
Sebelum Lutfhi kembali ke kamarnya, Kartini menarik tangan Lutfhi. Dia menahan tangan Lutfhi untuk tetap berada di meja makan. Ada sesuatu hal yang ingin di bicarakan oleh Kartini pada Lutfhi.
Lutfhi tentu penasaran dengan apa yang ingin di bicarakan oleh Kartini pada dirinya. Mungkin saja ini adalah hal yang cukup menarik. Sehingga Lutfhi begitu antusias untuk bisa mendengar apa yang akan Kartini bicarakan pada dirinya.
Ketika akan berbicara, Kartini tiba-tiba merasa gugup. Dia seperti tidak kuasa untuk mengatakan hal yang sebenarnya pada Lutfhi. Dia khawatir Lutfhi akan marah pada dirinya. Sebab dia berniat mengajak adiknya tinggal di rumah Lutfhi. Padahal Lutfhi sama sekali tidak tahu adil dari Kartini tersebut.
Lutfhi yang semakin penasaran dengan obrolan yang akan di bicarakan oleh Kartini, terlihat semakin antusias untuk mendengar apa yang akan di bicarakan oleh Kartini. Dia sama sekali tidak sabar untuk tahu apa yang sebenarnya akan di katakan Kartini. Mulutnya sempat terbuka lebar, sebelum dia kembali menutup mulutnya itu secara perlahan. Tentu itu jadi pertanyaan yang cukup besar bagi seorang Lutfhi.
__ADS_1
Kartini nampak bingung untuk mengucapkan kalimat yang sesuai. Mungkin saja Lutfhi akan menolak secara mentah apa yang di sampaikan oleh Kartini. Bisa juga Lutfhi akan merasa tidak nyaman dengan apa yang di sarankan oleh Kartini. Lutfhi adalah seorang yang selalu menginginkan kesempurnaan. Tentu akan sedikit aneh saat Kartini tiba-tiba mengajak adiknya tinggal di rumahnya. Mungkin Lutfhi akan merasa tidak nyaman sama sekali.
Kartini semakin tidak percaya diri untuk mengatakan hal yang sebenarnya pada Lutfhi. Padahal Lutfhi sudah begitu antusias mendengar apa yang ingin di sampaikan oleh Kartini pada dirinya. Lutfhi sudah tidak sabar untuk tahu apa yang sebenarnya ingin di sampaikan oleh Kartini. Mungkin saja hal yang kurang baik akan di sampaikan oleh Kartini pada Lutfhi. Ini menjadi hal yang cukup membuat Lutfhi penasaran dengan semua yang ada.
"Kamu mau bicara apa Sayang. Ayo katakan saja." ucap Lutfhi antusias.
Lutfhi yang terus mendesak Kartini untuk berbicara, pada akhirnya membuat Kartini pun berani untuk berucap. Dia sama sekali tidak takut lagi untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Mungkin ini harus di lakukan oleh Kartini untuk kebaikan bersama. Jika Lutfhi menolak untuk menerima Aldi di rumahnya, mungkin saja ini bukan rejeki dari adiknya tersebut. Jika menerima, sudah pasti ini adalah rejeki yang besar dari adiknya. Sebab dia di izinkan untuk tinggal di rumah Lutfhi yang terkenal mewah serta memiliki fasilitas yang lengkap.
__ADS_1
"Sebenarnya aku hanya ingin mengatakan, jika adikku Aldi ingin tinggal bersama denganku." ucap Kartini.
Lutfhi terdiam mendengar ucapan dari Kartini. Dia merasa apa yang di sampaikan oleh Kartini adalah hal yang biasa. Sebenarnya itu adalah hal yang mudah untuk Kartini. Tapi dia terlihat begitu kurang yakin dengan apa yang harus di sampaikan oleh dirinya.
Sementara Kartini semakin tidak yakin Lutfhi akan menerima Aldi. Apalagi saat dia melihat ekspresi wajah dari Lutfhi. Terlihat tidak begitu meyakinkan dengan apa yang ada. Mungkin saja Lutfhi kurang yakin dengan apa yang ada. Sehingga dia tidak begitu yakin Lutfhi akan menerima permintaan dari dirinya tersebut.
Namun Kartini begitu bahagia saat Lutfhi mengizinkan Aldi untuk tinggal di rumahnya. Namun Lutfhi meminta Aldi untuk tinggal di paviliun. Tempat yang cocok untuk Aldi yang memang juga ingin menjadi tulang kebun di rumah Lutfhi. Sebab Kartini tidak ingin adiknya tersebut tinggal gratis di rumah Lutfhi. Dia meminta Aldi untuk bekerja juga di rumah Lutfhi.
__ADS_1