
Ada kenangan buruk yang membuat Kartini sedikit takut akan gaun pengantin. Ini bukan kali pertama bagi dirinya mengenakan gaun pengantin. Sudah hampir 2 kali dia mengenakan gaun pengantin. Namun kedua momen itu justru berakhir tragis untuk dirinya.
Kartini pun terus berpikir buruk sepanjang perjalanan menuju butik yang telah di pesan oleh Lutfhi. Bagaimana dirinya takut akan momen kegagalan yang telah dua kali terjadi dalam hidupnya. Di mana dia harus kehilangan calon suami serta suami yang telah menikahinya. Kartini tidak ingin hal tersebut kembali terjadi pada dirinya saat ini. Kegagalan dan kepahitan tidak seharusnya kembali terjadi padanya.
Lutfhi yang duduk di sebelah Kartini, merasa heran dengan apa yang terjadi pada calon istrinya tersebut. Dia terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu hal. Oleh sebab itu, Lutfhi berharap Kartini tidak akan berpikir jauh akan kegagalan yang akan terjadi pada dirinya.
__ADS_1
"Apa kamu masih trauma dengan apa yang terjadi padamu di masa lalu?" tanya Lutfhi menggenggam tangan Kartini.
Kartini perlahan menaikan kepalanya. Mengarahkan kedua bola matanya menuju mata Lutfhi. Dia menatap wajah tampan calon suaminya itu perlahan. Sebelum dia mengucapkan akan ketakutan yang sedang di alami oleh dirinya.
"Aku benar-benar takut, gagal dan gagal yang ada di pikiranku saat ini. Aku harap ini tidak akan gagal untuk kita berdua. Aku begitu mencintaimu Lutfhi."
__ADS_1
Lutfhi memeluk Kartini untuk membuat dirinya semakin kuat lagi. Lutfhi yakin dengan sedikit pelukan yang di berikan pada Kartini, semuanya akan semakin baik lagi. Mungkin Kartini akan semakin mencintai Lutfhi dan percaya akan kegagalan yang tidak akan pernah terjadi. Kegagalan yang menjadi ketakutan dari seorang Kartini saat ini.
Kartini mulai sedikit tenang dengan apa yang ada. Bagi dirinya ini adalah hal yang tidak akan pernah di lupakan oleh Kartini. Dia merasa semuanya akan menjadi hal yang baik untuk Kartini. Apalagi dirinya adalah seorang yang kuat. Tentu tidak akan ada hal buruk yang akan membuat semuanya menjadi rumit.
Kartini terdiam melihat bagaimana Lutfhi yang begitu pandai dalam menenangkan dirinya. Sosok seperti ini yang benar-benar di butuhkan oleh Kartini. Dia beruntung bisa mengenal sosok Lutfhi yang luar biasa. Itu menjadi hal yang paling di sukai oleh Kartini.
__ADS_1
Kartini tidak bisa mengucapkan kata apapun pada Lutfhi. Dia mencintai Lutfhi dengan begitu besarnya. Apalagi saat Lutfhi memeluk dirinya, Kartini seperti memiliki seorang yang selalu membuat dirinya kuat. Tidak hanya itu, Kartini juga merasa Lutfhi adalah sosok laki-laki yang paling sempurna. Dia melihat sosok Lutfhi yang perhatian, serta memiliki kesan yang romantis yang kuat. Walaupun sisi romantis dari Lutfhi itu hanya dapat di rasakan oleh Kartini seorang. Tidak banyak orang yang tahu akan keromantisan dari Lutfhi. Hingga Kartini merasa seperti orang yang paling beruntung dalam mendapatkan cinta seorang Lutfhi yang di kenal dingin, tapi penuh perhatian pada Kartini. Itu yang di rasakan oleh Kartini saat ini.