Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai
Rencana Perceraian


__ADS_3

Baron pulang ke rumah dengan sempoyongan. Di tengah malam yang larut ini, Baron terus berusaha membuat suasana rumah menjadi kacau. Dia melempar tuding saja dengan begitu kerasnya. Menghina makan malam yang di hidangkan oleh Emin, istrinya.


"Emin..."


"Emin.."


"Emin.."


Baron memanggil Emin dengan suara keras.


Emin yang sudah tertidur dengan begitu lelap, tidak mendengar suara Baron yang memanggil dirinya dari dapur. Baron yang sudah kesal terhadap istrinya itu, pada akhirnya langsung menghampiri Emin yang sedang tertidur di atas kasurnya.


Baron membanting pintu kamar Emin dengan begitu kerasnya. Seketika suara pintu yang di banting oleh Baron membangunkan Emin yang sedang tertidur. Dia pun langsung terbangun dari tidurnya pulasnya tersebut.

__ADS_1


Emin yang juga kesal terhadap Baron. Seketika marah dengan aksi Baron yang membangunkan dirinya dari tidur. Emin masih cukup mengantuk di hari ini. Sehingga dia meminta Baron untuk tidak membangunkan dirinya tidur.


Baron yang kadung marah besar pada Emin. Pada akhirnya mengambil sebuah sapu. Dengan pukulan yang tidak terarah, Baron memukuli Emin.


Emin masih bisa menghindar dari pukulan yang di lakukan oleh Baron. Namun saat kaki kanan Emin terkena pukulan sapu yang di layangkan oleh Baron. Emin langsung meringis kesakitan. Dia menangis dengan suara keras, hingga membangunkan kedua anaknya yang sedang tertidur di kamar masing-masing.


Kedua anak Emin yakni Kartini dan Aldi langsung datang ke kamar Emin. Kedatangan mereka tentu untuk melihat apa yang terjadi pada ibu mereka. Tangisan Emin yang kuat, seketika membuat keduanya terkejut.


Saat melihat Baron sang ayah sedang melakukan kekerasan. Aldi yang sudah muak dengan ulah dari Baron. Langsung mengambil sapu dari tangan Baron. Namun Aldi harus merasakan tamparan keras dari Baron saat dia mengambil sapu dari tangan Baron tersebut. Aldi pun langsung meringis kesakitan dengan tindakan yang di lakukan oleh ayahnya tersebut. Dia tidak menyangka Baron akan menampar dirinya dengan begitu kerasnya.


"Sebenarnya ini ada apa, kenapa Ibu sama Bapak ribut seperti ini?" tanya Kartini dengan tegas.


"Bapak benci sama Ibu kamu ini. Masa menu makan malam untuk Bapak cuman tahu sama tempe saja. Emang gila Ibu kamu ini." jawab Baron dengan begitu kesalnya.

__ADS_1


"Kamu lupa Mas. Berapa uang yang kamu berikan padaku. Uang itu tidak banyak, seharusnya kamu sadar diri. Bukan malah meminta lebih." ucap Emin dengan tegasnya.


Baron yang tetap tidak terima dengan apa yang di sampaikan oleh Emin. Kembali berusaha mengambil sapu yang akan di gunakan untuk memukuli Emin kembali. Namun Kartini berhasil menjauhkan sapu itu dari tangan Baron. Dia meminta Baron untuk tidak melakukan tindakan kekerasan kembali pada ibunya. Apa yang Baron lakukan pada ibunya, bisa saja membuat Baron menjadi salah satu orang yang melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga. Baron bisa di pidana dalam hal ini.


Baron tentu takut dengan ancaman yang di berikan oleh Kartini. Apalagi saat Baron melihat wajah tegas dari Kartini, tentu dia tidak akan berkutik saat Kartini mengancam dirinya. Baron pun perlahan berjalan mundur meninggalkan kamar Emin. Sementara Kartini berusaha membuat Emin untuk tenang. Sehingga tidak ada lagi rasa takut akan Baron yang akan melakukan tindakan kekerasan pada ibunya tersebut.


Di tengah rasa takut yang saat ini melanda hatinya. Emin pun mulai mengutarakan bagaimana dirinya begitu takut akan amarah Baron yang tidak terkontrol. Dia merasa Baron bukan lagi sosok pria yang baik. Seorang suami yang memiliki integritas serta kemampuan yang tinggi. Baron hanya sosok pria yang egois serta kasar. Itu yang harus di hindari oleh Kartini ketika mencari seorang suami.


Emin juga mengatakan akan kecurigaan dari dirinya pada Baron. Di mana Emin menemukan banyak bukti perselingkuhan dari Baron dengan seorang perempuan. Bukti itu di gunakan oleh Emin sebagai narasi akan Baron yang melakukan perselingkuhan.


Kartini tentu awalnya tidak percaya akan Baron yang melakukan perselingkuhan dengan perempuan lain. Namun dari bukti dan keterangan yang di sampaikan oleh Emin, pada akhirnya Kartini pun mempercayai apa yang di sebutkan oleh Emin. Baron ternyata benar-benar berselingkuh dengan perempuan lain. Itu menjadi sebuah kesedihan tersendiri bagi Kartini akan Baron yang pada akhirnya telah melakukan perselingkuhan dengan perempuan lainnya. Kartini berharap Baron akan segera bertobat dengan apa yang di lakukan oleh dirinya. Mungkin saja dia khilaf, sehingga Kartini meminta ibunya untuk membukakan pintu maaf pada Baron.


Melihat sifat Baron yang begitu kasar pada dirinya. Emin mulai berpikir untuk segera mengakhiri bahtera rumah tangganya dengan Baron. Mungkin ini akan jadi episode paling akhir yang akan di lalui oleh Emin. Episode di mana Emin akan melepaskan Baron sebagai suaminya. Ini adalah pilihan terbaik yang harus di pilih Emin. Menggenggam seseorang yang terus menyakiti dirinya adalah sebuah hal yang sia-sia. Emin tidak ingin melakukan hal yang sia-sia. Hingga Emin memutuskan untuk mengakhiri segala hal yang berhubungan dengan Baron. Termasuk hubungan suami istri yang saat ini masih terjalin di antara keduanya. Ini baik di lakukan oleh Emin di saat ini. Sebelum Baron datang untuk merayu semuanya.

__ADS_1


Kartini yang tidak ingin terjadi perceraian di antara kedua orangtuanya. Tentu berusaha semaksimal mungkin untuk bisa membuat kedua orangtuanya itu utuh kembali. Kartini meminta Emin untuk tidak berpikir negatif akan Baron. Mungkin praduga dari Emin adalah hal yang salah, Baron tidak selingkuh seperti yang Emin katakan. Jadi Emin harus berpikir ulang untuk melakukan perceraian dengan Baron. Apalagi Emin dan Baron sudah cukup lama menjalin hubungan rumah tangga. Jadi sudah seharusnya Emin dan Baron untuk bisa dewasa lagi dalam memutuskan hal yang akan menjadi keputusan akhir dari keduanya. Emin dan Baron harus benar-benar bisa dewasa dengan semua yang akan di pilihnya.


Emin terlihat sudah begitu yakin dengan keputusan yang akan di ambil oleh dirinya. Dia sudah tidak ingin lagi menjalin hubungan suami istri dengan Baron. Sudah cukup bagi Emin untuk merasakan sakit hati dan fisik di buat oleh Baron. Kini sudah saatnya bagi Emin untuk mengakhiri semuanya. Mengakhiri apa yang menjadi penderitaan dalam hidupnya.


__ADS_2