
W. O. W Adalah kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana kekaguman dari Baron akan Jakarta. Ini adalah kali pertama bagi Baron untuk tiba di Jakarta. Dia tidak membayangkan bagaimana Jakarta adalah kota yang seindah ini. Oleh sebab itu Baron begitu terpesona dengan keindahan yang ada di kota Jakarta.
Baron tidak henti melihat bagaimana banyak gedung pencakar langit yang ada di Jakarta. Padahal Baron masih berjalan beberapa meter dari terminal dia turun. Namun Baron sudah melihat bagaimana kota Jakarta yang indah itu terlihat nyata.
Baron yang semakin kagum dengan keindahan Jakarta, sempat ingin mengabadikan momen itu dalam sebuah photo. Tapi saat Baron mencari handphone miliknya di dalam saku celana. Baron tidak menemukan apapun, selain alamat rumah salah satu saudara Baron yang ada di Jakarta. Dia kehilangan salah satu harta pentingnya. Handphone adalah hal yang paling penting saat ini bagi Baron. Apalagi Handphone bisa di gunakan oleh Baron untuk bisa menghubungi anak-anaknya. Jika handphone itu sudah tidak ada di genggamannya. Sudah pasti Baron tidak akan bisa berkomunikasi dengan anak-anaknya.
__ADS_1
Barone menyusuri kembali jalan yang di lewati olehnya. Kepalanya menunduk ke bawah untuk mencari keberadaan dari handphone tersebut. Namun dia tidak kunjung menemukan handphone tersebut. Hingga Baron pun sempat bersedih dengan nasib malang yang kembali menimpa dirinya.
Seseorang berbadan kurus menghampiri Baron. Pria itu seperti terlihat begitu peduli akan Baron yang terlihat sedang kebingungan. Apalagi melihat penampilan dari Baron yang terlihat kumuh. Tentu itu menjadi perhatian khusus bagi dirinya.
"Bapak sedang mencari apa?" tanya si pria.
__ADS_1
Pria itu pun langsung membantu Baron untuk mencari handphone miliknya tersebut. Mungkin dia akan lebih beruntung dari Baron dalam menemukan handphone yang di cari Baron tersebut. Sehingga dia bisa menemukan handphone tersebut.
Namun sepertinya handphone itu tidak terjatuh di area sekitar. Sebab tidak di temukan sama sekali handphone tersebut. Baron pun terlihat bersedih dengan apa yang di dapatnya. Ini seperti hal yang tidak pernah di duga oleh Baron. Handphone miliknya akan benar-benar hilang.
Jika tidak terjatuh, sudah di pastikan handphone itu di ambil oleh salah satu oknum penumpang bis saat perjalanan Baron menuju Jakarta. Ini seperti hal yang tidak pernah di pikirkan oleh Baron. Dia terlihat begitu buruk dengan apa yang ada. Baron pun seperti tidak percaya kemalangan akan kembali menghampiri dirinya saat ini. Apalagi saat Baron sedang berada di Jakarta seperti ini. Salah satu alat komunikasi miliknya hilang begitu saja. Baron merasa seperti tidak memiliki harapan lagi untuk bisa bertemu dengan Kartini dan Aldi. Begitu juga dengan Emin yang ingin Baron temui untuk meminta maaf. Sebab Baron merasa sudah sangat jahat menyakiti hatinya.
__ADS_1
Tentu Baron ingin meminta maaf atas apa yang telah di lakukan oleh dirinya pada Emin. Namun dengan handphone miliknya yang kini telah hilang. Secara otomatis Baron sudah tidak memiliki alat yang bisa di gunakan untuk berkomunikasi dengan mantan istrinya tersebut. Baron pun seperti sudah tidak memiliki asa untuk bisa bertemu kembali dengan mantan istrinya. Begitu juga dengan Aldi dan Kartini yang sudah sangat Baron rindukan.