Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai
14


__ADS_3

Nia! Tunggu. *Seseorang memanggilku.


"Andri?


" Kenapa dia malah mengikutiku, lalu anis makan dengan siapa? (kataku dalam hati)*


"Lo lagi kenapa sih? Kenapa kamu menghindar dari aku seharian ini, tadi pagi aku ke rumah kamu tapi ibu bilang kamu udah berangkat dan siang tadi aku cari kamu tapi kata anis kamu udah duluan ke kantin, setelah sampai kantin ku tanya kamu tapi jawaban kamu seperti itu, kenapa nia? Tolong jelasin sama aku, aku salah apa sama kamu. Kalau aku salah aku minta maaf," kata Andri memelas.


"Oh masalah tadi pagi, ok lah aku minta maaf sebab aku ga bilang sama kamu kalau aku udah duluan berangkat, dan mulai sekarang aku mau berangkat kuliah sendiri jadi kamu ga Perlu repot lagi jemput aku di rumah. Oh ya satu lagi aku mau bilang makasih karena selama ini kamu udah baik banget sama aku dan juga keluargaku. Btw aku lagi buru-buru so aku duluan ya,"


"Nia, please. Jangan seperti ini, aku gak mau hubungan aku sama kamu jadi renggang cuma karena salah paham" Kata Andri


"Salah paham seperti apa, aku ga ngerti maksud kamu. Sudahlah kita kan just friend right so Aku harap kita sendiri-sendiri mulai sekarang.


" Hmm, kalau gitu malam ini kita nongkrong bareng sama yang lainnya ya, kamu ikut kan biar nanti aku jemput kamu di rumah," (Andri)


"Nongkrong, emm maaf aku ga bisa. Oh ya sorry aku pergi dulu ya, bye.


Kataku pada Andri


.


.

__ADS_1


Jujur aku ga bisa bersikap seperti ini dengan Andri, tapi kalau aku tetap berada di sampingnya itu hanya akan membuat aku tambah sakit dan semakin sakit, dan akan semakin susah untuk aku membuka hati pada orang lain. Setiap kali ku tatap ekspresi muka Andri aku merasa jadi orang yang jahat dan dingin kepadanya. Mungkin akan lebih baik kalau dia membenciku sekarang ini. Maafkan aku, ndri.


.


.


.


"Listi, arrhh (pelukan). Sorry ya beb udah lama pasti lo nungguin gue,"


"Woles aja beb, tadi gue sama adi udah ke kantin tapi penuh banget disana jadi gue tungguin lo di parkiran deh. Btw kok lo tau beb gue nungguin lo disini? Tanya listi.


" Tau lah, kita kan sehati beb. Oh ya mana saudara lo si adi itu? Kok ga keliatan,"


"Ouh, gitu.


" Beb, lo mau gue comblangin sama saudara gue. Mau gak? Eh tapi btw lo udah ada cowo apa belum, " kata listi.


" Hehehe, cowok mana sih beb yang mau sama gue yang pas-pasan gini. Yang ada pada nolak duluan, hehehe. Btw saudara lo yang mana nih yang mau lo kenalin ke gue?


"Haha.. Ya si Adi itu lah siapa lagi. Dan kebetulan dia mau tuh gue comblangin sama lo beb, gimana?!" kata listi lagi.


"Hmm, gimana yah beb. Liat ntar aja deh buat sekarang sih temenan aja dulu lah yah☺️.

__ADS_1


"Gampang lah itu beb, sejalannya aja kalau cocok why not. Nah itu panjang umur dia, baru di omongin udah nongol aja." (listi)


"Eh udah lama ya nunggu, sorry tadi rame banget yg beli air minum nya. Nih aku bawain minum buat lo sama nia juga," kata Adi sambil memberi air minum padaku dan listi.


"Oh ya beb, sorry nih gue masih ada urusan jadi gue cabut duluan ya, lain waktu nanti kita nongkrong bareng. Oh ya lo gimana Di, mau disini dulu apa langsung balik?" (listi)


"Emm, Nia lo gimana?" tanya adi padaku.


"Aku juga udah mau pulang kok ini, lain waktu nanti kita ngobrol lagi,"


"Yahh kalau gitu gue balik juga deh, habis mau ngapain gue sendirian disini, oh ya Nia hati-hati di jalan, take care" kata Adi.


"Iya lo juga, dan beb hati-hati ya. See you"


*Kami bertiga pun berpisah dan pulang ke rumah masing-masing,


Dari kejauhan nampak ada sepasang mata yang sedang memperhatikanku secara diam-diam. Entah siapapun itu aku tak peduli.


...


Terima kasih dan mohon dukungan nya🙏


Like, comment dan follow👍

__ADS_1


Kritik dan saran di terima 👍


__ADS_2