Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai
Pertemuan Kartini Dan Fitri Di Tempat Agensi


__ADS_3

Beberapa calon pembantu sudah mulai di panggil oleh Roni untuk menjadi pilihan dari Bu Ria. Dia siap memilih calon pembantu terbaik untuk bu Ria. Sebab dia adalah salah satu langganan dari agensi milik Roni. Jadi tidak salah bagi bu Ria untuk selalu percaya pada sosok Roni dalam memilih calon pembantu yang akan bekerja di rumahnya.


Roni begitu senang dengan kedatangan dari bu Ria. Sehingga Roni pun siap memberikan beberapa kandidat yang akan bekerja di rumah bu Ria. Mungkin saja kandidat itu akan di sukai oleh bu Ria. Sebab mereka memiliki sebuah hal yang sama sekali tidak di miliki oleh calon pembantu lainnya.


Satu persatu calon pembantu yang akan di perkenalkan pada bu Ria di panggil oleh Roni. Mereka pun sudah siap untuk menjadi kandidat yang akan bekerja di rumah bu Ria. Sementara bu Ria dan Kartini yang akan memilih calon pembantu di rumah mereka. Terlihat sudah siap dengan posisi duduk yang begitu nyaman. Apalagi ada sedikit cemilan yang sudah di hidangkan oleh Roni untuk menemani keduanya dalam memilih calon pembantu yang akan mereka pilih.


Namun saat orang ketiga yang akan di perkenalkan oleh Roni itu datang. Kartini benar-benar terkejut dengan kedatangan dari Fitri yang menjadi salah satu kandidat pembantu yang akan di jajakan oleh Roni untuk bekerja di rumah bu Ria. Baik Fitri, maupun Kartini. Keduanya terkejut saat bertemu di tempat agensi tersebut. Fitri tidak menyangka Kartini akan menjadi majikannya. Sementara Kartini juga tidak menyangka Fitri akan menjadi salah satu calon pembantu yang akan bekerja di rumah calon mertuanya.

__ADS_1


"Nama dia Fitri. Umurnya masih 24 tahun. Dia jago masak, cuci piring dan beres-beres rumah. Pokoknya dia handal dalam urusan rumah tangga." ucap Roni dengan wajah sumringah.


Terlihat bu Ria begitu penasaran dengan sosok dari Fitri. Apalagi melihat usia Fitri yang masih 24 tahun. Tentu ada kesan berbeda yang di rasakan oleh bu Ria akan Fitri. Kesan itu pun coba di tampilkan oleh bu Ria dengan rasa antusiasme yang tinggi akan Fitri.


Fitri yang enggan menjadi pembantu dari Kartini. Tentu langsung sempat berpikir untuk menolak tawaran yang masuk pada dirinya. Tapi setelah dia berpikir ulang, mungkin ini kesempatan bagi Fitri untuk bisa membalaskan dendam yang tidak pernah padam pada Kartini. Dengan berada di tengah-tengah keluarga baru Kartini, Fitri yakin bisa melakukan apapun yang akan membuat Kartini menyesal. Terlebih Kartini adalah sosok yang di kenal sebagai perempuan yang lemah. Itu yang Fitri tahu selama ini. Dia mungkin saja akan takut dengan apa yang akan di lakukan oleh Fitri.


Melihat apa yang di tunjukkan oleh Fitri. Bu Ria terlihat begitu tertarik pada sosok Fitri. Apalagi saat mencoba masakan dari Fitri. Bu Ria langsung jatuh cinta dengan opor ayam yang di buat oleh Fitri. Dia benar-benar terpesona dengan kemampuan dari Fitri tersebut. Bu Ria pun siap memilih Fitri untuk menjadi asisten rumah tangganya.

__ADS_1


Kartini tidak menampik dengan apa yang di ungkapkan oleh bu Ria adalah hal yang memang benar adanya. Fitri menampilkan satu hal yang benar-benar luar biasa. Dia juga terlihat begitu baik dalam memperkenalkan diri pada bu Ria. Tutur katanya pun begitu halus terdengar di telinga. Itu yang buat Fitri menjadi salah satu kandidat yang mungkin saja akan di pilih oleh bu Ria untuk mengisi slot pembantu di rumahnya. Dia adalah orang yang tepat sepertinya.


Fitri begitu senang dengan pilihan yang di ambil oleh bu Ria akan dirinya. Ini membuktikan jika dirinya memang layak untuk bekerja di rumah bu Ria. Fitri pun siap bekerja dengan baik serta berkontribusi dalam menciptakan semua hal baik yang ada di rumah bu Ria. Namun dia juga tidak lupa akan tujuan lainnya untuk membuat Kartini menderita. Itu yang akan di lakukan oleh Fitri pada musuh besarnya tersebut.


"Aku pikir ini waktu yang tepat untuk diriku bisa langsung menyakiti perempuan itu. Aku sudah tidak sabar untuk membuatnya terluka." ucap Fitri di dalam hatinya.


Kartini yang bisa membaca sedikit pikiran dari Fitri. Terlihat sudah memahami apa yang sedang di pikirkan oleh perempuan itu. Mungkin saja rencana jahat sedang di susun oleh Fitri untuk Kartini. Terlihat dari ekspresi wajah Fitri yang benar-benar menunjukkan bagaimana dirinya begitu marah akan Kartini. Dirinya terlihat begitu benci akan Kartini yang begitu di benci oleh dirinya. Tidak ada maaf bagi Kartini, dia harus merasakan apa yang tidak pernah dia pikirkan. Kartini harus bisa merasakan hal buruk tersebut. Sehingga dia akan merasakan pahitnya kehidupan yang di jalani seperti apa yang di rasakan oleh Fitri. Dia harus merasakan itu semua dalam waktu singkat.

__ADS_1


__ADS_2