
"Andri.. Anis.. Ayo lah kita pulang, emang lu berdua mau disini aja, ya udah gue pulang duluan ya"
Aku pun segera beranjak dari kursi dan bergegas meninggalkan mereka berdua, entah apa yang ku pikirkan kenapa aku merasa kesal sama mereka berdua. Ah, ini gila kenapa aku seperti ini, perasaan apa ini. Mereka itu sahabat ku..
Andri : "hey.hey.. Nia. Lo kenapa sih aneh banget tau ga kaya biasanya lo begini. Emang lo mau kemana habis ini kenapa buru-buru banget sampe ninggalin gue sama anis"
Anis : " iya, lo kenapa sih aneh banget gitu. Ga kaya lo yang biasanya. Lo sakit nia?"
Andri : "sakit? Lo beneran sakit? Ya udah lah ayo kita pulang aja. Nis, gue sama nia pulang duluan ya"
Anis : " oh iya santai aja. Gue juga mau langsung pulang ini, hati-hati di jalan jagain temen gue tuh"
Belum sempat gue ngomong apa-apa, tiba-tiba tangan gue di tarik sama si Andri dan di ajaknya pulang. Sebenarnya gue pengen pulang sendiri tapi karena gue malas ngeJawab pertanyaan nya si Andri ya sudah lah gue pasrah ikut pulang sama dia.
.
.
.
Dari kejauhan ku lihat ada beberapa orang yang sedang berdiri depan rumahku. Entah ada keramaian apa disana aku pun tak tau.
__ADS_1
Tapi setelah ku amati, OMG! Itu kan tante irma, mamanya Andri. Loh kenapa? Kok tiba-tiba pada ngumpul depan rumahku.
"Assalamualaikum.. "
.
.
Andri : "loh, mama lagi ngapain disini?" (sambil cium tangan)
Nia : "eh, ada tante irma. Udah lama tan disini? Oh ya bu kok pada di luar aja kenapa ga di ajak masuk?"
Nia : "iya tan, kalau libur nanti insyaallah Nia main kesana"
Andri : " oh ya mama sama adik sepupu pulang naik apa? Andri anter deh satu-satu ya"
Tante irma : " ga usah ndri, mama udah pesen taxi online kok, bentar lagi juga sampe."
Nia : " emm, tan. Nia masuk ke dalam duluan yah. Kebetulan lagi ada tugas yang mau di kerjain. (cium tangan)"
Tante irma : " iya, yang rajin belajarnya. Jangan kaya ini nih anaknya tante"
__ADS_1
Andri : " ihh, apaan sih mama. Anaknya sendiri kok ga di belain sih, ya udah kalau gitu Andri juga pulang duluan ya. Permisi ya tan"
Ibu : "iya, nak Andri hati2 di jalan"
Aku pun masuk ke dalam rumah, sementara itu ibu masih menemani tante irma yang sedang menunggu taxi di depan. Setelah puas aku duduk di ruang tengah kemudian aku pun berlalu masuk dalam kamar, niatnya sih emang mau ngerjain tugas tapi gatau kenapa isi kepala ini ga mau di ajak kompromi. Aku masih memikirkan kejadian di warung tadi, "kesayangan". Apa maksud kata-kata itu tadi. Benarkah aku kesayangan dia, jadi dia juga ada perasaan sama aku.
Aku masih ga mengerti apa maksudnya.
Aku harus mengatakan ini sama dia secepatnya.
.
.
.
Terima kasih dan beri dukungan nya 🙏
Kritik dan saran di terima.
Jangan lupa like, follow, dan baca terus ceritanya 👍
__ADS_1