
Kartini adalah seorang yang menyukai mengendarai sepeda motor daripada harus membawa mobil. Menurutnya menikmati angin yang berhembus dengan begitu halus, menciptakan suasana yang segar bagi tubuhnya. Kartini pun begitu senang dengan apa yang dia alami ketika membawa motor menuju tempat yang akan di tujunya.
Pak Alim sudah menawarkan pada Kartini untuk di antar menuju minimarket. Tapi Kartini menolak permintaan dari pak Alim tersebut. Bagi Kartini, perjalanan dengan motor akan lebih menyenangkan daripada harus di antar dengan mobil. Kartini menyukai perjalanan tersebut. Apalagi motornya kini sudah di servis oleh Lutfhi. Sehingga dia akan merasa menjadi lebih baik lagi dengan motor tersebut.
__ADS_1
Tiba di supermarket yang dia tuju, Kartini pun segera masuk ke dalam supermarket tersebut. Dia mulai mencari barang-barang yang harus di pilihnya untuk memenuhi kebutuhan dapur di rumah Lutfhi. Apalagi ada beberapa barang yang sudah mulai habis di rumah Lutfhi. Mungkin ini kesempatan bagi Kartini untuk bisa memenuhi kebutuhan barang yang ada. Dia pun sudah tidak sabar untuk memenuhi semua kebutuhan barang yang di butuhkan oleh setiap anggota keluarga di rumah.
Aroma makanan yang lezat mulai tercium saat Kartini berada di dalam supermarket tersebut. Dia pun sudah siap dengan sebuah keranjang berwarna biru di tangan. Kartini begitu percaya diri untuk bisa lebih baik lagi. Dia yakin semuanya akan jauh lebih baik lagi untuk dirinya. Apalagi Kartini adalah seorang yang suka dengan belanja bahan makanan seperti ini. Dia menyukai memilih bahan makanan dengan kualitas yang tinggi. Tapi dengan harga yang tidak terlalu mahal.
__ADS_1
Namun hari ini sepertinya akan menjadi hari yang paling buruk bagi Kartini. Tanpa di sadari, dia bertemu dengan sosok pria yang ia temui di vila milik pak Ian waktu itu. Pria yang membeli dirinya pada Baron. Ini menjadi pengalaman yang cukup buruk untuk dirinya.
Kartini yang tidak ingin menjadi bahan percobaan dari Riko. Pada akhirnya meminta tolong dengan berteriak sekencang mungkin. Dengan cara itu, Kartini yakin Riko tidak akan berani untuk menyentuh dirinya. Apalagi di sini tempat umum. Riko akan ketakutan dengan apa yang di lakukan oleh Kartini.
__ADS_1
Benar saja, Riko langsung melepaskan tangan Kartini saat dia mulai berteriak dengan begitu kencangnya. Riko pun langsung melepaskan tangannya dari tangan Kartini. Apalagi ada banyak orang yang terlihat mulai melirik ke arah Kartini dan Riko. Itu semakin membuat Riko ketakutan dengan semua tatapan pelanggan di supermarket tersebut.
Merasa sudah aman, Kartini pun langsung keluar dari dalam supermarket tersebut. Sementara Riko terlihat begitu bingung untuk melakukan tindakan yang selanjutnya di lakukan. Sebab jika dia mengejar Kartini, tentu Riko akan jadi bulan-bulanan masa. Apalagi banyak pegawai pria yang memiliki badan yang kekar di supermarket tersebut. Akan sangat bahaya bagi Riko jika dia terus mengejar Kartini. Riko pun melanjutkan aktivitas belanjanya di supermarket tersebut. Walaupun sebenarnya Riko hanya membeli beberapa minuman saja. Dia bukan ibu-ibu yang harus belanja bulanan yang banyak.
__ADS_1