
Kartini terlihat begitu santai saat membereskan halaman rumah yang terlihat begitu berantakan. Dia menemukan banyak beling yang berserakan di beberapa bagian rumah. Ini akan sangat berbahaya jika ada orang yang menginjak pecahan beling itu. Kartini pun berusaha untuk mengambil setiap pecahan beling yang ada.
Banyaknya pecahan beling yang ada di halaman rumah, perlahan membuat Kartini lelah untuk mengambil setiap pecahan beling yang ada. Hingga di satu kesempatan, Kartini tidak sengaja mengambil pecahan beling yang ada dengan cara yang salah. Sontak jari telunjuk tangan kanannya pun terluka oleh pecahan beling yang ada.
Rasa sakit yang begitu terasa cukup berat, sedikit membuat Kartini meringis kesakitan. Dia tidak bisa menahan air matanya untuk jatuh saat rasa sakit itu terasa semakin menyakitkan. Kartini benar-benar terlihat begitu merasakan sakit yang teramat.
Irpan yang hendak masuk ke dalam rumah, melihat bagaimana Kartini yang mengerang kesakitan memegangi jari tangan. Irpan yang khawatir dengan kondisi dari Kartini, langsung menghampiri Kartini. Tentu Irpan ingin menolong Kartini yang sedang dalam keadaan sakit. Bagaimana pun juga, Kartini butuh pertolongan dari Irpan.
"Apa yang terjadi dengan kamu Kartini?" tanya Irpan dengan wajah khawatir.
"Jadi tanganku terluka. Aku butuh sedikit obat merah untuk membuat jari tangan ini bisa sedikit lebih baik lagi." jawab Kartini dengan wajah bias.
"Sebentar, aku ambil peralatan P3K di dalam rumah. Semoga ini akan membantu diri kamu." ucap Irpan.
Kartini sebisa mungkin berusaha mencoba menahan darah yang merangsek keluar dari jarinya itu. Dia tidak ingin jarinya semakin banyak mengeluarkan darah. Oleh sebab itu Kartini harus bisa membuat jarinya lebih baik lagi. Mungkin ini akan menjadi hal yang sulit di lakukan oleh Kartini. Tapi dia harus berusaha untuk bisa lebih baik lagi dalam mengatasi semuanya. Kartini harus bisa jauh lebih maksimal dalam memanfaatkan semua peluang yang ada.
Rasa sakit itu semakin terasa menyiksa Kartini. Sebelum akhirnya Irpan datang dengan sebuah alkohol yang tentunya bisa membuat rasa perih yang Kartini rasakan berkurang. Irpan ingin segera membuat Kartini bisa kembali merasakan hal yang normal. Tidak ada rasa sakit yang akan membuat dirinya meringis kesakitan.
__ADS_1
Alkohol itu cukup ampuh dalam membuat Kartini kembali merasakan perasaan yang sempurna. Dia tidak merasakan perih seperti yang dia rasakan sebelumnya. Kartini benar-benar sudah mulai merasakan sedikit rasa lega.
Kini saatnya penggunaan obat merah di tangannya itu. Mungkin dengan beberapa tetes obat merah, dia akan mulai merasakan sedikit rasa nyaman. Walaupun tentu obat merah itu akan kembali membuat Kartini merasakan sakit yang teramat. Sebab Kartini merasakan perasaan yang cukup perih ketika obat merah itu berada di lukanya.
Kartini berteriak dengan begitu kencangnya dalam mengekpresikan rasa perih yang di rasakan oleh dirinya. Dia berusaha menahan rasa itu, tapi perihnya yang begitu kuat. Menciptakan rasa yang tidak bisa di lawan oleh Kartini. Akhirnya Kartini pun berteriak sekencang mungkin di hadapan Irpan.
Irpan yang kurang nyaman dengan suara teriakan dari Kartini, langsung menutup kedua telinganya. Dia berusaha menghindar dari suara teriakan Kartini yang terdengar cukup mengganggu telinganya tersebut.
Kartini sendiri merasa apa yang di lakukan oleh dirinya cukup membuat Irpan merasa risih. Dia segera meminta maaf pada Irpan. Berharap Irpan tidak akan marah pada dirinya.
"Kenapa harus minta maaf?" tanya Irpan dengan wajah tersenyum.
"Aku takut membuat kamu terganggu Irpan." jawab Kartini dengan wajah bingung.
"Aku sama sekali tidak terganggu. Aku senang menolong kamu. Jadi tidak harus berpikir demikian." balas Irpan dengan wajah tegasnya.
Kini Irpan mulai membuka kotak berisi kain kasa dan plester. Mungkin dengan kain itu, darah yang mengucur dari jari tangan Kartini tidak akan menetes lagi. Dia akan lebih baik lagi sekarang.
__ADS_1
Kartini pun terus memperhatikan dengan begitu dalam saat Irpan mulai membungkus jari tangannya yang terluka. Dia menyadari akan Irpan yang terlihat begitu mempesona dengan penampilannya. Wajahnya terlihat berseri dengan sedikit senyuman yang manis di tunjukkan olehnya. Dia benar-benar seorang yang tampan dengan wajahnya saat ini.
Tidak hanya Kartini saja yang mulai mencuri pandang. Irpan sendiri diam-diam memperhatikan Kartini yang terlihat begitu cantik saat angin mulai menerbangkan rambut halusnya. Irpan merasa penampilan dari seorang Kartini layak mendapatkan pujian yang tinggi dari dirinya.
Di tengah suasana yang begitu romantis yang terjadi antara Irpan dan Kartini. Perlahan suasana romantis itu hilang secara tiba-tiba dengan kedatangan dari seorang Desi. Dia yang melihat Irpan menggenggam erat tangan Kartini, langsung merasakan cemburu yang begitu besar. Desi pun meminta Irpan untuk segera melepaskan tangannya dari tangan Desi. Sebab apa yang Irpan lakukan adalah tindakan yang sama sekali tidak baik.
Irpan tentu terkejut dengan kedatangan dari Desi. Dia pun langsung melepaskan tangannya dari jari tangan Kartini yang terluka. Irpan pun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Tidak sepenuhnya apa yang di lihat oleh Desi adalah kebenaran. Dia tidak melakukan tindakan yang tidak benar di hari ini. Semuanya hanya salah paham semata. Tidak ada hal yang buruk di lakukan oleh Irpan dan Kartini. Dia hanya sekedar menolong Kartini yang terluka oleh pecahan beling saja.
Desi yang tidak suka dengan tindakan yang di lakukan oleh Irpan. Langsung meminta Irpan untuk tidak berdekatan dengan Kartini. Dia merasa Kartini adalah perempuan yang tidak baik. Apalagi di lihat dari penampilan Kartini dalam sudut pandang seorang Desi. Perempuan itu sama sekali bukan perempuan baik-baik. Hingga Desi meminta Irpan untuk tidak berdekatan dengan Kartini.
Irpan pun menjelaskan akan Kartini yang merupakan calon dari Lutfhi. Kartini adalah orang yang akan menikah dengan Lutfhi, jadi Desi tidak harus khawatir dengan apa yang terjadi. Semuanya baik-baik saja untuk dirinya. Irpan tidak akan menyakiti perasaan daripada Desi yang merupakan pacarnya saat ini.
"Dia ini adalah orang yang akan di jodohkan dengan Lutfhi. Jadi kamu tidak harus cemburu pada dia." ucap Irpan dengan santainya.
"Sudah jadi kakak ipar saja bisa nikung. Apalagi masih calon. Aku hanya minta kamu lebih hati-hati lagi dengan perempuan ini. Aku lihat perempuan ini seperti perempuan yang tidak baik. Kamu harus hati-hati. Aku tidak mau kamu di goda oleh perempuan tidak jelas ini." balas Desi dengan sedikit emosi.
Irpan menenangkan Desi dengan sebuah rangkulan kecil. Dia mengatakan jika semuanya akan baik-baik saja. Tidak ada yang harus di khawatirkan oleh Desi akan Kartini. Mungkin kepanikan dari Desi adalah hal yang tidak wajar saat ini. Sebab Irpan sama sekali tidak akan pernah berpaling dari seorang Desi. Dia mungkin saja akan menjadi orang yang akan tetap mengisi hati dari seorang Irpan. Tidak akan ada wanita lain yang menggantikan posisi dari Desi di hari Irpan. Itu sebuah janji dari Irpan pada Desi.
__ADS_1