
Seorang ahli make up dari kampung sebelah, di datangkan oleh Baron. Kedatangan dari perias wajah itu, tentu untuk mendandani Kartini yang akan ikut dalam pesta yang di buat Riko. Baron berharap putrinya itu akan tampil dengan begitu cantik saat menghadiri pesta yang di buat oleh Riko dan teman-temannya. Sehingga Riko dan teman-temannya akan puas dengan penampilan dari Kartini di malam ini.
Kartini yang menangis seharian di dalam kamarnya, tentu menolak saat di minta untuk mencuci wajahnya. Namun saat Baron mengancam Kartini akan Emin, tentu Kartini yang penuh ketakutan. Menurut dengan apa yang di katakan oleh Baron. Pada akhirnya Kartini pergi ke kamar mandi untuk sekedar membasuh wajah. Sebelum alat make up yang akan membuat penampilan dari Kartini semakin mewah lagi.
__ADS_1
Kartini pun di minta untuk duduk di salah satu bangku yang sudah di persiapkan oleh perias itu. Dia juga meminta Kartini untuk tidak menangis lagi. Sebab jika menangis, bukan tidak mungkin alat make up yang telah menempel di wajah Kartini akan kembali memudar. Itu permintaan dari perias itu pada Kartini.
Ancaman dari Baron lagi-lagi membuat Kartini menuruti permintaan dari perias itu. Dia pun pada akhirnya tidak menolak untuk tidak menangis lagi. Apalagi Kartini juga seperti sudah lelah menangis, setelah hampir seharian dia menangis di dalam kamarnya. Mungkin Kartini harus bisa segera bangkit untuk tidak menangis lagi. Dia harus bisa kuat dengan kenyataan yang ada.
__ADS_1
Perias itu mengaku bersedih atas apa yang di rasakan oleh Kartini. Itu pasti jadi pukulan paling berat dalam hidup Kartini. Namun perias itu yakin, Kartini adalah seorang yang kuat. Apapun masalah yang sedang di hadapi oleh dirinya bisa di selesaikan dengan sebaik mungkin. Itu yang di lihat dari Kartini oleh perias tersebut.
Kartini senang bisa mencurahkan isi hatinya pada perias itu. Dia mengaku merasa begitu lega saat mendapat teman seperti perias itu. Sebab Kartini menjadi seperti ada seseorang yang lebih menguatkan dirinya lagi. Tidak lagi menangis seperti yang di alami oleh dirinya beberapa hari lalu.
__ADS_1
Kartini kini bisa lebih ikhlas dan tabah dalam menghadapi setiap masalah yang mendera dirinya. Kartini berharap setiap masalah yang berhadapan dengan dirinya akan segera pergi dari hidupnya. Masalah yang akan membuat Kartini menjadi lebih dewasa. Sebab Kartini akan menjadi seorang yang tangguh dalam menghadapi ujian yang di berikan oleh Tuhan di masa yang akan datang. Kartini yakin akan hal itu, dia akan menjadi seorang yang jauh lebih kuat serta memiliki tekad yang besar dalam melawan badai yang datang di hidupnya saat ini. Bahkan badai itu akan menjadi teman untuk dirinya yang tidak pernah mampu melawan kerasnya ombak. Kini dia sudah bisa melawan badai yang menerjang hidupnya yang malang itu.