengan cepat berbalik dan  berlalu meninggalkan rangga yang sekarang terduduk.


***


__ADS_2