
“Baca apa sieh sayang”,burita bertanya pada melati yang asyik tidak mengalihkan matanya dari lembaran2 kertas yang ada ditangannya,
“cerita dari rangga” jawabnya tanpa mengalihkan matanya,,
“kelihatanya seru yah”
mmm,,,melati membulatkan matanya karna pada kalimat dimana tokoh utamanya menyatakan cinta pada sicewek, rangga menggaris bawahinya dengan spidol hitam,tapi melati menggapnya biasa saja sehingga dia gak megambil pusing dan membaca tiap halamannya lagi,begitu selesai membacanya dalam waktu 15 menit lebih, air mata melati meggenang dipelupuk matanya,,rangga begitu bisa membawa pembacanya masuk kedalam ceritanya,”rangga bener2 hebat”,,batinnya “pantes aja dia yang menang”,dia berulang kali mengusap air mata yang sekarang mengalir,,
“ada yang salah sayang” burita sekarang sudah berada didekatn putrinya sesenggukan,,
melati meenggeleng,”gak ma hanya saja,,ceritanya nyentuh banget,,melati jadi terharu”
bu rita hanya geleng2 kepala
***
satu minggu lebih dirumah sakit,sekarang kondisi melati sudah agak membaik,dia akhirnya diizinkan pulang dengan catatan dari dokter jangan terlalu banyak fikiran dan jangan terlalu capek yang disanggupi oleh melati dengan tidak yakin,rangga,dio,denis dan rani dateng untuk ikut mengantarnya pulang.
sekarang melati lebih banyak menggunakan waktunya dirumah sambil menuggu hasil pengumuman ujian,adapun mengenai informasi2 dari sekolah biasanya ranilah yang selalu dateng untuk memberitahunya.sore itu sekitar jam 06.00 melati tengah duduk diteras rumahnya ditemani majalah yang baru dibeli mamanya,ketika sebuah mobil yang tidak dia kenal memasuki halaman rumahnya,melati menyipitkan mata menduga-duga siapa gerangan yang dateng berkunjung,pertanyaannya terjawab begitu pintu mobil itu terbuka dan keluar dari sana cowok tampan yang sudah sangat dikenalnya berdiri sambil melambai kearahanya,melati balas melambai dengan senyum lebar,cowok itu menghampirinya,
“gimana kabar lo” cowok itu berlutut didepan melati yang memandangnya dengan salah tingkah,
“seperti yang lo lihat” katanya, wajah melati memanas,”agak sehat sekarang,duduk ga”,,
rangga kemudian berdiri mengambil tempat duduk didekat melati,”beneran lo udah sehat tanya rangga ragu,,tapi wajah lo”,,
“beneran gue udah sehat, gak percayaan banget sieh lo”
“iya deh gue percaya”rangga pura2 percaya,”mau jalan sama gue”
“apa”
“mau jalan sama gue” kata rangga mengulangi walaupun dia tau melati mendengar dengan jelas pertanyaan pertama yang tadi dilontarkan,
melati terlihat antusias tanpa disembunyikan,memang dia selalu antusias kalau diajak rangga tanpa bertanya kemana rangga akan mengajaknya pergi.
melati berkata,”lo tunggu dulu deh kalau gitu,gue ganti baju dulu ”,melati berbalik,,
“mel,,”
“ea” melati kembali berbalik begitu sampai diambang pintu,,
“tante ada”
“ea,kenapa”
“gue mau mina izin donk sama tante buat ngajak lo pergi”
“oh,,”melati melengkungkan bibirnya,”mama didalam,, yuk”
***
10 menit kemudian mereka sudah berada didalam mobil mewah rangga,melati mengamati setiap interior mobil tersebut,”mobil lo bagus” melati berkomentar sambil memasang sabuk pengamannya,
“mobil papa gue, gue mana sanggup mbeli mobil mahal kayak gini”
“mobil papa lo, yah mobil lo juga”
“bukan, gue Cuma dikasih pinjem sama papa”
“sama aja,,walaupun atas nama pinjem tetap ini mobil lo”
“ea,,,ea,mobil gue” ucap rangga pada akhirnya yang gak mau berdebat,
“kita mau kemana sieh”,melati bertannya kembali begitu mobil memasuki jalan raya.
“ada donk”,jawab rangga sok misterius,”kejutan”
“kejutan” tampang melati tampak bingung,”apa” rengeknya manja menguncang bahu rangga,,
“kalau gue kasih tau ,yah bukan kejutan donk namanya”,kata rangga mengerling kearah melati yang terlihat sangat penasaran,”pokoknya lo diem,tenang,dan gue jamin lo bakalan suka”,,rangga menepikan mobilnya dan berhenti ditepi jalan.
“kita udah sampai”,melati mengedarkan seluruh pandangannya mencari kejutan yang akan diberikan rangga tapi gak tanda2 sesuatu seperti hal2 yang istimewa,
“kejutannya bukan disini”,rangga seperti tau apa yang diharapkan melati membuatnya kecewa, melati berhenti menjulurkan lehernya,darikantong celana jeansnya rangga mengeluarkan kain panjang berwarna hitam,dia mendekat badannya kearah melati berniat menutup mata melati dengan kain hitam itu
“mau ngapain sieh lo ga” melati menggeser pantatnya ketika badan rangga mendekat sedikit curiga dengan rangga,
“tutup mata mel”
“Emang harus ya”
“ea,,biar lebih dramatisss,”
melati akhirnya meyerah dengan terpaksa mengikuti permainan rangga,beberapa menit setelah itu mobil kembali berhenti,melati mendengar rangga membuka pintu dan beberapa detik kemudian pintu disampingnya juga terbuka, rangga menggenggam tangannya dan menuntunnya kesuatu tempat,
“kita mau keman sieh ga”,melati mengeratkan pegangan tangannya takut kalau rangga akan melepaskannya,
rangga tidak menyahut dan terus menntun melati sampai pada akhirnya,”oke lo siap mel”,ucap rangga,
melati mengangguk deg-degan,”tapi begitu gue buka penutup mata lo”,sambungnya,”lo jangan buka mata dulu oke”,,ekali lagi melati Cuma mengangguk,setelah kain hitam yang menutupi mata melati terlepas,rangga menghitung,,”1,,2,,3,,sekarang buka mat loe mel”,
melati membuka matanya perlahan karna matanya tertutup agak lama matanya mengedip-ngedip berusaha untuk beradaptasi dengan suasana,udara dingin berhembus diwajahnya,rambutnya yang digerai tertiup membuat rambutnya sedikit bernatakan,hari sudah mulai gelap,,dan pemandangan pertama yang meyambutnya pertama kali begitu dia membuka mata adalah ratusan kunang2 berkerlap-kerlip didepannya,pemandangan kota dengan jelas terlihat dari arah dimana dia berada,melati terpekik dan menutup mulutnya dengan kedua tangan,ini adalah pemandangan terindah yang pernah dilihatnya,,dia berbalik bermaksud mengucapkan terimaksih pada rangga,namun dia menemukan rangga yang sudah berlutut dihadapannya memandangnya dengan tatapan yang selalu membuat melati meleleh,
__ADS_1
“ga lo,,”
“mel,,,”rangga terdengar gugup,tenggrokannya terasa tercekat,melati hanya menatapnya tidak mampu mengatakan apapun”
“apa,,apa,,”
melati menunggu kata2 yang akan diucapkan rangga namun jauh dilubuk hatinya dia bisa menebak kalau rangga sepertinya akan mengungkapkan sesuatu yang selama ini diharapkannya,dia bukannya kegeeran atau begitu sangat berharap tapi hal itu kentara sekali dengan sikap rangga yang terlihat gugup ditambah pakai berlutut segala lagi,
“mel,,”rangga mengumpulkan keberaniannya dan dalam satu tarikan nafas dia mengungkapkan apa yang selama ini terpendam dalam hatinya “apa lo mau jadi pacar gue” melati terdiam,membeku ditempatnya,tapi dalam hati dia bersorak gembira ternyata dugaannya bener dan apa yang selama ini apa yang diharapkannya terkabul juga,meski begitu tenggrokannya tercekik ketika mencoba membuka bibirnya,namun pada akhirnya sebuah suara mencicit keluar dari tenggrokanya,”gue,,gue gak bisa ga,maaf”
terlihat dengan jelas raut wajah kecewa rangga dibalik kegelapan malam yang hanya diterangi rembulan dan kunang2 yang mondar-mandir,rangga sekarang sudah berdiri menatap melati dengan tatapan lembut dan berusaha tersenyum meskipun rasanya begitu sulit untuk dilakukan,”oh”,jawabnya setelah mendapatkan suaranya kembali “gak kenap2a kok mel,”,suaranya tersendat,”,kita masih bisa,,”
kalimat rangga dipoting dngan cepat oleh melati “maaf ga,gue gak bisa nolak lo”,
“iya,,mel gue ngerti kok,,” rangga membelalak begitu sadar dengan apa yang dikatakan melati barusan “hah” lo nerima gu,gue mel”
Melati mengangguk sambil tersenyum lebar “iya ga,,gue jadi mau pacar lo”
.kata2 itu seperti membuat ranggga diguyur air es ditengaah padang pasir yang tandus dia menatap melati dengan tatapan tidak percaya seolah-seolah melati hanya mempermainkannya,rangga mendekat dan mencengkram bahu melati,,
“lo serius” tanyaya menatap melati yang menunduk malu2,dengan anggukan malu melati menatap rangga,
“lo,,,lo serius,,gak main2 kan” kata rangga kembali memastikan,,
melati kembali menggguk
rangga berlari,melati tentu saja panik dikiranya rangga akan meninggalkannya sendirian ditempat sepi yang gak dikenalnya itu,tapi rangga berlari berputar ditempat itu kemudian berhenti diujung sambil berteriak,”melati nerima cinta gue”,,teriaknya berulang-ulang,,seakan mengumumkan pada dunia,suara teriakannya bergema.melati tau perbuatan rangga norak,bener2 berbeda 180 derajat dengan rangga yang dikenalnya selalu cuek,dingin dan pastinya cool. Meski begitu melati tidak bisa tidak tersenyum melihat tingkah polah rangga yang untuk pertama kalianya ini disaksikan,
setelah puas berteriak-teriak sampai suaranya serak, rangga seperti ingat kalau dia bersama melati,dia dateng menghampiri melati sambil berlari dan begitu didekat melati,tanpa peringatan rangga mengangkat melati dan memutar-mutarnya,melati menjerit gak siap dengan aksi rangga,,
“ga,,, turunin gue”,
Boro2 menurunkan melati rangga malah dengan semangat semakin memutar-mutar tubuh melati sambil tertawa,3 detik kemudian melati ikut tertawa,tawanya melebur bersama tawa rangga.
setelah beberapa saat seperti itu rangga menurunkan melati,dada mereka naik turun,mereka mengontrol pernafasan,rangga menyelipkan rambut melati yang tergerai ditelinga melati, melati salah tingkah karna posisi mereka begitu sangat dekat,bahkan melati bisa merasakan nafas rangga menyapu wajahnya.
“makasih mel” ucap rangga membuat melati yang dari menunduk karna saking gugupnya mendongak,matanya bertemu dengan mata rangga,selama beberapa detik yang indah mata mereka beradu menyiratkan perasaan masing2,rangga mendekatkan wajahnya,membuat melati semakin salah tingkah tapi dia tidak berusaha menjauh ataupun berpaling dia tau rangga akan menciumnya dan dia reflek memejamkan matanya,melati merasakan bibir hangat rangga menyentuh bibirnya,bibir rangga begitu lembut mengulum bibirnya,melati membalasnya dengan penuh perasaan,setelah beberapa detik yang sangat berarti akhirnya rangga melepaskan bibirnya,melati membuka matanya dan menemukan wajah rangga tepat berada dididepan wajahnya,rangga menjatuhkan kening dikening melati,sebelum kemudian dia memegang bibir melati dan mengecupnya sekali lagi.
“makasih mel”dia menarik melati kepelukannya,melati tersenyum dalam dekapan rangga memejamkan matanya untuk menikmati rasa nyaman yang disalurkan rangga,,
“jadi,,” kata melati suaranya teredam,
“kita jadian” lanjut rangga,
“ea”
“ini adalah adalah hadiah ulang tahun terbaik buat gue”
melati melepaskan pelukannya,”lo ulang tahun hari ini”,
“ihhh” melati memukul dadanya,rangga pura2 menghindar,”aduh mel,,” sakit katanya meringis,
“kenapa lo gak kasih tau gue sih”,balas melati mengabaikan rangga,”kalau gue tau kan gue akan nyiapin had,,”
“gak perlu” rangga menggemgam tangan melati yang telah berhenti memukulnya,”lo adalah hadiah terindah buat gue”,melati membeku mendengar ucapan rangga yang menyentuh hatinya,kata2 itu bener2 manis membuat wajahnya seketika merona,untuk menghindari ragga melihat wajahnya dia buru2 membenamkan dirinya dalam pelukan rangga,,
“lo suka kejutannya kan”
“suka,,,suka banget,,maksih ga,,gue bahagia banget hari ini”
rangga mencium puncak kepala melati,”gue juga”
***
Besoknya melati bangun sangat pagi sekali, dia melihat jam wekernya yang menunjukkan jam 04.55,,dia kembali tersenyum mengingat kejadian semalam seolah-olah itu hanya lah mimpi yang menjadi nyata,
“akhirnya” gumamnya sembari kembali berbaring terlentang memegang bibirnya yang dicium rangga,dia kembali membayangkan saat romantis saat rangga menciumnya,ciuman pertamanya dengan oang yang dicintai,melati menutup mukanya malu sendiri,
“rangga,,,gue kangen,,,”lirihnya.
bayangan2 rangga yang berkelabat akhirnya membuatnya terlelap kembali,,beberapa jam kemudian suara telpon membangunkannya,dia mengeluh,”ahhhh siapa sieh yang pagi2 gini ganggu mimpi indah orang aja”
“halo,,siapa nih” sapanya malas2an tanpa melihat siapa yang menelponnya,,
“pagi sayang”
“eh,,”dia menjauhkan hp dari telinganya dan melihat layar hpnya dan melihat nama penelponnya,”rangga,,pagi,,” sapanya ceria setelah tau siapa yang menelponnya,,
“lo ada acara apa hari ini” tanya rangga diseberang,,
“gak,gak ada,” melati menjawab begitu cepatnya dia berharap rangga mengajaknya keluar,,
“mau pergi kesekolah bareng gue” tawar rangga,
“sekolah,,ngapain” tanyya bingung karna anak kelas XII diizinkan tidak masuk untuk menunggu pengumuman kelulusan,
“sekedar main2 aja,,lagian, emang lo gak kangen sama sekolah yang sebentar lagi kita tinggalin”
“kangen sieh..tapi gue lebih kangen sama lo,,heheh”
“aihhh,,gombalnya pacar gue,,tapi gue suka” goda rangga,melati terkekeh mendengar godaan rangga
“jadi gimana lo maukan pergi sekolah bareng gue”
__ADS_1
“ea kalau bareng pacar baru sieh gue pastinya mau doank” canda melati
“dasar,,,ya udah lo siap2 oke, setengah jam gue akan jemput lo”
“baiklah pacar”
“i love you,,” kata rangga diakhir pembicaraan itu,melati terdiam gak terbiasa dengan rangga yang mesra,”kok gak dijawab” kata ragga karna melati gak merespon katanya,,
“i love you tu ga”
“nah gitu donk,ah sayang”
Setelah mematikan sambungan melati bergegas kekamar mandi,siap2 semaksimal mungkin.dia mengambil lipstik berwarna pink untuk disapukan dibibirnya,ketika lipstik tersebut sudah akan menyentuh bibirnya dia ragu2 karna sebelumnya dia biasanya hanya menggunakan lip balm,”ah gak apa2 deh sekali-kalikan pakai lipstik gak apa2,gue kan udah gede” imbuhnya kemudian mengoleskan lipstik dibibirnya dan menyapukan maskara di bulu mata lentiknya,dia merasa agak lain karna untuk pertama kalinya dandananya agak heboh,tapi dia gak ambil pusing karna dia ingin tapil cantik didepan rangga pacarnya,
“pacar” gumam melati seolah masih gak percaya dan senyum2 sendiri sehingga dia gak sadar senyumnya masih mengembang begitu dikeluar untuk sarapan sambil menunggu rangga menjemputnya.
“ih,,, anak kita kenapa nieh pa,,senyum2 sendiri” ledek mamanya yang sedang menuangkan kopi buat papanya,,
melati malu mendengar ledekan mamanya,,”ih mama,,nieh”
pak ardi juga tersenyum melihat putrinya yang malu2
“apa gara2 rangga” goda mamanya lagi,dalam hati melati bertanya “kok mamanya bisa tau sieh”,,tapi belum sempat dia menyuarakan pertanyaannya,suara bel berdentang.
“biar melati yang buka ma” katanya melangkah kepintu, dia berharap rangga yang dateng dan benar saja rangga dengan pakain seragamnya yang dilapisi jaket diluaranya terlihat fres dan tampan,,,
“hai” sapa rangga senyum2,,
“hai” balas melati yang juga tersenyum,,”masuk dulu yuk”,melati menarik pergelangan tangan ranggga,”ma,,pa rangga nieh”
“oh nak rangga” sapa burita ramah “panjang umur yah pa,baru aja diomongin orangnya langsung nongol”
“ma,,”desah melati wajahnya memerah karna malu
“ngomongin tentang apa tante” respon rangga sambil melirik melati
“ah gak penting,mari nak,,mari sarapan dulu”
“makasih tante”,,rangga duduk didekat melati,,
“kalian mau pergi kesekolah” pak ardi bertanya sambil membetulkan dasinya bersiap untuk pergi,,
“ea om,,,kangen sama sekolah sebentar lagikan mau ditingglin “
“bagus itu,sebeleum kalian bener2 pergi dari sekolah tersebut mungkin masih banyak hal berguna yang bisa kalian lakukan,contohnya meminta maaf sama guru2 kalian,mungkin selama disekloah terutama melati” pak ardi mengerling kearah anakannya “,sering membuat kesel guru2nya”
Menyadari ucapan papanya bener melati hanya memampangkan cengiran bersalah “ihh,,,papa nieh,melatikan udah berubah gak nakal lagi kayak dulu”
“ea papa percaya,rangga om tinggal duluan yah,tolong jagain anak om”,,katanya pamit mencium pipi istrinya dan kemudian mencium pipi melati,,,melati malu pada rangga karna diperlakukan seperti anak kecil,rangga tersenyum menggodanya sebelum menjawab
“siap om,,”
gak lama kemudian mereka menyusul pak ardi setelah pamit terlebih dahulu pada mama melati,rangga membukakan melati pintu mobil,dia membungkuk sambil berkata “silahkan nikmati perjalanan menyenangkan anda tuan putri bersama pangeran rangga yang selalu siap siaga membawa kemanapun tuan putri mau”
“apaan sieh ga,norak tau gak” meskipun berkata begitu gak urung bibirnya melengkung,meskipun rangga bersikap konyol tapi dia bahagia dengan kekonyolan rangga.
“tapi lo sukakan”
“idihhhh” balasnya sambil melangkah masuk dan duduk,rangga menyusul duduk dibelakang kemudi,rangga mencondongkan tubuhnya kedekat melati,melati replek menjauh karna dia gak ingin mamanya mempergokinya lagi dicium rangga, “apaan sieh ga,kalau mau cium pilih2 tempat donk”
tapi dugaannya salah,karna rangga tersenyum geli melihat tingkahnya “geer amet sieh siapa yang mau nyium gue hanya mau masangin sabuk pengaman lo” ujar rangga,
“oh,,eh ea ,,heheh,,gue lupa,” ujar melati,memperbaiki posisi duduknya,salah tingkah dan pastinya malu berat dia,
mobil berjalan,,gak banyak obrolan diantara merekadidalam mobil,suasana menjadi agak canggung sekarang,mereka hanya banyak menyunggingkan senyumnya,untungnya rangga memutar musik sehigga mereka gak perlu merasa risih.begitu sampai disokolah mereka bertemu dengan dio dan rani dan beberpa temen kelas mereka yang juga dateng kesekolah untuk bernostalgia.rangga,melati,rani dan dio mereka berempat ngobrol dikantin,melati memperhatikan kalau sekarang rangga dan dio terlihat akur,mereka bahkan ngobrol tentang hal2 yang membuat mereka tertawa-tawa,,rangga kemudian tanpa disangka-sangka menarik tangan melati yang tergeletak dimeja dan mengumumkan “ gue dan melati sudah jadian”,,melati melihat kearah dio,sekilas melati bisa melihat dio terlihat kecewa tapi beberapa detik kemudian dia tersenyum dan mengucapkan selamet,,
“selamet yah,,gue ikut seneng akhirnya kalian jadian,,ternyata lo yang bisa meluluhkan hati melati dari sekian banyak cowok yang berusaha mendekati melati” dio meninju bahu rangga,
“Yoi bro,,mana bisa melati nolak pesona gue”
melati bersemu merah,ekspresinya membenarkan kalimat yang dikeluarkan rangga
rani heboh “ya ampun kapan,,kenapa kalian ngasih taunya baru sekarang,wah gak bisa dibiarain nieh,ini harus dirayain”,,,cerocos rani membrondong mereka dengan pertanyaan,,”taraktiran-traktiran” sambungnya neyengir lebar
“lo yah ran,,kayak petasan” imbuh rangga yang kontan membuat melati dan dio meledeak tertawa sedangkan rani cembrut
Melihat rani cembrut dengan kata2nya rangga mencoba untuk menyogok rani“Oke2,,lo pada makan sepuasnya,gue yang bayar”,seru rangga masih memegang tanagn melati yang sekarang berusaha ditarik oleh melati.
“nah gitu donk” timpal rani kembali ceria “kapan jadianya sieh lo berdua” rani kembali bertanya karna dia masih penasaran
“kami baru jadian semalam” melati yang menjawab
“oh yah’,,rani bersemngat “gimana detailnya sieh mel,cerita donk”
“mmmm,,,rangga,,,” melati memulai tapi kemudian kelakuan rangga membungkamnya.
rangga menempelkan jari telunjukknya dibibir melati,,”shhttt,,jangan buka rahasia mel entar rani iri lagi”
rani memberikannya tatapan jengkel tapi dio ketawa,
“kalian sendiri kapan jadiannya” celutuk melati pada rani dan dio yang membuat dio sukses berhenti tertawa dan rani tersedak sampai batuk2,melati buru2 menyodorkan es tehnya,rani menyeruputnya dengan cepat sementara dio mengalihkan perhatiannya dengan memencet hpnya,,mereka berdua salah tingkah dan menghindar dari menjawab pertanyaan tiba2 melati,
rangga berkomentar “bener yang dikatakan melati,,kapan kalian akan meresmikan hubungan kalian,gue rasa lo berdua” pandanganya bergilirian dari rani ke dio,,” cocok”
__ADS_1
“kami Cuma temen kok mana bisa jadian” rani menyembunyikan suaranya yang sedih dengan pura2 terdengar ceria sedangkan dio tidak berkomentar apa2
*****