
Vila tentu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rencana pesta yang akan di buat oleh Riko dan teman-temannya. Vila yang nyaman, serta memiliki banyak kamar akan di sewa Ruko untuk bersenang-senang bersama dengan teman-temannya.
Riko melakukan survei vila sendiri, tidak ada teman yang menemani dirinya. Sebenarnya Irpan bisa menemani Riko untuk melakukan survei vila itu. Riko yang ingin mencari sosok perempuan muda yang masih perawan, tentu tidak akan di setujui jika ada Irpan di sana. Mungkin saja Irpan yang sudah niat untuk datang ke pesta itu. Seketika membatalkan rencana dari dirinya. Sebab dia kecewa dengan keberadaan dari perempuan muda yang akan di gilir oleh Riko dan teman-temannya.
Riko akhirnya pergi ke vila itu sendiri saja, tidak ada siapa pun yang menemani dirinya. Mungkin saja Riko akan menemukan hal lain yang menarik saat melakukan survei terhadap vila yang akan di sewanya.
Dengan mini cooper biru kesayangannya, Riko sudah siap untuk pergi ke sebuah perkampungan di mana banyak vila yang bisa Riko sewa di perkampungan tersebut. Riko pun sudah tidak sabar untuk menyewa salah satu vila yang ada di kampung. Sebab menurut beberapa sumber, vila itu memiliki harga yang tidak terlalu mahal. Namun memiliki tempat yang cukup asyik untuk di jadikan tempat pesta.
Melewati pesawahan yang begitu menyejukkan hati dan pikiran, Riko terlihat begitu menikmati perjalanan dirinya menuju vila. Apalagi Riko sangat menyukai pemandangan hijau seperti ini. Dia pun kerap menghentikan mobilnya untuk sekedar mengambil gambar dari pemandangan hamparan sawah yang di lihatnya. Riko terlihat begitu menyukai bagaimana dirinya melihat sawah itu terlihat begitu menyejukkan hati dan pikirannya.
__ADS_1
Seorang petani datang menghampiri Riko, dia menyapa Riko dengan begitu sopannya. Petani itu menceritakan bagaimana sawah itu yang akan segera di gusur. Sebuah perumahan elite akan di buat di lahan sawahnya. Godaan pengembang tidak bisa di lawan oleh petani. Sebab uang yang besar serta hal lain yang di tawarkan oleh pihak pengembang, telah membuat petani itu merelakan sawahnya untuk di jadikan kompleks perumahan elite.
Riko tentu bersedih mendengar apa yang di sampaikan oleh petani itu. Bagaimana pun juga, tempat itu seharusnya tetap menjadi sawah yang akan menghasilkan beras berkualitas. Tidak harus menjadi kompleks perumahan yang sama sekali tidak menghasilkan apapun untuk warga sekitar. Namun seperti apa yang di sampaikan oleh petani itu, godaannya terlalu besar. Hingga mereka tidak mampu untuk menolak apa yang di berikan oleh pihak pengembang. Petani itu pun mengaku butuh banyak uang, tidak mungkin ia akan menolak uang banyak yang ada di hadapannya.
Mendengar keluh kesah dari petani yang menghampiri dirinya. Riko pun melanjutkan perjalanan menuju lokasi vila yang akan di sewa oleh dirinya. Dia terlihat begitu bahagia saat melihat beberapa vila yang sudah ada di hadapannya. Bagaimana juga vila itu sudah mulai nampak, itu artinya vila yang akan di tuju oleh Riko sudah sangat dekat. Dia akan segera menemui vila yang akan di sewa oleh dirinya.
Riko benar-benar tiba di vila yang akan di sewa olehnya. Vila itu terlihat nyaman dengan pepohonan rindang yang ada di halaman vila. Riko menyukai vila seperti ini, sehingga dia begitu yakin vila ini tidak akan membuat dirinya kecewa. Vila yang nyaman ini akan membuat Riko semakin optimis bisa membuat semuanya menjadi lebih baik lagi.
Pak Ian yang menyambut Riko dengan perasaan suka cita, langsung mengajak Riko untuk masuk ke dalam vila. Mungkin Riko ingin melihat kondisi dari vila itu sendiri. Ada banyak hal yang Riko bisa lihat di dalam vila itu. Salah satunya tentu kondisi vila yang masih terlihat rapi dan bersih. Sesuai dengan apa yang Riko mau. Dia pun begitu senang saat pertama kali masuk ke dalam vila. Di mana Riko merasakan suasana nyaman dan betah berada di dalam vila itu. Mungkin suasana yang sama akan di rasakan oleh teman-temannya saat berada di vila itu.
__ADS_1
Beberapa ruangan mulai di survei oleh Riko. Ada dapur yang sudah di lengkapi dengan kompor dan alat masak lainnya. Ada juga kamar tidur yang berjumlah 4 ruang. Ini sangat cocok untuk Riko yang akan membawa orang dengan jumlah banyak. Riko akan membuat semua temannya nyaman saat berada di vila ini.
Kolam renang yang langsung menghadap ke arah hutan yang lebat. Hingga pemandangan dari kolam renang itu terlihat begitu indah. Riko benar-benar menyukai tempat ini. Untuk urusan harga, tentu tidak ada masalah besar bagi Riko. Apalagi ada Irpan yang memiliki banyak uang, tentu tidak ada harga yang harus di sesali untuk vila yang bagus seperti ini. Riko mengaku menyukai vila yang akan di sewa oleh dirinya.
Riko pun cukup puas dengan vila itu secara keseluruhan. Namun Riko belum bisa memastikan apakah vila itu yang akan di sewa oleh dirinya. Mengingat Riko harus berdiskusi terlebih dahulu bersama dengan teman-temannya. Jadi Riko berharap dia akan menyewa vila itu untuk di jadikan tempat dirinya dan teman-temannya berpesta.
Tentu saja pak Ian berharap Riko akan menyewa vila yang di jaga oleh dirinya. Pak Ian menjamin kenyamanan dan keamanan dari setiap penghuni vila yang ada. Sehingga Riko akan selalu merasa aman dan nyaman saat berada di vila tersebut. Itu janji dari seorang Ian pada Riko.
Namun Riko tidak memperdulikan hal tersebut, dia hanya meminta satu hal saja pada pak Ian. Dia meminta pak Ian untuk mencari seorang gadis yang masih perawan untuk di jadikan teman kencan Riko dan teman-temannya. Jika pak Ian menemukan gadis yang di minta oleh Riko, bukan tidak mungkin pak Ian akan mendapatkan bonus besar. Riko sudah menyiapkan dana sebesar 10 juta bagi pak Ian yang bisa menemukan gadis yang sesuai dengan permintaan dari Riko.
__ADS_1
Pak Ian tentu tergiur dengan apa yang di katakan oleh Riko. Dia pun siap untuk mencari perempuan yang akan menemani Riko dan teman-temannya berpesta. Pak Ian menjanjikan perempuan tersebut belum pernah melakukan hubungan badan sebelumnya. Sehingga Riko akan merasa puas dengan apa yang akan di berikan oleh pak Ian. Itu adalah janji dari pak Ian selalu pemilik vila. Mungkin pak Ian tidak akan membohongi siapa saja, sebab pak Ian adalah seorang yang tidak pernah berkata bohong sama sekali. Dia selalu jujur dalam mengatakan sesuatu. Itu yang di janjikan oleh pak Ian pada Riko.